< Ketebalan Dinding Rahim Punya Pengaruh pada Keberhasilan Promil - Wanita Indonesia <
GAYA HIDUP

Ketebalan Dinding Rahim Punya Pengaruh pada Keberhasilan Promil

wanitaindonesia.co – Terlalu tipis atau terlalu tebal bisa berpengaruh pada menempelnya embrio. Banyak faktor yang ditentukan pada kesehatan organ reproduksi untuk bisa hamil. Salah satunya adalah ketebalan dinding rahim yang tepat.

Pada perempuan yang masih aktif dan belum memasuki masa menopause, terjadi fluktuasi ketebalan dinding rahim yang memengaruhi siklus menstruasi.

Dilansir dari RSNA, penebalan dinding terjadi sebelum menstruasi dan akan berada di ketebalan paling minim adalah saat menstruasi.

Lalu, apakah ketebalan dinding rahim punya pengaruh pada promil? wanitaindonesia.co akan merangkumkannya untuk Mama.

1. Ketebalan dinding rahim dalam 1 siklus menstruasi

1. Ketebalan dinding rahim dalam 1 siklus menstruasi

theestablishment.co

Lapisan dinding rahim paling tipis adalah saat kamu mengalami menstruasi. Ketebalannya sekitar 2-4 mm di masa itu. Sedangkan di hari setelah mens, dinding tersebut mulai menebal yaitu antara 5-7 mm.

Dilansir dari Obstetrics & Gynaecology, dari masa setelah menstruasi sampai menjelang di siklus selanjutnya, ketebalan dinding rahim akan bertambah setidaknya hingga 11 mm. Nah, dinding rahim paling tebal adalah saat sebelum menstruasi yaitu mencapai 14 mm.

Penebalan dan penipisan ini kerap terjadi setiap bulan. Jika tubuh mengenali bahwa tidak ada pembuahan yang terjadi, maka darah yang menempel di dinding akan luruh dan menjadi menstruasi.

2. Ketebalan dinding rahim yang ideal untuk hamil

2. Ketebalan dinding rahim ideal hamil

Freepik/prostooleh

Memiliki ketebalan dinding rahim yang tepat sangat penting untuk menentukan keberhasilan pembuahan.

Dilansir dari obgyn.onlinelibrary.wiley.com, disebutkan bahwa ketebalan yang tepat untuk menempatkan embrio saat IVF adalah lebih dari 7 mm.

Sedangkan menurut Advanced Fertility, ketebalan antara 8-13 masih bisa ditoleransi untuk menempatkan embrio, atau terjadinya kehamilan secara alami atau inseminasi.

Namun, ketebalan di bawah 6 mm bisa menjadi masalah karena bisa menurunkan kesempatan hamil yang berhasil.

 

3. Fungsi dinding rahim dengan tebal yang tepat

3. Fungsi dinding rahim tebal tepat

Freepikt/tirachardz

Ditengok dari Medical News Today, ketebalan dinding rahim yang tepat sangat penting karena bisa membantu embrio bertahan hidup di awal kehamilan.

Menurut para praktisi kesehatan, untuk mendapat kehamilan yang sehat dan aman, sebaiknya tidak memiliki dinding rahim yang terlalu tipis atau terlalu tebal.

Dengan begitu, embrio bisa menempel pada dinding dengan sukses dan tidak mudah lepas. Di dinding ini pula, janin akan mendapat semua nutrisi yang dibutuhkannya.

Seiring dengan bertambahnya umur kehamilan, dinding rahim akan semakin menebal dan itu adalah hal yang wajar.

4. Penyebab dinding rahim terlalu tebal atau tipis

4. Penyebab dinding rahim terlalu tebal atau tipis

Femininelounge.com

Siklus penebalan dan penipisan dinding rahim kerap terjadi setiap bulan dan itu merupakan hal normal. Yang tidak normal adalah dinding tetap tipis di saat sudah selesai mens, atau malah terlalu tebal saat sedang mens.

Selain itu, ada juga penyakit endometrium hyperplasia. Dilansir dari The American College of Obstetricians and Gynecologist, ini adalah penyakit di mana dinding uterus jadi terlalu tebal dari ukuran normalnya.

Meski tidak banyak kasus terjadi, namun hal ini bisa menyebabkan kanker serviks.

Faktor lain yang membuat dinding rahim terlalu tebal atau terlalu tipis menurut Medical News Today adalah:

  • Obesitas
  • Terapi penggantian hormon
  • Tamoxifen
  • Darah tinggi kronis
  • Polip di endometrium
  • Diabetes
  • Inflamasi
  • Pengobatan tertentu
  • Masalah pada endometrium

5. Gejala yang harus diperhatikan

5. Gejala harus diperhatikan

Pexels/Andrea Piacquadio

Masih dari Medical News Today, ada beberapa cara yang bisa jadi tanda gejala kamu mengalami masalah ketebalan dinding rahim.

Beberapa di antaranya adalah mengalami pendarahan setelah menopause, menstruasi dengan flow yang terlalu banyak, siklus menstruasi berantakan, dan pendarahan di antara 2 siklus menstruasi.

Untuk pengobatannya biasanya akan diberikan suntikan hormon progesteron selama beberapa waktu. Selain itu, ada juga cara pengobatan lain yaitu dengan menyeimbangkan hormon estrogen, menggunakan plasenta yang disimpan, dan pengobatan untuk meningkatkan aliran darah di tubuh.

Jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, jangan ragu untuk mendatangi dokter terkait karena semakin cepat diperbaiki, maka kesempatan hamil pun jadi makin tinggi. (wi)

Menampilkan lebih banyak

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button