Peluang Emas Perajin Lokal Tembus Pasar Kanada Lewat Perjanjian Dagang Terbaru

Peluang Emas Perajin Lokal Tembus Pasar Kanada Lewat Perjanjian Dagang Terbaru.

WANITAINDONESIA.CO – Kementerian Perdagangan terus memacu langkah nyata untuk mengantarkan hasil karya perajin lokal bertengger manis di rumah-rumah masyarakat Kanada. Produk kerajinan khas Nusantara seperti keranjang untaian serat alam hingga furnitur kayu nan elok kini makin berpeluang besar memperluas jangkauan pasarnya di kawasan Amerika Utara tersebut.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyampaikan bahwa produk-produk alami dan bernilai seni tinggi ini memiliki ruang tumbuh yang sangat luas melalui penguatan daya saing serta peningkatan kapasitas para pelaku usaha.

“Macam-macam, seperti keranjang-keranjang, kemudian furnitur beberapa juga masuk di sana,” ujar Puntodewi saat memberikan keterangannya di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa.

Tidak hanya sektor kerajinan, pasar di negeri berdaun mapel tersebut juga memendam gairah tinggi terhadap ragam olahan makanan dan minuman, produk berbahan serat alami (natural fiber), peralatan mesin, perangkat elektronik, hingga berbagai produk turunan kelapa sawit asal Indonesia.

Baca Juga :  Peluang Emas Pelaku UMKM, Pemerintah Sediakan Layanan Sertifikat Halal Gratis

Langkah penetrasi ini kian terbuka lebar berkat hadirnya payung kerja sama bersejarah berupa Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement, atau I-CA CEPA) yang dijadwalkan mulai berlaku efektif (entry into force) pada 1 Desember 2026. Kesepakatan strategis ini menandai pijakan bersejarah sebagai perjanjian perdagangan ikatan dua negara (bilateral) pertama Indonesia di Amerika Utara, sekaligus kerja sama bilateral perdana bagi Kanada di kawasan Asia Tenggara.

Proses dimulainya kemitraan ini terwujud setelah kedua negara menyelesaikan tahapan pertukaran surat pemberitahuan pengesahan (notifikasi ratifikasi). Pemerintah Kanada telah menyampaikan pemberitahuan resminya pada 1 Oktober 2026, yang kemudian disusul oleh Pemerintah Indonesia pada 20 Oktober 2026.

Semangat pergerakan ekonomi kedua negara sejauh ini terus menunjukkan tren pemulihan dan pertumbuhan yang amat positif. Terbukti pada rentang Januari-Agustus 2026, nilai total transaksi perdagangan bilateral telah menyentuh angka 3,51 miliar dolar Amerika Serikat (AS), atau melonjak 15,50 persen jika dibandingkan dengan pencapaian periode serupa di tahun sebelumnya sebesar 3,04 miliar dolar AS. Pada kurun waktu delapan bulan pertama di tahun 2026 tersebut, nilai pengiriman barang (ekspor) Indonesia ke Kanada tercatat berada di angka 1,12 miliar dolar AS, sedangkan aktivitas pembelian barang (impor) dari Kanada mencapai 2,39 miliar dolar AS.

Baca Juga :  Peluang Emas Berkarir, Puluhan Ribu Lowongan Kerja di Karirhub Kemnaker Menanti Pencari Kerja

Kenaikan impresif ini mempertegas tren positif yang sudah terbangun sepanjang tahun 2025, ketika total perdagangan bilateral sukses mencapai 4,36 miliar dolar AS atau meningkat pesat dari perolehan tahun 2024 yang bernilai 3,58 miliar dolar AS. Dalam perjalanannya di tahun 2025, nilai pengiriman barang keluar negeri dari Indonesia ke Kanada berhasil membukukan angka 1,70 miliar dolar AS, berbanding dengan nilai pasokan barang masuk sebesar 2,67 miliar dolar AS.

Baca Juga :  Peluang Emas Talenta Kreatif Indonesia di Thai Festival 2026

Komoditas utama yang selama ini konsisten mengisi ceruk ekspor Indonesia ke Kanada mencakup perangkat mesin dan peralatan listrik, olahan karet serta barang dari karet, alas kaki, hasil barang-barang rajutan, hingga produk pakaian busana. Sementara itu, barang komoditas utama yang didatangkan Indonesia dari Kanada mencakup gandum, pupuk, bubur kayu, bahan bakar mineral, serta garam, belerang, dan kapur.

Deretan angka dan terobosan diplomasi perdagangan ini menjadi bukti nyata bahwa karya buatan tangan anak bangsa memiliki tempat istimewa di panggung dunia. Dengan terbukanya akses pasar yang makin lapang, saatnya produk-produk berkualitas Nusantara melangkah lebih jauh dan membanggakan nama Indonesia di belahan bumi utara.