Kepulangan Tiga Satria Perdamaian dari Lebanon Disambut Isak Tangis dan Penghormatan Negara

Tangkapan layar tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon. HO-KBRI Beirut.

WANITAINDONESIA.CO – Langit Bandara Soekarno-Hatta sore ini terasa lebih kelabu. Di tengah hiruk-pikuk jadwal penerbangan, sebuah keheningan yang mencekam menyelimuti area Terminal VVIP. Hari ini, Indonesia menjemput pulang tiga putra terbaiknya yang gugur dalam misi mulia menjaga perdamaian dunia di Lebanon Selatan.

Tiga prajurit kebanggaan bangsa, Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon, kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Namun, mereka tidak pulang dengan senyum kemenangan seperti biasanya, melainkan dalam balutan bendera Merah Putih di dalam peti jenazah.

Baca Juga :  Tiga Prajurit Terbaik Gugur di Lebanon, Jutaan Doa Mengalir dari Jantung Jakarta

Guna memastikan prosesi kepulangan berjalan khidmat, Kepolisian Resor Kota Bandara Soekarno-Hatta mengerahkan 90 personel gabungan.

Terkait hal itu Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Wisnu Wardana, menyatakan bahwa seluruh titik jalur perlintasan, mulai dari kedatangan hingga lokasi upacara di Terminal VVIP, telah dijaga ketat oleh sinergi Polri, TNI, dan Avsec.

“Kami mempersiapkan pengamanan terbaik untuk menyambut kedatangan pahlawan kita. Situasi bandara dipastikan aman dan kondusif agar prosesi penghormatan terakhir berjalan lancar,” ujar Wisnu, Sabtu.

Ketiga jenazah diterbangkan dari Istanbul, Turki, menggunakan pesawat Turkish Airlines TK 056 dan dijadwalkan mendarat pada pukul 17.35 WIB. Keseriusan negara dalam menghargai jasa para prajurit ini terlihat dari rencana kehadiran Presiden RI, Prabowo Subianto, yang dijadwalkan memimpin langsung upacara penyambutan dan persemayaman di Terminal 3 VVIP.

Baca Juga :  Terima Kasih Masyarakat Indonesia, Bersama Dompet Dhuafa Bantuanmu Menuju Palestina

Kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut menjadi simbol dukungan moril yang besar bagi keluarga yang ditinggalkan, sekaligus pengakuan atas pengabdian tanpa batas yang telah diberikan oleh ketiga almarhum di bawah bendera UNIFIL.

Tragedi ini bermula pada Minggu (29/3), saat posisi kontingen Indonesia di Adchit Al Qusayr, Lebanon, terkena tembakan artileri.

Baca Juga :  Serangan Israel dan Agama Mayoritas di Lebanon: Konflik yang Memanas di Timur Tengah

Sebelumnya, pada Kamis (2/4), penghormatan internasional telah diberikan kepada mereka dalam upacara memorial di Beirut yang dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara.

Setelah prosesi di Soekarno-Hatta, jenazah akan diberangkatkan menuju Lanud Halim Perdanakusuma untuk disemayamkan sejenak, sebelum akhirnya diterbangkan ke kampung halaman masing-masing untuk dimakamkan secara militer.

Kepulangan mereka meninggalkan luka yang dalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan seluruh rakyat Indonesia. Selamat jalan, para ksatria perdamaian. Pengabdianmu akan selalu terpatri di hati bangsa. (Gdi)