WANITAINDONESIA.CO – Dunia digital kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari tumbuh kembang si kecil. Namun, di balik kemudahannya, ada risiko yang mengintai. Menanggapi hal ini, pemerintah resmi memperkuat benteng perlindungan anak melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tunggu Anak Siap (PP Tunas).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam keterangannya, Sabtu, menegaskan komitmennya untuk menjadikan sekolah sebagai “rumah kedua” yang aman bagi anak-anak melalui gerakan Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman (BSAN). Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan belajar yang saling menghormati dan inklusif di era teknologi.
Salah satu poin penting yang perlu Moms ketahui adalah adanya pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Hal ini bertujuan agar pendidikan karakter anak tetap terjaga di tengah gempuran konten digital.
Agar anak tetap update teknologi namun tidak kecanduan, Mendikdasmen memperkenalkan prinsip 3S yang sangat mudah Moms praktikkan di rumah:
Screen Time yakni mengatur durasi penggunaan gawai agar tidak berlebihan.
Screen Break yakni memberikan jeda waktu istirahat agar mata dan pikiran anak kembali segar.
Screen Zone yakni menetapkan area bebas gadget di rumah (misalnya di meja makan atau kamar tidur).
Kembali ke Permainan Tradisional
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, juga memberikan solusi menarik. Beliau mengajak para orang tua untuk kembali memperkenalkan permainan tradisional.
Bukan sekadar hiburan, permainan tradisional mengajarkan nilai luhur seperti budaya antre, kerja sama, dan menghargai perbedaan tanpa melihat latar belakang. Ini adalah cara paling seru untuk mengalihkan perhatian anak dari layar ponsel!
Sebagai pengawas pertama bagi anak, berikut adalah beberapa tips yang bisa Moms lakukan untuk mendukung implementasi PP Tunas di rumah:
- Jadilah Role Model: Anak adalah peniru ulung. Jika ingin anak mengurangi gadget, pastikan Moms juga tidak terus-menerus terpaku pada ponsel saat sedang bersama mereka.
- Buat Kesepakatan Bersama: Diskusikan jadwal penggunaan gadget. Berikan pemahaman kenapa mereka perlu membatasi waktu layar, bukan sekadar melarang.
- Eksplorasi Hobi Baru: Ajak anak melakukan aktivitas fisik seperti berenang, melukis, atau memasak bersama. Aktivitas ini membantu menstimulasi motorik yang tidak didapatkan dari layar.
- Aktifkan Fitur ‘Parental Control’: Manfaatkan teknologi untuk menyaring konten yang tidak sesuai usia anak.
- Dampingi dan Ajak Diskusi: Saat anak menggunakan gadget, sesekali temani mereka. Tanyakan apa yang mereka lihat dan berikan edukasi mengenai mana yang baik dan buruk di internet.
Sinergi antara aturan pemerintah dan perhatian kasih sayang Moms di rumah tentu akan menciptakan generasi emas yang cerdas digital namun tetap berkarakter kuat. Semangat, Moms!
Bagaimana menurut Moms, apa permainan tradisional favorit si kecil di rumah? (Gdi)





