
WANITAINDONESIA.CO – Lebaran sebentar lagi! Suasana kemenangan mulai terasa, dan satu ikon yang tak pernah absen dari meja makan adalah Ketupat. Namun, tahukah Anda bahwa butiran beras di dalam anyaman janur ini bukan sekadar pengganti nasi? Ada makna mendalam dan sejarah panjang yang menyertainya.
Rangkuman referensi dari H.J. de Graaf dalam buku “Malay Annuals” (Sejarah Masuknya Islam di Jawa) serta Catatan Sejarah Kuliner Nusantara (Sunan Kalijaga & Budaya Jawa) menyebutkan tradisi ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga pada abad ke-15 hingga ke-16. Beliau menggunakan ketupat sebagai sarana dakwah untuk membumikan ajaran Islam di tanah Jawa.
Ketupat menjadi simbol dari dua tradisi pasca-Ramadan: Bakda Lebaran (1 Syawal) dan Bakda Kupat (seminggu setelah Lebaran).
Secara harfiah, Kupat dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari “Ngaku Lepat” (mengakui kesalahan) dan “Laku Papat” (empat tindakan). Empat tindakan tersebut adalah:
- Lebaran: Pintu ampunan telah dibuka.
- Luberan: Melimpah, simbol ajakan bersedekah bagi yang mampu.
- Leburan: Melebur dosa dengan saling memaafkan.
- Laburan: Berasal dari kata kapur, yang bermakna kembali putih bersih (fitrah).
Tambahan, anyaman janur yang rumit pun memiliki arti yakni menggambarkan kerumitan kesalahan manusia yang hanya bisa diurai dengan silaturahmi dan maaf.
Berikut tips membuat ketupat ala dapur Wanita Indonesia, jangan sampai salah langkah karena hasilnya bisa lembek bahkan cepat basi. Berikut rahasianya:
- Pilih Beras yang Tepat: Gunakan beras berkualitas (seperti IR-64 atau Pandan Wangi). Cuci bersih dan rendam selama 30 menit.
- Takaran yang Pas: Isi selongsong ketupat sebanyak 2/3 bagian. Jika terlalu sedikit akan lembek, jika terlalu penuh akan keras.
- Garam dan Air Kapur Sirih: Tambahkan sedikit garam dan satu sendok air kapur sirih ke dalam rendaman beras agar ketupat lebih kenyal dan tidak mudah basi.
- Rebus Hingga Tanak: Pastikan seluruh bagian ketupat terendam air saat direbus. Proses ini biasanya memakan waktu 4-5 jam (atau 1 jam jika menggunakan pressure cooker).
- Siram Air Dingin: Setelah matang, angkat dan segera siram dengan air dingin untuk membersihkan sisa lendir janur, lalu gantung hingga kering.
Agar momen makan bersama keluarga semakin istimewa, pastikan ketupat didampingi oleh menu-menu “legendaris” ini:
- Opor Ayam: Klasik dan tak tergantikan. Gurihnya santan meresap ke dalam ketupat.
- Sambal Goreng Ati: Memberikan sentuhan pedas dan tekstur yang kontras.
- Rendang Daging: Untuk Anda yang menyukai cita rasa rempah yang kuat.
- Sayur Labu Siam: Kuah kuningnya yang segar membuat santapan tidak terlalu “berat”.
- Kerupuk Udang & Bawang Goreng: Sebagai pelengkap crunchy yang wajib ada! (Gdi)




