Pemerintah Bertindak Tegas Turunkan Harga Daging Sapi, Pastikan Lebaran Tetap Hemat

Penjual di kios daging tengah menawarkan dagangannya. HO-Bapanas.

WANITAINDONESIA.CO – Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, fluktuasi harga pangan seringkali menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para Ibu di rumah. Menjawab keresahan tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pertanian bergerak cepat melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan harga daging sapi yang sempat melonjak.

Langkah tegas ini diambil setelah ditemukan adanya kenaikan harga sepihak oleh salah satu distributor di wilayah Tangerang Selatan yang sempat menyentuh angka Rp110.000 per kg. Kini, harga dipastikan kembali turun dan dipatok maksimal Rp107.000 per kg hingga hari kemenangan tiba.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa momen Ramadhan dan Idul Fitri tidak boleh dijadikan ajang mencari keuntungan sepihak oleh pelaku usaha.

Baca Juga :  Dompet Dhuafa Bersama Pemerintah Pulihkan Polindes Guna Tunjang Kesehatan Penyintas Banjir

“Sesuai arahan Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Bapak Andi Amran Sulaiman, harga daging sapi harus dijaga untuk masyarakat,” tegas Ketut. Pemerintah pun tidak main-main; sanksi pencabutan izin impor membayangi para pelaku usaha yang nekat menaikkan harga di luar batas kewajaran.

Agar perayaan Lebaran 2026 Anda tetap berjalan lancar tanpa terbeban biaya pangan yang meroket, berikut adalah langkah nyata yang sedang dijalankan pemerintah:

  1. Operasi pasar murah lewat PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari yang sebelumnya sudah berkomitmen menggenjot operasi pasar. Stok daging sapi dan kerbau akan lebih mudah diakses dengan harga terjangkau.
  2. Pengawasan Ketat Distributor. Pemerintah telah memetakan harga dari tingkat peternak (feedlot), rumah potong hewan (RPH), hingga pengecer agar tidak ada “tangan nakal” yang mempermainkan harga.
  3. Kabar baiknya, proyeksi stok daging nasional hingga Maret mencapai 226 ribu ton, sementara kebutuhan masyarakat diperkirakan sekitar 65,8 ribu ton. Artinya, pasokan sangat aman!
Baca Juga :  JICT Hadirkan Senyum Anak Yatim dan Ringankan Beban Pekerja Pelabuhan Jelang Lebaran

Menghadapi dinamika harga di pasar, Sahabat Wanita Indonesia perlu lebih jeli saat berbelanja. Yuk, simak tips berikut:

  1. Pantau Operasi Pasar. Manfaatkan program “Gelar Pangan Murah” yang sering diadakan di kantor kelurahan atau alun-alun kota. Harganya jauh di bawah harga pasar retail.
  2. Pilih Daging Beku Berkualitas. Jangan ragu membeli daging sapi atau kerbau beku dari BUMN pangan (seperti produk Berdikari). Secara nutrisi sama baiknya dengan daging segar, namun harganya jauh lebih stabil dan ekonomis.
  3. Kenali Harga Karkas vs Retail. Perlu diingat, harga Rp107.000/kg adalah harga karkas di tingkat distributor. Di pasar tradisional (retail), harga mungkin sedikit berbeda karena adanya biaya potong dan jasa penjual, namun tetap dalam pengawasan pemerintah agar tidak melambung tinggi.
  4. Beli Lebih Awal. Jika memiliki penyimpanan freezer yang memadai, membeli daging sedikit lebih awal dan membekukannya dengan benar bisa menjadi strategi menghindari lonjakan harga tepat di H-1 Lebaran.
Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026

Dengan ketersediaan stok yang melimpah dan pengawasan ketat dari pemerintah, kita bisa menyambut Idul Fitri dengan hati yang tenang dan sajian rendang serta semur yang tetap istimewa di meja makan. (Gdi)