WANITAINDONESIA.CO – Derap langkah modernisasi kini tengah membawa Indonesia menuju babak baru yang penuh peluang dan lompatan besar. Transformasi teknologi tidak lagi sekadar menjadi gaya hidup atau sekadar industri pelengkap, melainkan telah bermutasi menjadi pilar utama penyangga kekuatan ekonomi negara. Di tengah dinamika global yang serba cepat, kemampuan bangsa untuk beradaptasi dan mengintegrasikan sistem konvensional ke dalam ekosistem digital akan menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan masa depan.
Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) kini tengah memasang target besar untuk melipatgandakan kontribusi ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Target ambisius tersebut dipatok harus mampu menyentuh angka 12 hingga 13 persen pada tahun 2029 mendatang. Angka ini merupakan lompatan signifikan mengingat saat ini sumbangsih sektor digital terhadap PDB nasional berada di kisaran 6,8 persen.
Guna mengejar target tersebut, percepatan digitalisasi secara masif wajib dilakukan di berbagai lini strategis. Sektor industri kreatif menjadi salah satu fokus utama akselerasi saat ini, yang pergerakannya akan disinkronkan dengan penguatan digitalisasi pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), perdagangan, lembaga keuangan, dunia pendidikan, layanan kesehatan, pertanian, transportasi, energi, hingga industri media digital.
“Tentunya kita perlu terus mengakselerasi pertumbuhan ekosistem digital dalam negeri mengingat target kontribusi PDB ekonomi digital tahun 2029 adalah 12-13 persen. Ini kita harus bergerak bersama,” ujar Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas, Rolly Rochmad Purnomo, di Jakarta.
Optimisme ini bukan tanpa alasan kuat. Fondasi ekosistem digital di tanah air terbukti tumbuh sangat subur dengan jumlah pengguna internet yang kini telah menembus angka fantastis, yakni sebanyak 235 juta jiwa. Kekuatan pasar yang luar biasa besar ini didukung penuh oleh infrastruktur jaringan yang kian mapan, di mana perluasan sinyal 5G telah melampaui target hingga 142,57 persen, yang diperkuat dengan lonjakan kecepatan internet kabel pita lebar (fixed broadband) yang kini rata-rata mencapai 51,84 Mbps.
Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) 2025–2045, transformasi besar ini bertumpu pada tiga pilar utama: Ekonomi dan Masyarakat Digital, Infrastruktur dan Konektivitas Digital, serta Pemerintahan Digital demi menguatkan reformasi birokrasi. Dengan nilai transaksi bruto (GMV) yang telah menyentuh angka setara Rp1.645 triliun pada tahun lalu dan diproyeksikan melonjak tajam hingga 340 miliar dolar AS pada 2030, dominasi perdagangan elektronik (e-commerce) dan media daring akan terus menjadi motor penggerak utama. Melalui sinergi yang kokoh di seluruh sektor, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah jembatan nyata menuju kedaulatan ekonomi bangsa yang inklusif dan berkelanjutan.(gdi)





