
WANITAINDONESIA.CO – Laju transformasi digital dibarengi pembangunan infrastruktur kian menegaskan ambisi Jakarta untuk melepas status ibu kota dan bertransformasi menjadi kota global dunia. Di tengah dinamika pergeseran ekonomi yang menuntut akselerasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat merangkul seluruh lini pelaku usaha termasuk Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) guna memastikan fondasi perekonomia tetap kokoh di panggung internasional.
Sinyal kuat kerja sama tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Balai Kota. Pramono menggarisbawahi bahwa lompatan Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sokongan kemitraan strategis yang berdampak nyata.
Langkah taktis ini didukung oleh performa makroekonomi Jakarta yang tengah menunjukkan tren positif yang sangat menggembirakan. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Jakarta berhasil menyentuh angka 5,59 persen dengan sumbangsih terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau pendapatan nasional yang sangat signifikan, yakni mencapai 16,67 persen. Ditambah dengan tingkat inflasi atau kemerosotan nilai uang yang terkendali, Jakarta berhasil menciptakan iklim usaha kondusif yang menjadi daya tarik utama bagi para pelaku usaha.
“Jakarta sekarang sebagai kota global, pusat perekonomian nasional, dan sekaligus memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia. Karena itu, saya meminta IWAPI terus berkolaborasi dengan pemerintah agar semakin banyak peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha,” ujar Pramono Anung di hadapan para peserta rapat kerja.
Merespons peluang besar tersebut, Pemprov DKI Jakarta membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, mulai dari program pengembangan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga perluasan akses pasar. Kemitraan ini sengaja dirancang agar tidak sekadar menjadi seremonial di atas kertas, melainkan menjelma menjadi program konkret yang menyentuh akar rumput perekonomian.
Selain fokus pada penguatan dunia usaha, pemerintah daerah juga gencar mendongkrak kualitas modal manusia melalui berbagai program terintegrasi. Salah satu langkah konkret yang tengah berjalan adalah penyelenggaraan pelatihan bahasa asing intensif bagi calon tenaga kerja yang bersiap merebut peluang kerja di luar negeri. Upaya ini diyakini mampu meningkatkan daya saing masyarakat lokal di tingkat internasional sekaligus membuka jaringan kolaborasi baru bagi organisasi usaha di masa depan.
Wajah fisik kota pun tidak luput dari pembenahan menyeluruh demi menyelaraskan diri dengan standar kota global modern. Pemprov DKI Jakarta kini tengah memprioritaskan penyelesaian sejumlah proyek strategis yang sempat tertunda. Proyek-proyek berskala besar tersebut mencakup peningkatan konektivitas transportasi publik yang terintegrasi, pembangunan ruang publik yang inklusif (terbuka untuk semua kalangan), hingga penyediaan fasilitas kesehatan bertaraf internasional.
Transformasi megah Jakarta menuju panggung global merupakan sebuah panggilan kolaborasi bagi kita semua. Ketika kebijakan pemerintah yang inklusif bersinergi dengan ketangguhan para pelaku usaha dan kesiapan infrastruktur yang modern, Jakarta tidak hanya sekadar bertahan, melainkan siap memimpin arah baru perekonomian nasional menuju masa depan yang jauh lebih cerah. (Gdi)




