WANITAINDONESIA.CO – Kolaborasi antara industri fashion dan produk home living kembali menghadirkan ide kreatif yang menarik. Kali ini, Purana dan Vicenza mempertemukan kekuatan masing-masing dalam sebuah workshop bertajuk “Workshop Kesenian Purana bersama Vicenza” yang digelar di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Tak sekadar memperkenalkan produk kolaborasi, kegiatan ini menjadi ruang bagi para perempuan untuk belajar menciptakan karya baru sekaligus memahami bahwa material sisa produksi masih dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Mengusung semangat keberlanjutan, workshop tersebut mengajak para peserta khususnya perempuan dari berbagai latar belakang dan profesi untuk mengeksplorasi kain perca dan kain tile menjadi sebuah hampers yang cantik, modern, serta dapat digunakan kembali.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Hanny selaku pemilik Vicenza, Belinda Rosalinda, S.H., sebagai hampers speaker sekaligus sosok yang memiliki kemampuan dalam menciptakan karya berbasis tenun, serta Erika yang bertindak sebagai moderator.

Mengolah Kain Perca Menjadi Karya Bernilai
Salah satu hal menarik dari workshop ini adalah pemanfaatan kain perca yang merupakan sisa dari proses produksi Purana. Alih-alih berakhir sebagai limbah, potongan kain tersebut diolah kembali menjadi bagian dari kemasan hampers yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga dapat digunakan kembali.
Belinda Rosalinda memberikan panduan kepada para peserta mengenai cara membuat hampers dengan konsep yang lebih berkelanjutan.
Peserta diajak melihat hampers bukan sekadar sebagai kemasan untuk memberikan hadiah, tetapi juga sebagai produk yang memiliki fungsi setelah hadiah dibuka. Konsep tersebut dinilai relevan dengan gaya hidup masyarakat modern yang semakin memperhatikan penggunaan produk secara berulang dan mengurangi barang sekali pakai.
Melalui pendekatan tersebut, kain sisa produksi dapat memperoleh kehidupan baru. Kreativitas menjadi kunci untuk mengubah material sederhana menjadi sesuatu yang menarik sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai produk bisnis.
Bagi perempuan yang memiliki ketertarikan terhadap dunia kerajinan, fashion, maupun usaha kreatif, konsep ini juga dapat menjadi inspirasi untuk memulai bisnis dengan memanfaatkan material yang tersedia di sekitar.
Kolaborasi Purana dan Vicenza bukan hadir secara kebetulan. Keduanya memiliki perhatian yang sama terhadap keberlanjutan, kreativitas, serta bagaimana sebuah produk dapat memiliki umur penggunaan yang lebih panjang.
Hanny mengatakan, kerja sama ini menjadi pengalaman yang sangat menggembirakan karena kedua brand memiliki visi dan misi yang sejalan.
“Event pertama ini luar biasa banget. Saya happy karena kami bisa bekerja sama dengan Purana. Kami memiliki visi yang sama, yaitu sama-sama membawa semangat sustainability,” ujar Hanny dalam kesempatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi antara Purana dan Vicenza membuka kemungkinan untuk menciptakan sesuatu yang lebih luas. Tidak hanya berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat berkembang menjadi rangkaian produk yang mempertemukan dunia fashion dengan kebutuhan home living.
Vicenza sendiri dikenal sebagai brand yang menghadirkan beragam produk perlengkapan rumah dengan motif dan bentuk yang menarik. Salah satu karakter yang ingin dipertahankan Vicenza adalah kelengkapan produk.
“Apa bedanya Vicenza dengan brand lainnya? Kami tidak pernah nanggung. Kami ingin semuanya lengkap dan sempurna untuk kebutuhan rumah tangga,” kata Hanny.
Konsep tersebut menjadi salah satu alasan mengapa produk Vicenza dapat dipadukan dengan karya Purana dalam pembuatan hampers. Kain dengan motif dan karakter khas Purana dapat menjadi elemen dekoratif sekaligus fungsional, sementara produk tableware Vicenza menjadi bagian dari isi hampers.
Kolaborasi ini juga membuka kemungkinan yang lebih besar bagi Purana dan Vicenza di masa mendatang. Hanny bahkan berharap suatu hari kolaborasi tersebut dapat menghadirkan berbagai produk yang saling melengkapi.
“Harapannya, suatu hari kita bisa melihat taplak Purana, baju Purana, kemudian home living-nya dari Vicenza,” tuturnya.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk edisi khusus, tetapi juga membangun sebuah ekosistem kreatif antara fashion dan home living.
membawa perhatian terhadap kain perca sebagai bagian dari eksplorasi karya. Potongan-potongan kain yang sebelumnya dianggap sebagai material sisa dapat dipandang dari perspektif berbeda, yaitu sebagai bahan untuk menciptakan karya baru.
Sementara itu, Vicenza membawa kekuatan pada produk home living, khususnya tableware, dengan desain yang dapat menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari sekaligus mempercantik ruang dan momen bersama keluarga.
Pertemuan dua karakter tersebut menghasilkan konsep hampers yang tidak hanya cantik ketika diberikan, tetapi juga memiliki fungsi setelahnya.
Lebih jauh, kegiatan ini tidak hanya berbicara mengenai produk dan estetika. Workshop tersebut juga membawa pesan mengenai peluang ekonomi kreatif.
Peserta mendapatkan pengalaman langsung untuk mengolah material sisa menjadi produk yang dapat digunakan kembali. Keterampilan seperti ini memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha, terutama bagi perempuan yang ingin memulai bisnis kreatif dari rumah.
Konsep hampers yang diajarkan juga dapat diterapkan dalam berbagai momentum, mulai dari Idulfitri, Natal, Tahun Baru, Tahun Baru Imlek, hingga pernikahan.
Dengan menggunakan kemasan berbahan kain yang dapat dimanfaatkan kembali, hampers tidak lagi berhenti sebagai hadiah dalam satu kesempatan. Kemasan dapat digunakan sebagai wadah penyimpanan, tas, pembungkus, maupun kebutuhan lainnya.
Hal inilah yang membuat konsep keberlanjutan terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. (WIB)





