Perkuat Daya Saing, JICT Resmi Operasikan Armada Alat Berat Listrik

Direksi PT PT Jakarta International Container Terminal (JICT) berfoto di depan alat berat bertenaga listrik yang baru saja diresmikan penggunaannya. (WI/HO-JICT)

WANITAINDONESIA.CO – PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mengambil langkah strategis dalam peta persaingan logistik internasional dengan meresmikan pengoperasian armada alat berat bertenaga listrik. Langkah ini menandai era baru modernisasi terminal petikemas terbesar di Indonesia guna menjawab tantangan kinerja di tengah kompetisi pelabuhan yang kian sengit di level regional maupun global.

Dalam seremoni yang berlangsung di area terminal JICT pada Senin (26/01), manajemen meresmikan pengoperasian dua unit Side Loader Electric Vehicle (EV) dan dua unit Reach Stacker EV. Kehadiran armada “nol emisi” ini bukan sekadar pembaruan alat, melainkan investasi strategis untuk memastikan JICT tetap relevan sebagai hub logistik utama.

Wakil Direktur Utama JICT, Budi Cahyono, menegaskan bahwa penambahan armada EV ini adalah upaya memperkuat fundamental operasi perusahaan. Menurutnya, industri pelabuhan saat ini menuntut kecepatan layanan yang jauh lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Menjembatani Mimpi Generasi Muda Menuju Masa Depan Rendah Karbon

“Kami menghadapi dinamika industri yang semakin kompleks: pertumbuhan volume, tuntutan kecepatan layanan, dan persaingan regional yang ketat. Penambahan alat EV ini adalah jawaban atas tantangan produktivitas, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi JICT untuk terus bersaing,” ujar Budi dalam keterangannya.

Dari sisi teknis, peralihan ke teknologi listrik membawa dampak signifikan pada operational excellence. Alat berat berbasis EV dikenal memiliki keunggulan performa yang tidak dimiliki mesin konvensional bertenaga diesel.

Beberapa keunggulan teknis armada baru JICT meliputi:

  1. Handling alat yang lebih presisi dan stabil saat melakukan pemindahan petikemas.
  2. Memberikan kenyamanan lebih bagi operator karena minim getaran sehingga bisa mengurangi kelelahan kerja.
  3. Teknologi listrik lebih sederhana, sehingga waktu perawatan (maintenance) lebih singkat.
Baca Juga :  JICT Hadirkan Senyum Anak Yatim dan Ringankan Beban Pekerja Pelabuhan Jelang Lebaran

“Tingkat kesiapan alat dapat meningkat secara signifikan karena teknologi listrik jauh lebih simpel. Kesiapan alat yang tinggi memberikan kepastian operasional yang menjadi dasar dari layanan prima kami,” tambah Budi.

Investasi pada armada listrik ini diproyeksikan mampu mengimbangi peningkatan throughput (arus petikemas) di terminal JICT. Dengan alat yang lebih lincah dan jarang mengalami kerusakan, potensi penumpukan atau bottleneck di lapangan dapat diminimalisir.

“Investasi ini bukan hanya mengganti alat lama, tetapi memperbesar ruang gerak JICT untuk meningkatkan efisiensi, memangkas downtime, dan memberikan layanan yang lebih cepat kepada pelanggan,” tegas Budi lagi.

Baca Juga :  Piaggio dan BP Group Kerjasama Demi Kebutuhan Kendaraan Listrik

Selain aspek produktivitas, elektrifikasi armada ini merupakan bagian dari misi besar JICT menuju Green Port. Standar pelabuhan ramah lingkungan kini menjadi tuntutan global yang harus dipenuhi untuk menarik minat mitra logistik internasional.

Penggunaan energi listrik diklaim mampu mengurangi emisi gas buang secara drastis serta menurunkan polusi suara di area pelabuhan. “Pelabuhan masa depan harus bersih, cerdas, dan efisien. Penggunaan alat EV adalah bagian dari perjalanan panjang menuju standar green port global,” tutup Budi.

Dengan langkah ini, JICT tidak hanya mengukuhkan diri sebagai terminal petikemas paling modern di Indonesia, tetapi juga sebagai pemain kunci yang siap bertarung di kancah logistik global yang mengedepankan efisiensi dan keberlanjutan. (Gdi)