
FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan bahwa ketahanan bangsa tidak dapat dipisahkan dari kekuatan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam Forum Nasional Perempuan di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Dalam sambutannya yang mewakili Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, Arifah menyampaikan bahwa konsep ketahanan bangsa saat ini tidak lagi terbatas pada aspek pertahanan negara semata. Ia menekankan bahwa ketahanan juga mencakup dimensi sosial, ekonomi, budaya, hingga kualitas hubungan dalam keluarga.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa ketahanan bangsa tidak bisa dilepaskan dari kualitas relasi dalam keluarga. Jika keluarga kuat, maka masyarakat akan kuat, dan pada akhirnya bangsa menjadi tangguh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arifah menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas keluarga melalui berbagai kebijakan pembangunan nasional. Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan keluarga yang sehat, harmonis, dan berdaya.
Menurutnya, keluarga yang berkualitas akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan yang berdaya serta keterlibatan laki-laki dalam pengasuhan sebagai fondasi utama dalam membangun keluarga yang kuat.
“Keluarga memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan bermasyarakat, termasuk kesetaraan gender dan perlindungan anak,” katanya.
Arifah turut menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi kunci dalam membangun ketahanan bangsa. Ia menyatakan bahwa pemberdayaan perempuan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan dalam pembangunan nasional.
“Ketahanan bangsa dimulai dari keluarga dan perempuan adalah kuncinya. Tidak ada pembangunan yang berkualitas tanpa kesetaraan gender,” tegasnya. (IIT)




