
WANITAINDONESIA.CO – Rumah produksi Agak Laen mengumumkan raihan 6 juta penonton yang sudah menyaksikan film Agak Laen 2. Imajinari menyampaikan raihan tersebut melalui unggahan di akun Instagram terverifikasinya, Jumat, 12 Desember 2025.
“Dua minggu pilem ini tayang, tapi udah 6.232.465 pasukan aja woy yang diterima jadi tamu panti jompo Wisma Kasih‼,” tulis Imajinari menggambarkan kesuksesan film Agak Laen 2 yang sukses menembus enam juta penonton pada hari ke-14 penayangannya.
Sejak ditayangkan pertama kali pada 27 November 2025, film Agak Laen 2 yang dibintangi komika Oki Rengga, Indra Jegel, Boris Bokir dan Bene Dion sudah sukses memantik perhatian penonton.
Ratusan ribu pecinta film tercatat menyaksikan film arahan sutradara Mukhadly Acho di layar bioskop. Dibalut nuansa komedi dan memancing tawa, film Agak Laen 2 langsung viral dengan cuitan positif netizen di media sosial terhadap film tersebut.

“Masih muat loh iniii buat nampung kelen yang belum jadi tamu, jadi gaass nonton sekarang!,” tulis Imajinari lagi di Instagram.
Film Agak Laen 2 mengisahkan empat karakter utama cerita, yakni Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga, yang berperan sebagai detektif amatir yang ditugaskan menyusup ke sebuah panti jompo. Namun, alih-alih menemukan ketegangan ala cerita detektif, penonton disuguhkan kekacauan yang menggelitik dan tidak terduga.
Film ini disutradarai kembali oleh Muhadkly Acho dan diproduksi oleh Imajinari, rumah produksi yang dipimpin oleh Ernest Prakasa dan Dipa Andika. Kali ini, tim produksi menjanjikan pengalaman menonton yang lebih utuh, dengan penggarapan cerita dan karakter yang lebih tajam dibandingkan film pertama.

Uniknya, Agak Laen 2 bukan sekuel langsung, melainkan petualangan baru dengan karakter yang sama dalam situasi yang berbeda. Teaser yang telah dirilis menampilkan keempat tokoh menyusup dengan gaya detektif klasik, namun aksi mereka cepat berujung pada kekonyolan khas Agak Laen.
Salah satu kekuatan film ini adalah keberhasilannya menyatukan unsur komedi fisik dengan pendekatan drama ringan yang menyentuh. Adegan-adegan komedi tetap dominan, namun ada sentuhan emosional dari interaksi dengan karakter penghuni panti jompo, membuat penonton bisa tertawa sekaligus merenung.
Film ini juga memperlihatkan evolusi produksi Imajinari, yang tidak hanya mengejar gelak tawa, tetapi juga membangun narasi yang lebih bernuansa. Hal ini ditegaskan oleh Ernest Prakasa, yang menyebut film ini sebagai “penyegar akhir tahun dengan komedi yang lebih eksplosif namun tetap punya hati”. (GIE)




