Nostalgia di Sabuga, Ariel NOAH Tuntaskan “Mimpi” yang Tertunda Lewat Dilan

Jauh sebelum namanya melambung bersama Peterpan dan NOAH, Ariel remaja pernah menyimpan mimpi besar untuk mengenakan jaket mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB.

WANITAINDONESIA.CO – Udara Bandung di bulan April selalu punya cara sendiri untuk memanggil kembali kenangan lama. Kali ini, Lapangan Sabuga bersiap menjadi saksi bisu sebuah pertemuan besar antara rindu, musik, dan layar lebar.

Hanya menghitung hari menuju 23 April 2026, Falcon Pictures bersiap menyulap pusat Kota Kembang menjadi lautan emosi dalam gelaran “Konser Dilan ITB 1997: In Resonantia Progressio”.

Bukan sekadar promosi film, konser gratis ini merupakan perayaan bagi mereka yang tumbuh bersama barisan kalimat manis karya Pidi Baiq.

Bagi sang pemeran utama, Nazril Irham atau yang lebih akrab disapa Ariel NOAH, proyek ini lebih dari sekadar kontrak kerja. Ada semacam penebusan rindu yang ia bawa ke lokasi syuting. Jauh sebelum namanya melambung bersama Peterpan dan NOAH, Ariel remaja pernah menyimpan mimpi besar untuk mengenakan jaket mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Namun, takdir berkata lain saat ia tidak lolos seleksi kala itu. Kini, melalui peran Dilan “dewasa”, Ariel seolah diberi kesempatan kedua untuk mencicipi atmosfer kampus Ganesha yang dulu sempat lepas dari genggaman.

Baca Juga :  Peran Ibu-Lifebuoy Jaga Kesehatan Wujudkan Mimpi Generasi Indonesia

“Melalui film ini, rasanya saya bisa merasakan kembali jadi anak seni rupa ITB. Dulu sudah terbayang cara berpakaian dan pergaulannya seperti apa, tapi bayangan itu hilang saat tidak diterima. Ini adalah cara saya menggambarkan versi Ariel jika dulu kuliah di sana,” ungkap Ariel dengan nada reflektif saat mengenang memori masa mudanya.

Kehadiran Ariel sebagai suksesor karakter ikonik ini memang sempat memicu diskusi hangat. Namun, sang ayah dari karakter Dilan, Pidi Baiq, menegaskan bahwa keputusannya sudah bulat dan melalui proses kontemplasi yang panjang. Ia tak ing ingin sembarangan menunjuk wajah untuk mewakili jiwanya di layar lebar.

Baca Juga :  Polemik Undang-Undang Hak Cipta Meluas, Ahmad Dhani: Perbedaan Sudut Pandang Seharusnya Diresolusi

“Saya enggak asal tunjuk orang. Setelah memilah beberapa aktor, di otak saya selalu kembali lagi ke Ariel. Jadi akhirnya untuk film ini, saya setuju satu juta persen, Dilan-nya adalah Ariel,” ujar Pidi Baiq penuh keyakinan.

Ariel sendiri mengakui sempat dilanda kegalauan hebat sebelum akhirnya mengangguk setuju. Memikul beban karakter sesolid Dilan membutuhkan komitmen batin yang kuat.

Baginya, langkah ini juga menjadi pembuktian diri di tengah masa rehat band NOAH.

Ia enggan menghabiskan hidup hanya dalam satu warna seni saja. Akting menjadi kanvas baru baginya untuk mengeksplorasi sisi seniman yang selama ini terpendam di balik mikrofon.

Kegembiraan ini ingin dibagikan secara luas oleh Falcon Pictures kepada masyarakat.

Baca Juga :  7 Arti Mimpi Potong Rambut

Frederica, sang produser, menjelaskan bahwa konser di Sabuga nanti adalah ruang nostalgia sebelum penonton resmi menyaksikan transformasi Dilan di bioskop pada 30 April 2026 mendatang.

“Kami ingin memberikan sesuatu yang spesial bagi mereka yang sudah mengikuti perjalanan Dilan dari awal. Konser ini adalah ruang untuk berkumpul, bernostalgia, dan merasakan emosi yang sama tentang cinta dan tumbuh bersama,” tutur Frederica hangat.

Panggung Sabuga dipastikan akan bergetar dengan deretan penampil yang tak kalah legendaris. Selain kemunculan para pemain film seperti Niken Anjani, Wafda Saifan, dan Ira Wibowo, deretan musisi lintas genre pun siap memanaskan suasana. Mulai dari syahdunya The Panasdalam Bank, energi Barasuara, hingga distorsi dari Koil dan kegilaan Dongker x Jason Ranti, semuanya bersatu untuk merayakan kepulangan Dilan ke rumah asalnya “Bandung”. (Gdi)