WANITAINDONESIA.CO — Perjalanan melintasi zona waktu sering kali menyisakan rasa lelah luar biasa yang dikenal sebagai mabuk pascaterbang (jet lag). Kondisi gangguan ritme sirkadian (circadian rhythm) ini memicu rasa kantuk berlebih di siang hari, sulit tidur di malam hari, hingga gangguan pencernaan. Dalam laporan kesehatan yang dilansir dari EatingWell, para ahli menekankan bahwa kesalahan terbesar yang paling sering dilakukan saat mengalami mabuk pascaterbang adalah memaksakan diri untuk tidur siang terlalu lama di luar jadwal tidur lokal.
Tindakan tidur siang berdurasi panjang justru mengacaukan jam biologis tubuh yang sedang berusaha beradaptasi dengan waktu di tempat tujuan. Pakar kesehatan tidur, Dr. Michael Breus, Ph.D., menjelaskan bahwa tidur siang yang melebihi 30 menit akan membawa tubuh masuk ke fase tidur nyenyak. Situasi ini membuat tubuh terasa semakin linglung saat terbangun dan menyulitkan mata terpejam ketika malam tiba. Dr. Michael Breus menyarankan untuk membatasi tidur siang maksimal 20 hingga 30 menit saja apabila rasa kantuk sudah tidak tertahankan, atau sebisa mungkin menahannya hingga waktu tidur malam tiba di lokasi setempat.
Pengaturan ritme sirkadian tubuh tidak hanya bergantung pada jam tidur, tetapi juga dipengaruhi oleh paparan cahaya serta pola konsumsi harian. Konsumsi kafeina dan alkohol saat tubuh sedang memulihkan diri dari efek penerbangan sangat tidak dianjurkan. Kedua zat tersebut bersifat dehidrasi dan dapat memperburuk kualitas tidur yang sudah terganggu. Sebaliknya, meningkatkan asupan air putih sangat penting untuk menjaga kelembapan tubuh akibat paparan udara kering di dalam kabin pesawat.
Menyelaraskan waktu makan dengan jam lokal juga menjadi strategi penting untuk mempercepat pemulihan jam biologis. Selain itu, paparan sinar matahari pagi di tempat tujuan dapat membantu mengirimkan sinyal alami ke otak bahwa hari telah dimulai. Langkah-langkah penyesuaian ini membantu tubuh beradaptasi lebih cepat tanpa perlu mengalami keletihan berkepanjangan.
Menikmati momen perjalanan di tempat baru tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan apabila kondisi fisik tetap prima. Dengan menghindari kebiasaan tidur siang berlebihan dan mengolah pola hidup sesuai ritme setempat, tubuh dapat kembali bugar untuk menjalani seluruh agenda kegiatan dengan maksimal. (Gdi)





