WANITAINDONESIA.CO – Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 menunjukkan perbedaan di sejumlah negara di dunia. Berdasarkan pengumuman otoritas keagamaan hingga Kamis (19/3/2026), Idul Fitri tahun ini terbagi dalam tiga tanggal, yakni 19, 20, dan 21 Maret 2026.
Sebagian kecil negara seperti Afghanistan, Nigeria, dan Mali lebih awal merayakan Idul Fitri pada Kamis (19/3), setelah mengonfirmasi terlihatnya hilal. Di Indonesia, sejumlah kelompok masyarakat juga mengikuti metode rukyat global dan melaksanakan salat Id pada tanggal tersebut.

Sementara itu, mayoritas negara menetapkan 1 Syawal jatuh pada Jumat (20/3). Negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Turki, hingga Australia mengambil keputusan ini setelah hilal tidak terlihat pada 18 Maret, sehingga Ramadan digenapkan menjadi 30 hari.
Adapun Indonesia bersama beberapa negara Asia Tenggara seperti Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia menetapkan Idul Fitri pada Sabtu (21/3).

Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan hal tersebut dalam sidang isbat karena posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas (imkanur rukyat) di sebagian besar wilayah.
Perbedaan ini dinilai sebagai hal yang wajar dalam penentuan kalender Hijriah. Faktor geografis, metode penentuan (hisab dan rukyat), serta perbedaan kriteria menjadi penyebab utama terjadinya variasi penetapan hari raya di berbagai negara.
Meski berbeda waktu, umat Islam di seluruh dunia tetap merayakan Idul Fitri sebagai momen kemenangan dan mempererat ukhuwah Islamiyah. (Dar)





