
WANITAINDONESIA.CO – Olahraga kini tak lagi sekadar soal kebugaran. Ia telah menjelma menjadi gaya hidup, ruang ekspresi diri, sekaligus cara baru menikmati keindahan Indonesia. Semangat inilah yang kembali dihadirkan POCARI SWEAT Run 2026, ajang lari tahunan yang memasuki tahun ke-13 dan siap menyatukan ribuan pelari dalam satu warna: biru.
Pada 22 Januari 2026, POCARI SWEAT resmi mengumumkan kembalinya gelaran lari hybrid terbesar di Indonesia yang tahun ini akan berlangsung di dua destinasi ikonik Lombok dan Bandung. Tak hanya mengajak masyarakat hidup lebih aktif, POCARI SWEAT Run 2026 juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap pengembangan sport tourism nasional, sejalan dengan program Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Olahraga Sehat, Dampak Luas
Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, menyoroti masih rendahnya indeks masyarakat Indonesia dalam berolahraga yang baru mencapai 15%. Menurutnya, event seperti POCARI SWEAT Run memiliki peran penting dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus menggerakkan roda ekonomi.
“Event ini mampu menggerakkan pelari dari Aceh hingga Papua. Pemerintah sangat mendukung inisiatif swasta seperti POCARI SWEAT untuk mengoptimalkan dampak positif sport tourism di Indonesia,” ungkap Erick.

Lombok dan Bandung, Dua Wajah Indonesia
Rangkaian POCARI SWEAT Run 2026 akan dibuka dengan POCARI SWEAT Run Lombok 2026 pada 11–12 Juli 2026, berlokasi di Pertamina Mandalika International Circuit. Pelari dapat memilih empat kategori jarak—mulai dari 4.3K, 10K, Half-Marathon, hingga Marathon—dengan pengalaman berlari di sirkuit internasional yang ikonik.
Sementara itu, kemeriahan akan berlanjut di POCARI SWEAT Run Bandung 2026 pada 19–20 September 2026, menghadirkan kategori 10K dan Half-Marathon dengan rute yang mengeksplorasi sudut-sudut khas Kota Bandung, bertepatan dengan rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Bandung.
Konsisten Menginspirasi Selama 12 Tahun
Sejak pertama kali digelar pada 2014 dengan 5.000 pelari, POCARI SWEAT Run terus menunjukkan pertumbuhan luar biasa. Hingga tahun 2025, jumlah peserta mencapai 55.435 pelari—sebuah bukti bahwa lari telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia.
“Sejalan dengan filosofi Otsuka, kami ingin mengajak lebih banyak orang hidup sehat lewat olahraga. Tahun ini, kami memulai dari Lombok agar pelari mendapatkan cuaca yang lebih nyaman, lalu ditutup di Bandung sebagai bagian dari perayaan kota,” ujar Puspita Winawati (Wina), Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka.

Sport Tourism yang Berkelanjutan
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci kesuksesan POCARI SWEAT Run. Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, menilai ajang ini sebagai contoh nyata pengembangan sport tourism yang berkelanjutan.
“POCARI SWEAT Run menjadi magnet bagi pelari domestik maupun internasional sekaligus mendorong dampak ekonomi bagi masyarakat lokal,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Maya Watono, Direktur Utama InJourney, menegaskan bahwa event berskala besar seperti ini mampu menciptakan multiplier effect—mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan hingga penguatan citra Indonesia di mata dunia.
Energi Anak Muda dan Kreativitas Digital
Turut hadir dalam konferensi pers, Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, yang melihat POCARI SWEAT Run sebagai ruang ekspresi positif bagi generasi muda.
“Anak muda membawa energi luar biasa. Saya ingin mereka mempromosikan keindahan kota dan budaya lokal lewat media sosial. Ini cara keren mencintai Indonesia,” ujarnya.
Lari, Makna, dan Komitmen
Untuk tiga tahun ke depan, Jenius dari SMBC Indonesia kembali menjadi co-title sponsor. Kolaborasi ini berangkat dari visi yang sama: mendukung pelari mencapai tujuan hidup, baik secara fisik maupun finansial.
“Lari dan finansial sama-sama membutuhkan dedikasi dan konsistensi. Lewat program #LariBarengJenius, kami ingin menyebarkan semangat #BersamaLebihBermakna,” jelas Andrie Darusman, Communications & Daya Head SMBC Indonesia.
Lebih dari Sekadar Lari
POCARI SWEAT Run 2026 bukan hanya tentang garis start dan finish. Di Lombok, pelari akan menikmati momen matahari terbit dan terbenam dengan nuansa budaya Sasak yang hangat. Sementara di Bandung, rute akan membawa peserta menyelami denyut kota kreatif yang dinamis, dengan dukungan penuh dari komunitas lokal.
“Kami ingin terus naik level dan menjadikan POCARI SWEAT Run sebagai motor penggerak sport tourism Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor,” tutup Wina.
Pendaftaran POCARI SWEAT Run 2026 akan dibuka dalam waktu dekat:
- Lombok: 26 Januari 2026
- Bandung: 2 Februari 2026
Informasi lengkap dapat diakses melalui Instagram @pocarisportid.
Siap berlari, berwisata, dan menjadi bagian dari Indonesia yang membiru? (Srv)




