
WANITAINDONESIA.CO — Nama Natasha Sally Darmawan tidak bisa dilepaskan dari perjalanan Halcyon Studio Surabaya. Sebagai founder sekaligus instruktur, Natasha telah menghabiskan lebih dari satu dekade untuk memperkenalkan pilates sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang mengedepankan kekuatan tubuh, postur, fleksibilitas, hingga keseimbangan pikiran.
Selama 16 tahun, Natasha konsisten mengembangkan Halcyon Studio sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya melakukan latihan fisik dengan teknik yang tepat. Baginya, pilates bukan sekadar aktivitas untuk membuat tubuh berkeringat.
“Pilates adalah metode olahraga low-impact yang presisi memberi impact signifikan pada penguatan otot inti, perbaikan postur, peningkatan fleksibilitas, serta harmonisasi antara pikiran dan tubuh,” ujar Natasha Sally Darmawan.

Pemahaman tersebut pula yang membuat Natasha menaruh perhatian besar pada teknik ketika seseorang melakukan pilates. Dengan gerakan yang dilakukan secara tepat dan terkontrol, latihan pilates dapat membantu seseorang mengenali sekaligus mengoptimalkan kemampuan tubuhnya.
“Dengan teknik yang proper, impact dari pilates bisa dilihat secara langsung, terutama bagi kalangan perempuan,” katanya.
Natasha yang telah mengantongi berbagai sertifikasi di bidang pilates juga aktif berbagi pengetahuan mengenai teknik latihan yang benar. Salah satunya adalah teknik pernapasan yang menjadi bagian penting dalam setiap gerakan.
Menurut Natasha, pernapasan yang dilakukan dengan baik dapat membantu mengoptimalkan aktivasi otot core, meningkatkan kontrol tulang rusuk dan pelvis, sekaligus membuat gerakan menjadi lebih terarah. “Dengan koordinasi napas dan gerakan yang baik, otot dapat bekerja lebih efisien, sehingga latihan terasa lebih efektif,” jelasnya.

Selain pernapasan, aktivasi otot core bagian dalam menjadi salah satu prinsip penting dalam pilates. Otot core bekerja seperti korset alami yang membantu menopang tulang belakang, menjaga stabilitas tubuh, sekaligus mendukung kontrol postur.
Aktivasi core yang dilakukan dengan benar dan dikombinasikan dengan kontrol gerakan dapat membantu membentuk area tubuh yang tampak lebih ramping dan terkontrol.
Teknik berikutnya adalah slow and controlled movement. Sesuai namanya, gerakan dilakukan secara perlahan dengan tetap mempertahankan presisi. Teknik ini bertujuan melatih kekuatan sekaligus kontrol otot, termasuk ketika otot berada dalam fase memanjang.
Latihan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kekuatan, tetapi juga muscular control dan movement quality yang pada akhirnya dapat mendukung tampilan tubuh yang lebih toned. Natasha juga memperkenalkan pentingnya axial elongation dalam latihan pilates. Teknik ini dilakukan dengan memanjangkan tulang belakang secara aktif sehingga tercipta ruang di antara ruas-ruas tulang belakang.

“Teknik ini membantu mengurangi kebiasaan tubuh untuk collapsing, meningkatkan kesadaran tubuh, dan menciptakan tampilan postur yang lebih tegak, panjang dan seimbang,” tuturnya.
Memasuki usia ke-16 tahun, Halcyon Studio Surabaya juga terus memperluas pengalaman latihan pilates bagi para pesertanya. Dalam rangka merayakan perjalanan tersebut, Halcyon Studio akan menggelar Class Anniversary dengan menghadirkan empat jenis kelas dalam tujuh sesi khusus.
Empat kelas yang disiapkan yakni Reformer, Tower, Stability Chair, dan Total Barre. Rangkaian kelas tersebut menjadi bagian dari perjalanan Halcyon Studio untuk terus memperkenalkan latihan pilates dengan pendekatan yang terstruktur.
Dibalik perjalanan panjang tersebut, Natasha Sally Darmawan tetap membawa visi yang sama, yakni menjadikan olahraga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh sekaligus membangun kesadaran terhadap tubuh. Bagi dirinya, pilates bukan sekadar soal mengejar bentuk tubuh, tetapi juga tentang bagaimana seseorang dapat bergerak dengan lebih baik, terkontrol, dan seimbang. (GIE)




