
WANITAINDONESIA.CO — Rumah merupakan benteng utama bagi perlindungan, kesehatan, serta kesejahteraan keluarga. Guna memastikan setiap keluarga Indonesia dapat menghuni rumah yang aman dan layak, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus memacu akselerasi pelaksanaan Program Bedah Rumah di berbagai wilayah Tanah Air.
Langkah percepatan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Progres Program Bedah Rumah Menjelang Akhir Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung secara hibrida di Kantor BRI PKP, Jakarta, pada Selasa (13/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi berbagai kendala lapangan, mulai dari kelancaran verifikasi penerima bantuan, ketersediaan tenaga kerja tukang, hingga percepatan pembangunan fisik bangunan.
Rapat evaluasi yang dihadiri jajaran bupati dan wali kota tersebut menyoroti berbagai perkembangan signifikan dari daerah. Di Kabupaten Bandung, proses verifikasi penerima bantuan telah mencapai 100 persen, di mana dari alokasi 3.047 unit rumah, sebanyak 334 unit telah berdiri kokoh dengan realisasi anggaran fisik sebesar Rp19,28 miliar. Sementara itu, Kabupaten Blora mencatatkan progres pesat melalui pengawasan ketat hingga tingkat desa, berhasil membangun 719 unit rumah dari target 2.560 unit dengan penyerapan anggaran mencapai Rp34,20 miliar.

Kisah inspiratif juga hadir dari Kabupaten Banyumas, di mana Program Bedah Rumah digerakkan lewat semangat gotong royong warga setempat. Warga dan keluarga penerima bantuan bahu-membahu menyumbangkan tenaga hingga material lokal seperti kayu dan bambu, sehingga 117 unit dari total 2.239 unit rumah telah selesai terbangun. Semangat kebersamaan ini mendapat apresiasi hangat dari Menteri PKP.
Percepatan serupa turut didorong di daerah lain seperti Kabupaten Brebes yang telah menyelesaikan 148 unit dari alokasi 1.545 unit rumah. Di Kota Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi mengarahkan fokus pengerjaan fisik secara masif pada bulan November dan Desember 2026 untuk mengoptimalkan alokasi 2.000 unit rumah. Adapun Kabupaten Jember mengembangkan inovasi aplikasi pemantauan khusus untuk mengawal 1.907 unit rumah, sedangkan Kota Medan memperkuat pendampingan administrasi dan teknis untuk menyukseskan alokasi 898 unit rumah.
Di kawasan metropolitan DKI Jakarta, koordinasi intensif terus dilakukan di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat yang masing-masing mengantongi alokasi 2.000 unit rumah. Khusus di Jakarta Barat, pemerintah daerah menargetkan penyelesaian pencairan bantuan pada akhir Oktober dan penuntasan seluruh pekerjaan fisik pada akhir Desember 2026.
Selain evaluasi capaian fisik dan pencairan dana, Kementerian PKP turut mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi kebutuhan operasional Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) serta memastikan kecukupan tenaga tukang di lapangan. Melalui pengawasan harian (daily monitoring), Kementerian PKP optimistis seluruh target bantuan bedah rumah dapat rampung tepat waktu, membawa senyum hangat serta hunian yang aman bagi keluarga penerima manfaat di penghujung tahun 2026. (Des)




