Lenzing Kolaborasi dengan Marchi & Fildi S.p.A Hadirkan Serat Daur Ulang Premium TENCEL™ Lyocell

Recycled natural fibers MAGGIA fabrics

Wanitaindonesia.co, Lenzing, Austria – Lenzing Group, salah satu pemasok terkemuka serat selulosa regenerasi (serat buatan) untuk industri tekstil dan nonwoven, memperkenalkan inovasi campuran kain yang menjawab tantangan besar dalam dunia mode, yakni bagaimana menjaga kualitas premium seraya menggunakan bahan daur ulang dalam jumlah besar. Melalui kolaborasi strategis dengan para mitra manufaktur kenamaan, Lenzing berhasil menunjukkan bagaimana serat TENCEL™ Lyocell yang diproduksi secara bertanggung jawab[1] dan efisien[2] dapat mengubah kualitas serat alami daur ulang yang tidak konsisten menjadi kain berkualitas tinggi yang layak secara komersial.

Inovasi ini, yang dikembangkan bersama beberapa mitra manufaktur seperti Marchi & Fildi S.p.A (produsen benang), Maglificio Maggia (produsen rajut), Destro Fabrics (produsen kain tenun), dan Madiva (produsen pakaian rajut), menunjukkan bagaimana serat TENCEL™ Lyocell – LF, TENCEL™ Lyocell – LFH, dan TENCEL™ Lyocell – A100 mampu mengatasi masalah kualitas yang tidak merata dan ketidakteraturan yang sering terjadi pada serat alami daur ulang.

“Semakin banyak merek yang berkomitmen menggunakan bahan daur ulang, tetapi mereka masih mencari cara agar kualitas tetap terjaga,” kata Carlo Covini, Manajer Tekstil Lenzing untuk Italia dan Swiss. “Dengan menggabungkan keunggulan serat TENCEL™ Lyocell kami1,2 dengan kapas, sutra, dan wol daur ulang, kami berhasil mengatasi masalah kualitas yang sering menjadi hambatan. Ini bukan hanya inovasi material, tapi juga langkah maju bagi merek-merek untuk mendukung industri mode yang sirkular sambil tetap memberikan kualitas premium yang diinginkan konsumen.”

Pemilihan serat yang tepat membuka potensi bahan daur ulang

Pendekatan yang dilakukan Lenzing memanfaatkan berbagai varian serat TENCEL™ Lyocell, termasuk yang menggunakan teknologi Micro[3] ,untuk mengatasi tantangan khusus pada bahan daur ulang. Serat TENCEL™ Lyocell – LF dan TENCEL™ Lyocell – LFH dirancang dengan sifat low-fibrillating agar lebih lembut dan stabil selama proses produksi, sementara serat non-fibrillating pada produk TENCEL™ Lyocell – A100 memungkinkan warna menyerap dengan lebih baik dan bekerja optimal untuk produk rumah tangga maupun kebutuhan lainnya. Keunggulan ini sangat membantu saat menggunakan serat daur ulang yang sering memiliki kualitas tidak merata.

Baca Juga :  Lenzing Bersama OceanSafe Hadirkan Terobosan Tekstil Performa dengan Teknologi TENCEL™ Lyocell A100 & naNea

Pendekatan yang tepat ini telah menghasilkan berbagai contoh pengaplikasian, seperti: Kain rajut premium yang menggabungkan TENCEL™ Lyocell – A100 dengan sutra, wol, atau kasmir daur ulang. Kain pakaian serbaguna yang memadukan TENCEL™ Lyocell – LF dengan berbagai persentase kapas daur ulang. ROICA™ V550[4], bahan elastis ramah lingkungan bersertifikasi Cradle to Cradle™, dikombinasikan dengan serat TENCEL™ dan bahan daur ulang untuk menciptakan bahan performa tinggi pertama di dunia.

“Inisiatif ini membantu kami meningkatkan keahlian dalam mendaur ulang serat secara mekanis,” kata Alberto Grosso, Business Development Manager Marchi & Fildi Group. “Bekerja sama dengan perusahaan internasional ternama untuk mengeksplorasi potensi baru penggunaan serat daur ulang adalah kesempatan luar biasa bagi kami untuk memperluas pilihan benang yang sesuai dengan kebutuhan pasar tertentu.”

“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Lenzing dalam inisiatif ini, karena upaya yang melibatkan rantai pasok biasanya paling berhasil,” kata Giovanna Maggia, Direktur Maglificio Maggia. “Kesempatan menggabungkan sutra daur ulang dengan TENCEL™ adalah peluang besar untuk menghadirkan produk yang berkelanjutan sekaligus mewah. Kami berharap upaya ini mendapat apresiasi dari berbagai merek.”

Alberto Ottocento, Manajer Penjualan Destro Fabrics, menambahkan: “Destro memiliki peran penting dalam koleksi ini, dan kami berkomitmen menggunakan bahan daur ulang, termasuk kapas dan benang polyester. Berkat kerja sama dengan Lenzing, kami dapat memperluas koleksi kami dengan menggabungkan serat TENCEL™ daur ulang dengan kapas daur ulang kami. Hasilnya adalah kain daur ulang yang lebih lembut, nyaman, dan memiliki tekstur memukau.”

Baca Juga :  Lenzing Bersama OceanSafe Hadirkan Terobosan Tekstil Performa dengan Teknologi TENCEL™ Lyocell A100 & naNea

Sementara itu, Paola Botta, Manajer Produksi Madiva, mengatakan, “Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari upaya inovatif ini bersama Lenzing dan Marchi & Fildi. Kami percaya bahwa penelitian dan inovasi berkelanjutan sangat penting, dan kami senang dapat menyumbangkan keahlian serta mesin khas Italia kami untuk menciptakan benang-benang berkualitas tinggi.”

Paola menambahkan bahwa dua proses pengujian dilakukan dengan komposisi berbeda. Satu proses menggunakan 70% TENCEL™ Lyocell dan 30% kapas daur ulang mentah, sementara yang lainnya menggunakan 50% TENCEL™ Lyocell dan 50% kapas daur ulang mentah. Keduanya dirancang untuk proses pewarnaan kain. Hasilnya adalah kain rajut yang padat dengan berat akhir 120 g/m², dibuat menggunakan benang dengan ukuran 1/50.000.

“Inti pekerjaan kami adalah menggabungkan keahlian kerajinan Italia dengan mitra kami untuk menghasilkan kain berkualitas tinggi,” pungkas Paola.

Keberlanjutan tanpa mengorbankan kualitas

Kerja sama ini membuktikan bahwa bahan daur ulang tetap bisa berkualitas tinggi. Dengan menggabungkan serat alami daur ulang dan serat TENCEL™ Lyocell yang terbuat dari kayu[5] yang ramah di kulit[6] dan juga lingkungan2,[7], kain yang dihasilkan tidak hanya berkelanjutan tetapi juga memiliki performa premium.

Pendekatan ini secara khusus mengatasi tantangan penggunaan bahan daur ulang dalam skala besar. Biasanya, serat daur ulang hanya digunakan dalam jumlah yang sedikit karena masalah kualitas. Namun, campuran ini tetap berkualitas tinggi meskipun menggunakan 25% hingga 50% bahan daur ulang, tergantung pada penggunaannya.

Inovasi kain ini akan dipamerkan oleh Lenzing di acara Milano Unica pada 8–10 Juli 2025, Italia. Pameran ini mencerminkan visi besar Lenzing untuk mendorong kolaborasi inovatif di seluruh rantai nilai tekstil global.7 Ini membuktikan bahwa ketika teknologi serat dipadukan dengan keahlian(srv)

Baca Juga :  Lenzing Bersama OceanSafe Hadirkan Terobosan Tekstil Performa dengan Teknologi TENCEL™ Lyocell A100 & naNea

 

Ket:

[1] Sesuai dengan komitmen perusahaan terhadap perlindungan lingkungan dan pelestarian sumber daya, Lenzing hanya menggunakan kayu dan pulp (bubur kertas) dari sumber yang bersertifikat atau dikelola secara berkelanjutan. Dalam Kebijakan Kayu dan Pulp-nya, Lenzing berkomitmen untuk mendapatkan kayu dan pulp hanya dari sumber yang tidak kontroversial. Semua bahan yang digunakan memiliki sertifikasi FSC® (FSC-C041246) atau PEFC (PEFC/06-33-92).

[2] Serat LENZING™ Lyocell diproduksi dengan emisi karbon dan konsumsi air setidaknya 50 persen lebih rendah dibandingkan dengan lyocell biasa (tanpa merek). Hasil ini dihitung berdasarkan standar LCA (ISO 14040/44) dan tersedia melalui Higg Materials Sustainability Index (MSI) versi 3.10 (April 2025).

[3] Serat TENCEL™ terbaik diproduksi dengan teknologi Micro untuk memberikan sentuhan yang lebih lembut. Serat TENCEL™ dengan teknologi Micro memiliki ukuran serat (titer) yang sama atau lebih kecil dari 1,0 dtex.

[4] https://www.asahi-kasei.co.jp/fibers/en/roica/specialities/pdf/roica_v550.pdf

[5] Kayu yang digunakan sebagai bahan baku untuk semua serat TENCEL™ berasal dari sumber kayu yang bersertifikat (FSC® (FSC-C041246) atau PEFC (PEFC/06-33 92)) atau dari sumber yang terkontrol.

[6] Struktur serat LENZING™ Lyocell memungkinkan penyerapan dan pelepasan kelembapan. Pada produk tekstil akhir, kemampuan ini membantu menjaga kulit tetap kering dan menciptakan rasa nyaman dengan mengatur suhu tubuh pemakainya.

[7] Untuk mendukung industri tekstil dan nonwoven global yang berkelanjutan, Lenzing menerapkan tiga prinsip strategis dalam strategi keberlanjutannya yang disebut “Naturally Positive.” Strategi ini berfokus pada membuat rantai nilai lebih ramah lingkungan, mendorong perubahan sistemik, dan memperkuat ekonomi sirkular melalui kerja sama dengan mitra utama di industri, seperti Textile Exchange, Cascale, Canopy, Together for Sustainability, Renewable Carbon Initiative, dan UN Global Compact.