
WANITAINDONESIA.CO – Sosok perempuan seringkali disebut sebagai menteri keuangan sekaligus manajer operasional dalam rumah tangga. Menyadari peran krusial tersebut, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta menghadirkan sebuah inisiatif segar bertajuk Kartini Smart Energy Class.
Perhelatan yang digelar di Kantor TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Senin, bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah gerakan literasi untuk mengubah cara pandang kaum ibu terhadap penggunaan energi listrik yang lebih modern dan efisien.
Ratusan peserta dari penggerak PKK se-Jakarta berkumpul untuk mendalami bagaimana teknologi listrik masa kini dapat mempermudah urusan domestik tanpa harus menguras kantong. Suasana semakin meriah dengan adanya sesi talkshow edukatif dan cooking demo yang mempraktikkan langsung penggunaan kompor induksi.
Agenda ini menjadi bukti nyata bahwa perempuan memiliki kendali penuh untuk menciptakan rumah tangga yang tidak hanya nyaman, tetapi juga aman dari risiko kelistrikan serta ramah bagi bumi.
Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Dewi Indriati Rano Karno, mengungkapkan bahwa transformasi gaya hidup harus dimulai dari sentuhan tangan perempuan. Menurutnya, pemahaman mengenai energi yang bijak sangat mendesak untuk dikuasai, mengingat hampir seluruh aktivitas harian keluarga saat ini sangat bergantung pada ketersediaan listrik.
Dia memandang perempuan sebagai garda terdepan yang mampu menularkan kebiasaan positif ini kepada anak-anak dan anggota keluarga lainnya.
“Perempuan, khususnya para ibu di lingkungan PKK, memiliki peran penting dalam mengedukasi keluarga terkait penggunaan energi yang cerdas dan efisien. Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan keluarga yang hemat energi dan ramah lingkungan,” ungkap Dewi Indriati Rano Karno dengan penuh optimisme.
Senada dengan semangat pemberdayaan tersebut, General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan bahwa PLN ingin menyentuh sisi aplikatif yang langsung berdampak pada kesejahteraan keluarga.
Baginya, edukasi energi tidak boleh terasa rumit. Sebaliknya, informasi tersebut harus bisa langsung dipraktikkan di dapur maupun ruang keluarga untuk menciptakan efisiensi biaya bulanan yang signifikan.
Komitmen PLN melalui kelas ini adalah memastikan setiap perempuan Jakarta memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengelola energi secara mandiri.
“Melalui Kartini Smart Energy Class, PLN ingin menghadirkan edukasi yang mudah dipahami dan aplikatif bagi masyarakat, khususnya perempuan. Kami berharap pengetahuan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan rumah tangga yang lebih hemat, aman, dan berkelanjutan,” tutur Moch. Andy Adchaminoerdin menjelaskan visi di balik program tersebut.
Kolaborasi berkelanjutan antara PLN dan TP PKK DKI Jakarta ini menjadi sinyal kuat bahwa gaya hidup berbasis smart energy bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan. Dengan perempuan yang kian melek teknologi dan energi, Jakarta selangkah lebih dekat menuju lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Mari jadikan setiap sudut rumah kita sebagai cerminan kecerdasan dalam mengelola energi, karena dari tangan ibu yang bijak, masa depan bumi yang lebih baik dimulai. (gdi)




