Kawal Aktivitas Kenegaraan, Posko Listrik Istana Wapres Resmi Beroperasi

Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Wakil Presiden, Sapto Harjo Wahjoe Sedjati, melakukan penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya Posko Istana Wakil Presiden Jakarta. Peresmian posko ini menjadi wujud sinergi antara PLN dan Sekretariat Wakil Presiden dalam memperkuat keandalan pasokan listrik pada kawasan VVIP kenegaraan.

WANITAINDONESIA.CO – Di balik megahnya Istana Wakil Presiden dan deretan rumah dinas para menteri di jantung ibu kota, ada denyut nadi aktivitas kenegaraan yang tidak boleh terhenti barang sedetik pun. Setiap keputusan penting dan pelayanan publik yang digerakkan dari kawasan ini membutuhkan sokongan energi yang tangguh. Menyadari krusialnya kebutuhan tersebut, sebuah langkah strategis baru saja diresmikan untuk memastikan wilayah ring satu ini selalu terang benderang tanpa kedip.

Langkah nyata itu ditandai dengan beroperasinya Posko Siaga Istana Wakil Presiden Jakarta. Kehadiran posko ini menjadi garda terdepan dalam memperkuat keandalan pasokan listrik di kawasan kenegaraan, mencakup Istana Wakil Presiden, Rumah Dinas Wakil Presiden, hingga kediaman resmi para menteri kabinet. Keberadaan fasilitas ini menjadi bukti komitmen kuat dalam menjaga kelancaran seluruh roda pemerintahan agar dapat berlangsung tanpa gangguan teknis.

Acara peresmian posko dihadiri oleh pemangku kepentingan dari kedua belah pihak. Tampak hadir General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, didampingi jajaran Senior Manager. Turut mendampingi pula Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Menteng Hendratua P. Manurung, serta Manajer PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jakarta Dwi Arya Yudha. Sementara itu, dari Sekretariat Wakil Presiden diwakili langsung oleh Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjo Wahjoe Sedjati beserta jajarannya.

Berlokasi strategis di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, posko seluas sekitar 35 meter persegi ini berdiri tepat di kawasan Istana Wakil Presiden. Di sinilah pusat pelayanan teknik dan pengendalian sistem kelistrikan berpusat. Untuk menjamin kesiapan penuh, posko ini diperkuat oleh 18 personel siaga yang terdiri atas 16 petugas pelayanan teknik, satu orang koordinator, serta satu petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Seluruh tim ini berjaga secara bergantian selama 24 jam penuh demi mengawal keandalan energi di kawasan paling strategis di Indonesia.

Apresiasi mendalam pun mengalir dari pihak istana. Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Wakil Presiden, Sapto Harjo Wahjoe Sedjati, menyampaikan bahwa infrastruktur kelistrikan yang andal merupakan pilar penting dalam menyokong agenda-agenda besar negara.

“Kami berharap kehadiran Posko Istana Wakil Presiden Jakarta ini dapat semakin meningkatkan keandalan pasokan listrik di lingkungan Istana Wakil Presiden dan sekitarnya. Posko ini menjadi wujud nyata sinergi antara PLN dan Sekretariat Wakil Presiden dalam mendukung pelaksanaan tugas serta pelayanan kenegaraan secara optimal,” ungkap Sapto Harjo Wahjoe Sedjati dengan penuh optimisme.

Dari sudut pandang operasional, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan bahwa wilayah ini mendapatkan perhatian khusus melalui sistem pertahanan kelistrikan yang berlapis. Kawasan Istana Wakil Presiden kini ditopang oleh skema pasokan listrik utama dan cadangan yang diatur melalui sistem sakelar pengalih otomatis (Automatic Change Over/ACO). Tidak hanya itu, PLN juga menyiagakan sejumlah perangkat suplai daya bebas gangguan (Uninterruptible Power Supply/UPS) berkapasitas 30 kVA, 40 kVA, dan 60 kVA demi menjaga kontinuitas aliran listrik tanpa jeda pada beban-beban paling kritis.

“Keandalan pasokan listrik di kawasan Istana Wakil Presiden merupakan bagian dari tanggung jawab PLN dalam mendukung kelancaran operasional pemerintahan dan pelayanan kenegaraan. Melalui Posko Istana Wakil Presiden Jakarta, kami menghadirkan pengawasan yang lebih dekat, respons yang lebih cepat, serta penguatan sistem kelistrikan agar seluruh aktivitas pemerintahan dan pelayanan kenegaraan dapat berlangsung dengan lancar,” jelas Moch. Andy Adchaminoerdin.

Ia juga menambahkan bahwa lewat kombinasi penguatan infrastruktur, kesiapsiagaan personel, hingga pemanfaatan teknologi digital, standar layanan tertinggi akan terus diberikan demi mendukung kepentingan publik yang digerakkan dari pusat pemerintahan.

Melihat bagaimana teknologi kelistrikan modern dan kesiagaan manusia berpadu di Jalan Kebon Sirih, kita kini bisa melihat sisi lain dari kenyamanan birokrasi. Kehadiran posko siaga 24 jam ini seolah meyakinkan masyarakat luas bahwa di balik layar keputusan-keputusan besar bangsa, ada sistem energi yang bekerja dalam senyap, memastikan Indonesia tetap melangkah maju dalam terang yang benderang. (Gdi)