Menembus Ujung Timur Jawa, Tol Prosiwangi Siap Membawa Deru Ekonomi Baru dari Kraksaan

Salah satu ruas Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Seksi 1 dan Seksi 2. Kementerian PU

WANITAINDONESIA.CO – Impian masyarakat untuk menikmati perjalanan mulus tanpa hambatan hingga ke gerbang paling timur Pulau Jawa kini semakin mendekati kenyataan. Pengoperasian jalur tol terbaru yang membelah kawasan Tapal Kuda siap mengubah wajah mobilitas warga, memangkas waktu tempuh, sekaligus membuka keran kesejahteraan baru yang selama ini menanti untuk dioptimalkan.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara resmi menyiapkan pengoperasian Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Seksi 1 dan Seksi 2. Jalur sepanjang 24 kilometer yang membentang dari Suko hingga Kraksaan tersebut telah rampung dikerjakan secara menyeluruh dan mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO). Kehadirannya menjadi angin segar bagi kelancaran arus barang dan manusia di wilayah Jawa Timur.

Pengoperasian ruas tol ini bukan sekadar urusan penyediaan aspal mulus untuk kendaraan berkecepatan tinggi. Lebih dari itu, infrastruktur ini dirancang sebagai penggerak utama pertumbuhan kawasan yang selama ini membutuhkan percepatan aksesibilitas.

Baca Juga :  Riak Inflasi Mei Mulai Sentuh Kantong Belanja Masyarakat

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa keberadaan jalur bebas hambatan ini memegang peranan kunci dalam memperkuat daya saing wilayah serta menekan biaya logistik nasional. Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi skala besar selalu membawa dampak berantai yang sangat luas bagi masyarakat sekitar.

“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” ujar Dody Hanggodo di Jakarta.

Secara keseluruhan, proyek megah Jalan Tol Prosiwangi memiliki bentangan panjang mencapai 175,40 kilometer. Pembangunannya dikelola oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi selaku badan usaha jalan tol (BUJT) dan terbagi ke dalam tujuh seksi pembangunan. Rangkaian tersebut dimulai dari Seksi 1 Suko ke Kraksaan sepanjang 12,8 kilometer, berlanjut ke Seksi 2 Kraksaan menuju Paiton sepanjang 11,2 kilometer.

Baca Juga :  Tahun 2025, FIF Bukukan Laba Bersih Rp4,63 Triliun, Tumbuh Positif di Tengah Tantangan Ekonomi

Langkah percepatan terus membayang di jalur berikutnya. Seksi 3 yang menghubungkan Paiton hingga Besuki sepanjang 25,6 kilometer saat ini tengah menjalani proses Uji Laik Fungsi Operasi (ULFO). Sementara itu, empat seksi selebihnya—mulai dari Besuki, Situbondo, Asembagus, Bajulmati, hingga berakhir di Ketapang—akan menyambung seluruh jaringan hingga ke pintu penyeberangan menuju Pulau Bali.

Terhubungnya koridor ini diyakini akan menghidupkan denyut perekonomian kawasan Tapal Kuda. Akses transportasi yang kian cepat dan efisien bakal membuka peluang besar bagi perkembangan kawasan industri baru, memperlancar pusat distribusi barang, serta mempermudah wisatawan menjangkau berbagai destinasi wisata unggulan di Banyuwangi dan wilayah sekitarnya.

Baca Juga :  Inspirasi ShopeePay agar tetap Produktif

Langkah masif ini juga menjadi bagian mendasar dari transformasi Pekerjaan Umum 608 (PU608). Transformasi tersebut berfokus pada peningkatan efisiensi ekonomi dan pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen melalui penurunan Rasio Efisiensi Investasi Modal (ICOR / Incremental Capital Output Ratio), peningkatan produktivitas kerja, serta pemerataan pembangunan yang berkeadilan di segenap penjuru daerah.

Kini, terbentangnya jalur bebas hambatan di Ujung Timur Jawa bukan lagi sekadar impian di atas kertas. Saat roda kendaraan mulai bergulir menyusuri ribuan meter aspal baru Tol Prosiwangi, di sinilah babak baru kemajuan ekonomi, kelancaran distribusi, dan kemudahan konektivitas Jawa–Bali resmi dimulai. (Gdi)