
WANITAINDONESIA.CO – Masjid Al Ikhlas resmi berdiri di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, dan diharapkan menjadi pusat penguatan pendidikan keagamaan sekaligus kegiatan sosial bagi masyarakat sekitar.
Peresmian masjid ini menandai komitmen untuk menghadirkan ruang ibadah yang berperan aktif dalam kehidupan umat.Presiden Direktur Agung Sedayu Group, Letjen Marinir (Purn) Dr. Nono Sampono, menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial dan pendidikan yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurut Nono, konsep Masjid Al Ikhlas dirancang dengan meneladani peran masjid pada masa Rasulullah SAW, yang menjadi pusat pembinaan umat, penguatan solidaritas sosial, serta pengembangan pendidikan masyarakat.
“Masjid ini kami harapkan bisa menjadi ruang ibadah sekaligus ruang pembelajaran dan kegiatan sosial. Nilai-nilai kemanusiaan harus tumbuh dari masjid dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya saat peresmian, Kamis (15/1/2026).
Untuk mendukung peran tersebut, pengelola telah menyiapkan berbagai program keumatan. Kegiatan yang direncanakan antara lain pendidikan keagamaan, musabaqah tilawatil Quran (MTQ), serta beragam perlombaan bernuansa religius. Program-program ini ditujukan untuk meningkatkan partisipasi umat dan menjadikan masjid lebih hidup.
Selain itu, Masjid Al Ikhlas juga akan dilengkapi dengan fasilitas manasik haji sebagai sarana pembinaan dan edukasi bagi calon jamaah. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu umat memahami praktik ibadah haji secara lebih baik dan terarah.
Nono menambahkan, setelah diresmikan, pengelolaan masjid sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat dan pengurus setempat. Menurutnya, keberlanjutan dan kemakmuran masjid sangat bergantung pada keterlibatan aktif umat.
“Kami membangun sesuai kebutuhan masyarakat. Selanjutnya, masjid ini akan dimakmurkan oleh jamaah dan pengurusnya sendiri,” katanya.
Ia berharap Masjid Al Ikhlas dapat menjadi ruang silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menjadi pusat kegiatan ibadah, sosial, dan pendidikan yang tumbuh dari dan untuk masyarakat sekitar.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut Masjid Al Ikhlas sebagai “rumah kemanusiaan”. Ia berharap keberadaan masjid ini mampu memberikan manfaat luas bagi warga sekitar melalui berbagai fasilitas dan kegiatan yang telah disiapkan. (ver)




