
WANITAINDONESIA.CO – Gemerlap lampu stan pameran, dentuman musik dari panggung konser, hingga kilauan kembang api yang memecah langit Kemayoran menandai suksesnya gelaran Jakarta Fair Kemayoran 2026. Selama 32 hari penuh sejak pertengahan Juni lalu, pusat hiburan dan belanja terbesar ini tidak hanya berhasil menyedot jutaan pasang mata, tetapi juga memutar roda perekonomian ibu kota dengan sangat masif. Di balik kesuksesan perhelatan yang mengumpulkan perputaran uang raksasa tersebut, ada denyut energi listrik yang tidak boleh berkedip barang sedetik pun.
Ajang tahunan ini kembali membuktikan diri sebagai magnet utama bagi masyarakat sekaligus mesin penggerak ekonomi yang tangguh. Antusiasme luar biasa dari para pengunjung memberikan dampak instan yang positif bagi para pelaku usaha, mulai dari skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), industri kreatif, hingga sektor perdagangan besar. Mereka memanfaatkan momentum emas ini untuk memperluas promosi dan menggenjot angka penjualan secara optimal.
Kenyamanan jutaan manusia yang memadati area pameran tentu mustahil terwujud tanpa adanya kepastian pasokan listrik yang prima. Seluruh operasional gerai pameran, tata suara konser yang menggelegar, hingga sistem keamanan kawasan sangat bergantung pada kestabilan daya. Untuk memastikan rangkaian acara akbar ini berjalan tanpa cela, jajaran petugas kelistrikan bergerak senyap di balik layar melakukan pemantauan ketat selama 24 jam penuh demi mengawal kebutuhan daya yang mencapai ribuan kilovolt-ampere.
Langkah antisipasi berlapis pun disiapkan dengan menyiagakan unit gardu bergerak serta pasokan daya tanpa jeda (uninterruptible power supply) sebagai sistem cadangan darurat. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan bahwa kepastian aliran listrik yang terjaga sepanjang acara memberikan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh seluruh pihak yang terlibat.
“Jakarta Fair menjadi ruang pertemuan masyarakat, pelaku UMKM, dunia usaha, dan industri kreatif. Saat pasokan listrik terjaga, seluruh aktivitas dapat berjalan nyaman sehingga masyarakat dapat menikmati acara dan para pelaku usaha dapat melayani pengunjung dengan optimal. Inilah yang terus kami hadirkan melalui layanan kelistrikan yang andal,” ujar Moch. Andy Adchaminoerdin dalam keterangannya yang diterima, Senin.
Lebih lanjut, Moch. Andy Adchaminoerdin memaparkan bahwa lonjakan angka kunjungan serta nilai transaksi yang fantastis selama pameran menjadi indikator kuat betapa strategisnya acara ini bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sebanyak 6,1 juta pengunjung dan nilai transaksi Rp8,2 triliun menunjukkan besarnya kontribusi Jakarta Fair bagi perekonomian Jakarta. PLN UID Jakarta Raya siap mendukung berbagai agenda strategis di Ibu Kota melalui pasokan listrik yang andal agar kegiatan masyarakat, promosi produk lokal, sektor hiburan, dan pariwisata dapat berlangsung lancar serta memberikan manfaat yang lebih luas,” tutup Moch. Andy Adchaminoerdin.
Keberhasilan dalam mengawal sistem kelistrikan tanpa gangguan berarti ini kembali mempertegas kesiapan infrastruktur modern dalam menyokong agenda-agenda besar berskala nasional. Ketika sebuah kota mampu menjamin kenyamanan dan keamanan melalui pasokan energi yang andal, maka pertumbuhan ekonomi, geliat bisnis, dan kebahagiaan warganya akan bergerak beriringan menuju arah yang lebih maju. (Gdi)




