WANITAINDONESIA.CO – Isu kelestarian lingkungan dan ketersediaan air bersih kini bukan lagi sekadar risiko yang harus dikelola, melainkan syarat utama pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Pandangan strategis ini ditegaskan oleh Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.DV, FINSDV, saat menjadi pembicara dalam diskusi panel Water Security as a Foundation for Growth pada ajang Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.
Dalam forum berskala internasional tersebut, dr. Sari membeberkan bagaimana grup manufaktur kecantikan dan personal care terbesar di Indonesia ini mengintegrasikan tata kelola air secara menyeluruh. Bagi ParagonCorp, langkah ketahanan air dimulai dari dalam bisnis dengan mengukur dan memantau tingkat konsumsi air di sepanjang rantai nilai, mirip dengan proses pemeriksaan kesehatan berkala untuk memahami kondisi operasional secara presisi.
Saat ini, sejumlah fasilitas manufaktur ParagonCorp telah mengoperasikan sistem daur ulang air berkapasitas sekitar 11.500 meter kubik per tahun serta memanfaatkan pemanenan air hujan (rainwater harvesting) untuk memenuhi kebutuhan harian. Ke depannya, perusahaan juga tengah mengevaluasi peluang penerapan teknologi pengolahan air yang lebih maju, seperti sistem close-loop, agar air dapat diolah dan digunakan kembali secara berulang guna menghadapi tantangan ketidakpastian ketersediaan air.
Komitmen ParagonCorp terhadap kelestarian air turut diwujudkan melalui inovasi formulasi produk yang ramah lingkungan (water-conscious beauty). Salah satu penerapannya dapat ditemukan pada produk Earth Love Life Body Wash yang dirancang dengan pendekatan quick-rinse dan biodegradable sehingga lebih cepat dibilas dan menghemat penggunaan air harian konsumen. Selain itu, produk tabur surya Tavi Cica Res-Q10 Water Break & Adaptint SPF 50 dikembangkan dengan formula reef-safe untuk menjaga ekosistem laut serta terumbu karang.

Tanggung jawab menjaga ketersediaan air juga diperluas hingga ke tengah masyarakat dan pemulihan ekosistem. Berkolaborasi dengan Komodo Water dan pemangku kepentingan lokal di Lempe serta Wae Tulu, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), ParagonCorp telah menghadirkan akses air bersih bagi lebih dari 1.200 warga yang sebelumnya harus berjalan kaki hingga 4 sampai 6 jam sehari.
Kemudahan akses air bersih ini memberikan dampak sosial yang signifikan, karena waktu yang biasanya terbuang untuk mengambil air kini dapat dimanfaatkan warga untuk pendidikan, pekerjaan, dan penguatan ekonomi lokal.
Untuk menjamin ketersediaan air jangka panjang, ParagonCorp bersama para mitra aktif mendukung penanaman puluhan ribu pohon serta memperkuat upaya konservasi pada sekitar 5.000 hektare kawasan di Kalimantan dan Sumatra. Melalui rangkaian dialog Beauty in Sustainability: The Beauty of Reimagining Growth, dr. Sari mengajak seluruh pelaku industri untuk menempatkan ketahanan air sebagai bagian utama dalam merancang pertumbuhan bisnis menuju tahun 2030, sehingga mampu melahirkan unit usaha yang tidak hanya tumbuh pesat tetapi juga tangguh dan berdampak positif bagi masa depan. (des)





