WANITAINDONESIA.CO — Dunia kebugaran sering kali diwarnai oleh perdebatan mengenai pilihan olahraga terbaik untuk tubuh. Dua jenis aktivitas fisik yang paling kerap disandingkan adalah pilates dan latihan beban (strength training). Keduanya memiliki basis penggemar yang kuat serta menawarkan manfaat luar biasa, namun manakah yang sebenarnya lebih unggul dalam membentuk massa otot dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh?
Berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh Health.com, para ahli kebugaran dan kesehatan sepakat bahwa kedua jenis olahraga ini memiliki fokus, mekanisme, serta keunggulan yang berbeda pada tubuh. Oleh karena itu, menentukan mana yang lebih baik sangat bergantung pada target kesehatan yang ingin dicapai.
Menilik Cara Kerja dan Manfaat Utama
Pilates merupakan bentuk latihan yang berfokus pada fleksibilitas, kelenturan, postur tubuh, serta penguatan otot inti (core strength). Latihan ini umumnya mengandalkan beban tubuh sendiri (bodyweight) atau bantuan alat khusus seperti reformer.
Heather Milton, seorang spesialis fisiologi latihan klinis (clinical exercise physiologist) bersertifikat dari NYU Langone Health di New York, Amerika Serikat, menjelaskan keunggulan utama dari metode ini. Menurut Heather Milton, pilates sangat efektif untuk membangun otot-otot penyangga yang mendalam (deep stabilizing muscles), terutama di area perut, punggung bawah, dan panggul. Latihan ini membantu memperkuat keseimbangan tubuh, memperbaiki alur postur, serta mengurangi risiko cedera dalam aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, latihan beban (strength training) berfokus pada penggunaan beban eksternal—seperti dumbel (dumbbells), barbel (barbells), atau mesin beban—untuk memberikan beban bertahap (progressive overload) pada jaringan otot.
Vedant Vaksha, MD, seorang dokter spesialis bedah tulang belakang (spine surgeon) dari Complete Orthopedics di Long Island, New York, Amerika Serikat, memaparkan peran krusial dari latihan kekuatan ini. Vedant Vaksha, MD menyatakan bahwa latihan beban secara intensif menstimulasi pertumbuhan massa otot (hypertrophy) secara signifikan dan meningkatkan kepadatan tulang (bone density). Latihan kekuatan dengan beban eksternal sangat penting untuk mencegah penurunan massa otot akibat penuaan (sarcopenia) serta menjaga laju metabolisme tubuh tetap optimal.
Membandingkan Pembentukan Otot dan Pembakaran Kalori
Jika fokus utama adalah memperbesar ukuran dan kekuatan otot secara drastis, latihan beban memegang kendali. Beban eksternal yang ditingkatkan secara berkala memaksa serat otot mengalami perbaikan dan pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan hanya mengandalkan beban tubuh.
Namun, pilates memberikan tone otot (muscle tone) yang lebih memanjang dan ramping (lean muscle definition). Pilates memastikan otot-otot kecil di sekitar persendian bekerja dengan baik, sehingga memberikan fondasi gerak yang stabil dan aman saat seseorang melakukan aktivitas yang lebih berat.
Dari segi pembakaran kalori dan kesehatan kardiovaskular, keduanya memberikan efek yang seimbang tergantung intensitas latihan. Latihan beban membantu pembakaran kalori jangka panjang karena massa otot yang lebih besar membakar lebih banyak energi saat tubuh beristirahat (resting metabolic rate). Sementara pilates menjaga stamina, ketahanan otot (muscular endurance), serta kesehatan mental melalui kontrol pernapasan dan kesadaran gerak (mindful movement).
Mengintegrasikan Kedua Latihan untuk Hasil Optimal
Daripada mempertentangkan keduanya, para pakar justru menyarankan untuk mengombinasikan pilates dan latihan beban ke dalam rutinitas mingguan. Pilates memberikan kelenturan, stabilitas sendi, dan kekuatan otot inti, yang nantinya menjadi modal penting agar seseorang bisa mengangkat beban dengan teknik yang benar dan terhindar dari cedera.
Mengombinasikan rutinitas latihan fisik dengan variasi gerak yang tepat adalah kunci utama dalam membangun tubuh yang tidak hanya kuat secara visual, tetapi juga fungsional dan bugar hingga usia lanjut. (Gdi)





