WANITAINDONESIA.CO – Saat ini olahraga jalan kaki dan lari (jogging) tengah menjadi tren di semua segmen usia. Salah satu hal terpenting dari kedua olahraga ini adalah penggunaan sepatu.
Tentunya jangan salah dalam memilih sepatu untuk lari atau jalan. Karena hal ini akan sangat menentukan kenyamanan dan menghindari risiko cedera bagi penggunanya.
Sepatu lari umumnya memiliki bantal (cushioning) lebih tebal dan lebih banyak terutama pada bagian tumit dan depan kaki yang bertujuan untuk meredam hentakan (impak) yang jauh lebih besar. Sedangkan sepatu jalan bantalannya lebih tipis tetapi lebih fleksibel karena difokuskan kepada kenyamanan bagi pemakainya.
Heel drop atau perbedaan ketinggian bagian tumit dengan depan pada sepatu lari umumnya lebih tinggi yang bertujuan mendorong kaki bergerak maju dan mengurangi tekanan pada tendon Achilles. Sedangkan sepatu jalan biasanya lebih rata karena umumnya pejalan kaki mendaratkan bagian tumit hingga telapak tengah kaki secara bersamaan dan minim hentakan.
Fleksibilitas pada sepatu lari umumnya berada di depan, tempat kaki menekuk saat meluncur ke depan. Sedangkan untuk sepatu jalan berada di bagian tengah dan jari-jari karena aktivitasnya banyak menekuk di bagian tersebut.
Stabilitas untuk sepatu lari dirancang memiliki kontrol pronasi (gerakan menggulir kaki ke dalam) atau supinasi, yang sangat penting untuk mencegah cedera saat lari. Sedangkan pada sepatu jalan umumnya lebih stabil dan kaku di bagian midfoot karena pejalan kaki membutuhkan lebih sedikit kontrol gerakan lateral.
Bobot pada sepatu lari lebih ringan untuk membantu efisiensi dan kecepatan dalam berlari. Sedangkan sepatu jalan biasanya lebih berat karena bertujuan untuk mempertahankan daya tahan.
Berikut tips dalam memilih sepatu lari dan sepatu jalan.
- Ukuran dan Kesesuaian. Pastikan ada jarak selebar ibu jari (sekitar 1 cm) antara jari kaki terpanjang Anda dan ujung sepatu. Sehingga wajib untuk mencoba sepatu sebelum membeli.
- Waktu Pengukuran. Beli sepatu di sore atau malam hari, karena kaki cenderung sedikit membengkak setelah beraktivitas.
- Coba dengan Kaus Kaki. Selalu coba sepatu dengan jenis kaus kaki yang biasa Anda gunakan saat berolahraga.
- Berjalan/Berlari Sedikit. Jangan hanya berdiri. Berjalan atau lari sedikit di toko untuk merasakan fit-nya. Tumit harus terasa terkunci tanpa tergelincir. (Gdi)

