Dompet Dhuafa Ubah Hidup 41 Juta Jiwa, Targetkan Pemberdayaan ‘Next Level’ di 2026

Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta menerima plakat dari Dompet Dhuafa pada acara Indonesia Humanitarian Summit 2025 pada Kamis (15/1/2026). (WI/Gdi)

WANITAINDONESIA.CO – Angka 41 juta bukan sekadar statistik bagi Dompet Dhuafa. Itu adalah jumlah senyuman, harapan, dan martabat manusia yang berhasil dipulihkan.

Mengawali tahun 2026, lembaga filantropi ini melaporkan capaian luar biasa: sepanjang perjalanannya sejak 1993 hingga 2025, sebanyak 41.846.341 jiwa telah merasakan manfaat dari dana Ziswaf (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) yang dikelola.

Melalui gelaran Indonesia Humanitarian Summit 2025 pada Kamis (15/1), Dompet Dhuafa mengusung tema besar: “Empowerment To The Next Level”. Pesannya tegas, Dompet Dhuafa tidak lagi hanya memberi ikan, tapi memastikan kail yang diberikan mampu membawa dhuafa keluar dari jerat kemiskinan secara permanen.

Di tengah tantangan ekonomi, transparansi dan efektivitas menjadi kunci. Pada tahun 2025 saja, Dompet Dhuafa berhasil menghimpun dana sebesar Rp426,5 miliar dengan tingkat penyerapan mencapai 103%.

Baca Juga :  DMC Dompet Dhuafa Gulirkan Perahu Tunjang Transportasi Sekolah

“Kinerja penyaluran kami berada pada level sangat efektif menurut standar Zakat Core Principle,” ungkap Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Dompet Dhuafa. Beliau menambahkan bahwa inovasi adalah nafas gerakan ini agar bantuan tidak berhenti pada konsumsi semata.

Dompet Dhuafa membuktikan bahwa filantropi bisa bertransformasi menjadi solusi industri dan kesehatan yang canggih:

  1. IKON (Industri Komunal Olahan Nanas): Sebuah model agroindustri pedesaan yang mengubah nasib petani nanas. Bukan lagi sekadar menjual buah segar dengan harga murah, warga kini mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menembus pasar yang lebih luas.
  2. Pos Gizi LKC: Menjawab tantangan stunting nasional, program ini hadir di 95 titik di 10 provinsi. Lewat pendekatan perubahan perilaku dan pemberian pangan lokal bergizi, Dompet Dhuafa memastikan generasi masa depan tumbuh sehat.
Baca Juga :  Wujud Kepedulian Bersama, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Gelar "Kampung Ramadan"

Acara ini juga menjadi magnet bagi para tokoh nasional. Anis Matta (Wakil Menteri Luar Luar Negeri) menegaskan bahwa filantropi adalah alat pemersatu bangsa yang memberikan harapan hidup. Sementara Sandiaga Uno dan Prof. Waryono Abdul Ghofur mengapresiasi kreativitas Dompet Dhuafa yang terus tumbuh berdampingan dengan agenda negara dalam menekan angka kemiskinan.

“Filantropi bukan hanya soal uang, tapi soal waktu, tenaga, dan pemikiran strategis untuk pemulihan,”  DR. Mariman Darto, Staf Ahli Menteri.

Baca Juga :  Suhu Dingin Mencapai -7 Derajat Celsius, Tantangan Dai Ambassador Dompet Dhuafa Berdakwah di Jerman

Tak hanya di dalam negeri, kepedulian masyarakat Indonesia melalui Dompet Dhuafa juga menyentuh Palestina melalui mobile clinic, dapur umum (DD Kitchen), hingga gudang bahan pokok.

Di ranah domestik, respon cepat terhadap bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh dilakukan dengan membangun fasilitas permanen seperti Rumah Sementara (Rumtara), sekolah darurat, hingga sumur air bersih untuk warga terdampak.

Ringkasan Performa Dompet Dhuafa (2025)

Indikator Capaian

  • Total Penerima Manfaat (1993-2025) 41.846.341 Jiwa
  • Penerima Manfaat Baru di 2025 2.828.823 Jiwa
  • Total Dana Terhimpun 2025 Rp426.519.076.822
  • Rasio Penyaluran (Efektivitas) 103% (Gdi)