
WANITAINDONESIA.CO – Harapan bagi pasien kanker asal Gaza, Palestina, yang tengah menjalani pengobatan di Yordania kembali mendapat dukungan. Dompet Dhuafa bersama King Hussein Cancer Foundation (KHCF) resmi memperkuat kolaborasi kemanusiaan untuk membantu pasien kanker dari Gaza beserta keluarga yang mendampingi mereka.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dompet Dhuafa dan KHCF di Gedung Filantropi, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
MoU ditandatangani oleh Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini dan Director Corporate, Fundraising Programs and Development Department KHCF Madeleine El-Sallaq.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan kesehatan dan kemanusiaan bagi warga Gaza yang harus meninggalkan tanah kelahiran mereka untuk mendapatkan pengobatan.
“Dompet Dhuafa terus berkomitmen untuk membantu rakyat Palestina, khususnya para pasien kanker beserta keluarga yang mendampingi mereka selama menjalani pengobatan di King Hussein Cancer Center,” ujar Ahmad Juwaini.
Menurut Ahmad, bantuan yang diberikan tidak hanya menyangkut kebutuhan medis. Pasien dan keluarga pendamping juga menghadapi kebutuhan hidup sehari-hari selama berada di Yordania.
“Mereka selama berbulan-bulan harus meninggalkan rumah dan kehidupannya akibat perang,” katanya.
260 Pasien Gaza Jalani Pengobatan di Yordania
Sejak konflik pecah pada Oktober 2023, kondisi layanan kesehatan di Gaza semakin memprihatinkan. Kerusakan fasilitas kesehatan dan terbatasnya akses layanan medis membuat pasien dengan penyakit kronis, termasuk kanker, menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan pengobatan.
Dalam situasi tersebut, King Hussein Cancer Center (KHCC) di Amman, Yordania, menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi pasien kanker yang berhasil dievakuasi dari Gaza.
Hingga saat ini, KHCC telah menerima 260 pasien kanker asal Gaza. Mereka datang bersama 567 anggota keluarga yang bertindak sebagai pendamping selama proses pengobatan.
Perjuangan mereka tidak berhenti ketika tiba di rumah sakit. Selama menjalani perawatan, pasien dan keluarga tetap membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan akomodasi, makanan, transportasi hingga biaya hidup sehari-hari.
Melalui kerja sama ini, Dompet Dhuafa akan menghimpun dukungan masyarakat Indonesia untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut.
Bukan Sekadar Pengobatan, Ada Harapan yang Dijaga
Director Corporate, Fundraising Programs and Development Department KHCF Madeleine El-Sallaq mengapresiasi dukungan Dompet Dhuafa dan masyarakat Indonesia terhadap pasien kanker asal Gaza.
“Kami sangat menghargai respons cepat dan komitmen Dompet Dhuafa serta masyarakat Indonesia,” ujar Madeleine.
Menurutnya, dukungan tersebut akan membantu pasien mendapatkan pengobatan sekaligus memenuhi kebutuhan logistik mereka selama berada di Yordania.
Bagi KHCF, kolaborasi dengan lembaga kemanusiaan Indonesia juga menjadi bentuk solidaritas global untuk masyarakat Gaza yang kini harus menjalani pengobatan jauh dari rumah.
King Hussein Cancer Foundation sendiri merupakan yayasan nasional independen, non-pemerintah, dan nirlaba yang berdiri sejak 2001 melalui Dekrit Kerajaan Yordania. Yayasan tersebut mendukung operasional King Hussein Cancer Center, salah satu pusat layanan kanker terkemuka di kawasan Timur Tengah.
Solidaritas Indonesia untuk Palestina
Kerja sama dengan KHCF melanjutkan komitmen Dompet Dhuafa dalam menghadirkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina.
Selama lebih dari dua dekade, berbagai program telah dijalankan, mulai dari bantuan pangan, layanan kesehatan, air bersih, pendidikan, pemulihan psikososial hingga bantuan darurat bagi korban konflik.
Kini, perhatian kembali diarahkan kepada pasien kanker Gaza yang harus berjuang mendapatkan pengobatan di tengah konflik berkepanjangan.
Melalui kemitraan dengan KHCF, Dompet Dhuafa berharap semakin banyak pasien kanker asal Gaza dapat memperoleh pengobatan secara layak sekaligus mendapatkan dukungan kemanusiaan selama menjalani proses pemulihan.
Di tengah situasi yang masih penuh keterbatasan, kolaborasi Indonesia dan Yordania ini menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas negara.
Bagi para pasien dan keluarga dari Gaza, dukungan tersebut bukan sekadar bantuan. Ada harapan untuk sembuh, bertahan, dan tetap menjalani kehidupan dengan martabat meski harus jauh dari tanah kelahiran. (ver)




