
WANITAINDONESIA.CO – Pernahkah Anda merasa sakit kepala setelah seharian beraktivitas di luar ruang. Bisa jadi hal ini bukan dikarenakan udara panas saja, namun kualitas udara buruk juga berpengaruh terhadap kandungan oksigen di dalam darah. Di dalam kondisi tubuh yang normal kandungan oksigen untuk orang dewasa dan anak-anak yang sehat adalah 95 hingga 100 persen (saturasi oksigen / SpO2).
Sebenarnya gejala tersebut berangsur-angsur sirna apabila rumah kita mampu memfilter udara kotor yang ada di luar karena pekarangan masih banyak ditumbuhi tanaman. Permasalahan banyak dari kita yang masih menghuni di permukiman padat, minim penghijauan.
Solusi untuk mengatasi rumah yang berada di kawasan padat penduduk adalah dengan menggunakan alat pemurni udara. Bahkan beberapa produsen pemurni udara sudah ada yang menyatukan teknologi tersebut dengan pendingin ruangan.
Dengan demikian bisa lebih berhemat menggunakan listrik karena tidak perlu memisahkan antara alat pemurni udara dan alat pendingin ruangan. Bahkan beberapa produk tersebut dapat dibeli di pasar online maupun offline dengan harga terjangkau.
Tak hanya itu, beberapa produk pendingin ruangan sekaligus pemurni udara tersebut sudah dibekali dengan teknologi pintar sehingga untuk mengaktifkan fitur-fitur termasuk menyalakan dan mematikan bisa dikontrol melalui ponsel.
Konsumen sekarang ini sangat kritis dalam memilih produk. Mereka tidak hanya membeli perangkat yang berfungsi sebagai pendingin ruangan, tetapi juga mampu menjaga kualitas udara dan terintegrasi dengan teknologi pintar.
Seperti diketahui di kota besar seperti Jakarta paparan polusi, partikel halus PM2.5 sangat tinggi sehingga berisiko memicu masalah kesehatan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Beberapa produk pendingin dan pemurni udara ini bahkan sudah ada yang dibekali dengan teknologi yang mampu menyaring udara dengan tingkat kerapatan tinggi, sehingga sangat cocok di permukiman yang dekat dengan kawasan industri.
Sistem penyaringan tersebut diklaim mampu menyaring hingga 97,66% partikel PM2.5, alergen, dan bau tidak sedap, sekaligus menjaga kelembapan serta memasok oksigen dari luar ruangan. Kualitas udara dalam rumah juga dapat dipantau secara langsung oleh pengguna melalui indikator visual berwarna yang terpasang pada unit. (gdi)




