
WANITAINDONESIA.CO – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasi, M.For, MARS, bersama tim kerja melaksanakan kegiatan koordinasi pendistribusian program Makanan Bergizi Gratis bagi ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui) dan balita non PAUD (MBG 3B) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Senin (19/01/2026), di Denpasar.
Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan distribusi MBG 3B berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai standar pemenuhan gizi. Koordinasi dilakukan dengan melibatkan SPPG di masing-masing wilayah sasaran serta petugas lini lapangan di bawah Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, yakni Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang mewilayahi desa terkait.
Koordinasi pertama dilaksanakan di Desa Sumerta Kauh, Banjar Pagan Tengah, Kecamatan Denpasar Timur. SPPG Polda Bali yang mewilayahi daerah ini mulai melaksanakan distribusi MBG 3B pada 19 Januari 2026. Pada tahap awal, pendistribusian MBG 3B menyasar 32 penerima manfaat, terdiri atas 31 balita dan satu ibu hamil.

Made Mendra Arsana, Kepala SPPG Polda Bali menyatakan kesiapan SPPGnya dalam mendukung pelaksanaan program. “Kami memastikan seluruh proses penyediaan dan pendistribusian MBG 3B memenuhi standar gizi dan keamanan pangan. Koordinasi dengan Kemendukbangga/BKKBN serta petugas lini lapangan menjadi kunci agar layanan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh sasaran,” katanya.
Koordinasi juga dilakukan di Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara. SPPG Dangin Puri Kangin telah beroperasi sejak 22 Desember 2025 dan saat ini melayani 315 penerima MBG 3B, terdiri dari 16 sasaran ibu hamil, 27 sasaran ibu menyusui dan 272 balita non PAUD yang tersebar di tujuh banjar.
Gede Ngurah Devin Indra Kusuma, Kepala SPPG Dangin Puri Kangin menegaskan komitmen SPPG dalam mendukung percepatan perbaikan gizi masyarakat.
“SPPG Dangin Puri Kangin berkomitmen memberikan layanan MBG 3B secara konsisten dan berkualitas. Melalui koordinasi yang kuat dengan Kemendukbangga/BKKBN dan pendamping keluarga, kami optimistis program ini dapat berkontribusi nyata dalam upaya pencegahan stunting,” ujarnya. (Srv)




