Di Balik 1.000 Kantong Darah Saban Hari, Senyap Perjuangan Menjaga Asa Kehidupan

Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta memberikan apresiasi khusus kepada 10 Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) terbaik.

WANITAINDONESIA.CO – Setiap hari, tak kurang dari 1.000 kantong darah bergerak menembus dinamika ibu kota untuk menyelamatkan pasien-pasien di berbagai ruang perawatan. Angka tersebut menjadi gambaran nyata betapa krusialnya mata rantai pelayanan darah yang tak boleh terputus sedikit pun.

Guna memastikan setiap tetes darah yang mengalir sampai secara aman, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien, Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta memberikan apresiasi khusus kepada 10 Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) terbaik. Penghargaan ini menjadi wujud pengakuan atas komitmen dan dedikasi tinggi para garda depan kesehatan yang bekerja dalam senyap sepanjang tahun 2025.

Baca Juga :  Film Children of Heaven Ajarkan Arti Perjuangan dan Besarnya Tanggung Jawab

Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut didasarkan pada hasil pemantauan, pembinaan, serta penilaian performa BDRS pada kunjungan rutin dan formal. Saat ini, terdapat 64 BDRS di wilayah DKI Jakarta yang terdiri dari 58 BDRS definitif dan 6 BDRS tahap uji coba. Besarnya beban pelayanan ini terlihat dari catatan pada Juni 2025, ketika PMI DKI Jakarta melayani pengiriman (dropping) darah hingga 21.992 kantong guna memenuhi 10.873 permintaan medis.

Beky Mardani menegaskan bahwa apresiasi yang diberikan bukanlah sekadar seremoni atau tujuan akhir dari sebuah kompetisi, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan mutu secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Perjuangan Mewujudkan Mimpi, Kisah Finalis LKS Tahun 2026

“Pelayanan darah bukan hanya persoalan administrasi dan teknis pelayanan. Di balik setiap kantong darah, ada harapan dan ada kehidupan yang harus kita jaga bersama,” tutur Beky Mardani dalam keterangan resmi, Sabtu.

Keberhasilan mempertahankan ketersediaan darah di meja perawatan merupakan buah kerja sinergis antara PMI, BDRS, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak terkait. Oleh karena itu, PMI DKI Jakarta terus mendorong tiga langkah strategis: memperkuat kolaborasi antara PMI dan rumah sakit, meningkatkan mutu pelayanan BDRS, serta menggiatkan gerakan donor darah rutin di lingkungan rumah sakit.

Baca Juga :  Kajian Mom Uung 2026: Memaknai Lelahnya Perjuangan Menyusui sebagai Ibadah Mulia

Beky Mardani menambahkan bahwa keberhasilan pelayanan darah bukanlah milik PMI atau rumah sakit semata, melainkan capaian bersama dalam memastikan pasien memperoleh bantuan pada saat yang tepat.

Setiap kantong darah yang terdistribusi adalah pengingat bahwa kemanusiaan selalu punya cara untuk saling menopang. Langkah kecil kita untuk menyempatkan diri mendonorkan darah secara rutin hari ini dapat menjadi benteng penentu antara keputusasaan dan senyum kehidupan bagi sesama yang tengah berjuang besok. (Gdi)