WANITAINDONESIA.CO — Dunia kebugaran global kini sedang digandrungi oleh sebuah tren baru bernama Hyrox. Kombinasi unik antara lari dan latihan kekuatan ini sukses memikat perhatian para penggiat olahraga di berbagai belahan dunia karena menawarkan tantangan fisik yang berbeda dari kompetisi biasa.
Melansir pemberitaan dari portal berita Health, Hyrox merupakan ajang perlombaan kebugaran dalam ruangan (indoor) yang memadukan ketahanan kardiovaskular dan kekuatan otot. Format kompetisinya dibuat seragam di seluruh dunia: peserta harus menempuh lari sejauh 1 kilometer yang diselingi dengan 1 stasiun latihan fungsional, dan proses ini diulang sebanyak 8 kali. Secara keseluruhan, setiap peserta menuntaskan lari sejauh 8 kilometer dan 8 jenis gerakan olahraga yang menguji stamina tubuh secara menyeluruh.
Stasiun latihan yang harus dilewati mencakup berbagai tantangan fisik, mulai dari simulasi ski (SkiErg) sejauh 1.000 meter, dorong kereta beban (sled push) sejauh 50 meter, tarik kereta beban (sled pull) sejauh 50 meter, hingga lompat tiarap (burpee broad jumps) sejauh 80 meter. Selain itu, peserta juga ditantang mendayung (rowing) sejauh 1.000 meter, berjalan membawa beban berat (farmer’s carry) sejauh 200 meter, bertekuk lutut sambil membawa kantong pasir (sandbag lunges) sejauh 100 meter, serta lempar bola beban ke dinding (wall balls) sebanyak 100 kali.
Daya tarik utama dari olahraga ini terletak pada sifatnya yang sangat inklusif. Menurut pernyataan pakar kedokteran olahraga, Dr. Tommy Coltman, M.D. dari Hunter Functional Health, Hyrox menguji keseimbangan antara kapasitas aerobik dan kontrol gerakan tubuh di bawah kondisi lelah. “Seseorang bisa saja menjadi pelari yang tangguh atau pengangkat beban yang kuat, namun jika tidak memiliki mobilitas atau kendali gerakan saat tubuh mulai lelah, bagian tubuh lain akan memaksakan kompensasi dan di situlah risiko cedera dapat muncul,” ungkap Dr. Tommy Coltman, M.D.
Oleh karena itu, persiapan yang matang menjadi kunci utama sebelum menjajal ajang kompetisi ini. Para ahli menyarankan agar calon peserta membangun fondasi kekuatan fisik secara bertahap, melatih mobilitas sendi, serta menyertakan waktu pemulihan yang cukup di dalam rutinitas harian. Melalui pendekatan latihan yang cermat, olahraga ini bukan hanya sekadar ajang uji ketahanan diri, melainkan juga sarana untuk membakar kalori, membentuk massa otot, dan meningkatkan kesehatan jantung secara optimal.
Bagaimana, apakah 8 tantangan fisik dalam ajang kebugaran ini cukup menggugah semangat untuk segera beranjak dan memulai pola hidup yang lebih aktif? (Gdi)





