ParagonCorp dan RSUI Kolaborasi Hadirkan Ruang Rawat Inap Lantai 9

​Proyek perancangan ini melibatkan Corporate Real Estate Management (CREM) ParagonCorp yang diwakili oleh Ar. Adjie Negara, berkolaborasi dengan PT KIND Indonesia melalui arsitek Ajiv Parnata, desainer pencahayaan Agust Danang Ismoyo, tim internal RSUI, serta didampingi oleh akademisi Departemen Arsitektur Universitas Indonesia (UI) yaitu Prof. Rakhmad Hidayat dan Prof. Yandi Andri Yatmo. (Foto : Desi)

WANITAINDONESIA.CO — Komitmen terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia kembali diwujudkan melalui kerja sama strategis antara ParagonCorp dan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).

Kedua belah pihak resmi melakukan perancangan ulang serta peresmian ruang rawat inap lantai 9 RSUI, yang dirancang khusus untuk memadukan fungsi medis modern dengan kenyamanan menyeluruh bagi pasien dan tenaga medis.

​Proyek perancangan ini melibatkan Corporate Real Estate Management (CREM) ParagonCorp yang diwakili oleh Ar. Adjie Negara, berkolaborasi dengan PT KIND Indonesia melalui arsitek Ajiv Parnata, desainer pencahayaan Agust Danang Ismoyo, tim internal RSUI, serta didampingi oleh akademisi Departemen Arsitektur Universitas Indonesia (UI) yaitu Prof. Rakhmad Hidayat dan Prof. Yandi Andri Yatmo.

Melalui pendekatan lintas disiplin ini, desain ruang rawat diupayakan mampu menjawab kebutuhan fungsional sekaligus memberikan pengalaman ruang yang humanis dan menenangkan bagi proses penyembuhan pasien.

​Ruang rawat inap baru di lantai 9 RSUI dirancang dengan kapasitas total mencapai 50 hingga 54 tempat tidur. Fasilitas tersebut terbagi menjadi dua sayap bangunan (wing), yakni Centella dan Olive, yang mencakup 48 tempat tidur Kelas 3 serta dua kamar isolasi.

Baca Juga :  Ketahanan Air Jadi Fondasi Bisnis Berkelanjutan, ParagonCorp Bagikan Strateginya di ISF 2026
(Foto : Dok Paragoncrop)

Selain itu, area ini juga dilengkapi dengan ruang tunggu keluarga, mushola, serta toilet pengunjung untuk menunjang kenyamanan secara menyeluruh.

​Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., FINSDV, menyampaikan bahwa perancangan ruang ini berfokus pada pengalaman pengguna (user experience). Menurutnya, ruang yang baik tidak hanya menjawab kebutuhan fungsional, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman orang-orang yang menggunakannya, sehingga memahami kebutuhan pasien, keluarga, dan tenaga medis menjadi bagian penting dalam merancang lingkungan perawatan yang nyaman.

​Sementara itu, Direktur Utama RSUI, dr. Ari Kusuma Januarto, Sp.OG, Subsp.Obginsos, menjelaskan bahwa kolaborasi melalui skema dukungan hibah dari ParagonCorp ini sangat dibutuhkan mengingat tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate / BOR) di RSUI yang sudah cukup tinggi, yakni mencapai lebih dari 80%. Dari total layanan yang ada, sekitar 75% pasien RSUI merupakan pengguna Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Oleh karena itu, kehadiran fasilitas baru di lantai 9 ini diprioritaskan untuk menopang pelayanan JKN guna mengurangi antrean serta merespons tingginya kebutuhan perawatan kesehatan masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  Kejujuran di Balik Kilau Kosmetik, Titik Balik dan Keteguhan Hati dr. Sari Chairunnisa

​Sebagai rumah sakit pendidikan tipe A yang berada di bawah naungan Rektor Universitas Indonesia, RSUI didukung penuh oleh lima rumpun ilmu kesehatan—mulai dari kedokteran, keperawatan, farmasi, kesehatan masyarakat, hingga kedokteran gigi. Kesiapan sumber daya manusia (SDM) medis dan operasional dari fakultas-fakultas terkait memastikan RSUI tidak hanya unggul dalam pelayanan klinis, tetapi juga konsisten dalam pendidikan dan riset.

Langkah peresmian lantai 9 ini menjadi bagian dari rangkaian pencapaian penting RSUI, mulai dari perolehan akreditasi internasional, naiknya status menjadi RS Tipe A pada tahun 2024, hingga masuknya RSUI ke dalam jajaran 50 besar dunia versi Brand Finance Global Top 250 Hospitals pada Februari 2026.

Baca Juga :  Memahami Kulit Masyarakat Indonesia Lebih Mendalam, ParagonCorp Perkuat Riset Multi-Omics untuk Hadirkan Inovasi yang Semakin Relevan

​Ke depannya, RSUI terus mempersiapkan pengembangan fasilitas jangka panjang hingga tahun 2030, termasuk pembangunan Tower II setinggi 14 lantai, gedung Rawat Inap Anggrek, serta Oncology Center setinggi 8 lantai sebagai bagian dari misi besar menuju World Class Academic Hospital 2030. Seiring dengan makin banyaknya pasien yang dirujuk ke RSUI dan kerja sama dalam peningkatan fasilitas, Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan ke Kementerian Pekerjaan Umum untuk membangun exit tol langsung menuju RSUI. Pada November 2025, persetujuan prinsip telah diperoleh dan saat ini RSUI sedang memproses izin pembangunan bersama investor yang siap merealisasikannya. (Des)