
WANITAINDONESIA.CO – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah RI untuk membuka akses yang terputus akibat bencana banjir bandang yang menimpa Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara diantaranya menggunakan jembatan bail
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangannya, Kamis, menyebut jembatan bailey merupakan jembatan darurat untuk menyambungkan jalur darat yang terputus akibat bencana banjir.
“Kehadiran jembatan bailey dapat membuka isolasi wilayah, memulihkan mobilitas warga, serta memastikan distribusi bantuan dapat kembali berjalan lancar,” kata Donny.
Apakah jembatan bailey itu serta berapa lama yang dibutuhkan untuk menginstalasinya? Berikut penjelasannya.
Jembatan Bailey merupakan jenis jembatan rangka baja portabel (bongkar pasang) dan prefabrikasi (sudah dibuat sebelumnya) yang dikembangkan oleh Inggris selama Perang Dunia II. Jembatan ini terkenal karena desain modularnya yang memungkinkan perakitan yang cepat dan mudah.
Tugas dan fungsi utama dari Jembatan Bailey adalah sebagai jembatan darurat atau sementara yang dapat dipasang dengan cepat di berbagai kondisi. Tugas utamanya meliputi: Pemulihan akses bencana menggantikan jembatan permanen yang rusak atau putus sehingga transportasi bisa pulih.
Untuk tujuan militer biasanya digunakan unit zeni (teknik) untuk menyediakan penyeberangan cepat bagi kendaraan berat (termasuk tank) melintasi sungai atau jurang.
Jembatan ini juga mudah dibongkar dan dipasang sehingga bisa dipakai sebagai jalur alternatif (sementara) saat pembangunan atau perbaikan jembatan permanen sedang berlangsung.
Jembatan ini juga bisa mempercepat distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan ke daerah terisolasi. Keunggulan utamanya adalah konstruksi yang kuat, terdiri atas komponen-komponen yang dapat diangkut dengan truk dan dirakit tanpa memerlukan alat berat khusus atau alat-alat yang kompleks (cukup dengan tenaga manual dan perkakas tangan sederhana).
Estimasi instalasi jembatan bailey sangat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti panjang dan kompleksitas. Semakin panjang bentang (span) dan semakin kompleks konfigurasi rangkanya, semakin lama waktu yang dibutuhkan.
Kemudian juga bergantung kepada kondisi di lapangan. Kondisi lokasi, seperti jenis tanah, lebar sungai, dan cuaca, sangat memengaruhi waktu persiapan dan perakitan. Selain itu juga ketersediaan tenaga Ahli dan peralatan, serta kru yang terampil dan peralatan yang memadai dapat mempercepat proses.
Dalam banyak kasus darurat, jembatan bailey standar (sekitar 30 meter) dapat dirakit dan siap digunakan dalam waktu 24 hingga 72 jam setelah material tiba di lokasi dan persiapan lapangan selesai. (Gdi)




