
WANITAINDONESIA.CO — Sensasi ketegangan mendadak membeku di arena papan panjat. Dalam hitungan detik yang sangat tipis, jemari dan pijakan kaki Desak Made Rita Kusuma Dewi melesat bagai anak panah, menaklukkan dinding setinggi 15 meter dengan ketepatan sempurna. Lewat catatan waktu 6,062 detik, atlet panjat tebing nomor kecepatan (speed) putri tersebut tidak hanya berhasil menggondol medali emas pada Asian Games 2026, tetapi juga sukses mempertajam rekor Asia atas namanya sendiri.
Kemenangan dramatis pada 30 September ini menjadi bukti nyata atas kebangkitan sang atlet setelah sempat menelan pil pahit pada Olimpiade 2024 di Paris dua tahun silam. Kala itu, meski berstatus sebagai juara dunia 2023, Desak Made terhenti di babak perempat final. Namun, kekecewaan tersebut tidak membuat jebolan Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha itu patah arang. Ia memilih bangkit, merawat mimpinya, dan membuktikan konsistensi performanya di panggung dunia.
Di partai final Asian Games 2026, Desak Made unggul tipis 0,002 detik dari rival sengitnya asal China, Deng Lijuan, yang harus puas mengantongi medali perak. Keberhasilan ini sekaligus mempertahankan gelar juara yang pernah disabetnya pada Asian Games 2022 di Hangzhou. Tambahan medali dari cabang panjat tebing ini secara resmi memenuhi target empat medali emas kontingen Indonesia, menyusul torehan prestasi dari tim bulu tangkis beregu putra, lifter Rahmat Erwin Abdullah pada cabang angkat besi kelas 75kg putra, serta ganda putra Leo Carnando/Daniel Marthin.
Sikap pantang menyerah yang diperlihatkan atlet kelahiran 24 Januari 2001 tersebut kian terpancar usai upacara penganugerahan medali. Ia menegaskan bahwa rekor baru yang diciptakannya bukanlah titik akhir, melainkan sebuah modal awal untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
“Catatan waktu ini menjadi investasi penting dan motivasi bagi saya untuk terus berada di level atas, khususnya menghadapi Olimpiade Los Angeles 2028 yang menjadi target jangka panjang,” ujar Desak Made Rita Kusuma Dewi, Atlet Panjat Tebing Putri Indonesia.
Langkah gemilang Desak Rita tidak hanya menjadi penegasan atas kapasitas dirinya sebagai atlet elite dunia, tetapi juga membakar semangat rekan-rekannya di sektor putra. Pada babak kualifikasi, atlet muda Aditya Tri Syahria sempat memecahkan rekor Asian Games dengan catatan waktu 4,62 detik, berjarak 0,08 detik dari rekor dunia milik atlet China, Zhao Yicheng. Bersama Veddriq Leonardo, peraih medali emas Olimpiade 2024 yang menempati peringkat keenam kualifikasi, keduanya dijadwalkan kembali berlaga pada babak perempat final hari Kamis ini.
Perjuangan Desak Rita mengajarkan sebuah pesan berharga bahwa kegagalan di satu babak bukanlah akhir dari segalanya. Selama ketekunan dan tekad membara terus dipelihara, jalan menuju puncak tertinggi akan selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang berani bermimpi dan bertarung hingga garis akhir. (Gdi)




