Chef Adam Rizal ‘Jenius’ Padukan Bahan Premium, Teknik Memasak & Seni

Cluster Executive Chef Ismaya Group, Adam Rizal sedang melakukan flambe OP Ribs, sajian spesial hanya untuk tamu istimewa. (Foto: Wanitaindonesia.co)

WANITAINDONESIA.CO – Reputasi resto fine dining berkonsep Rooftop, Skye di Crown Menara BCA, lekat dengan pemandangan spektakuler. Keberadaannya tak bisa dipisahkan dari aneka sajian yang diolah oleh Chef jenius bersama tim work terbaik.

Sejak dibuka kembali untuk masyarakat umum, tim dapur Skye tak pernah berhenti mengolah beragam hidangan yang mengutamakan keberagaman bahan berkualitas, salah-satunya protein hewani. Ikan, ayam hingga olahan daging teristimewa iga, dan steak dari jenis daging wagyu tersaji istimewa, mengingat ekspektasi tamu yang begitu tinggi terhadap menu di Skye.

Chef Adam Rizal selaku Cluster Executive Chef Ismaya Group senantiasa disibukkan dengan pekerjaan mengolah, serta menyajikan beragam menu. Beragam inovasi juga dilakukan pada penggunaan bahan, kompilasi, serta teknik memasak yang dilakukannya dengan sepenuh hati, bersama di tim worknya yang solid, dan mumpuni.

Mereka sukses mengiring preferensi tamu ihwal keberadaan Skye, sebagai destinasi utama Rooftop di Indonesia. Dikarenakan di sini menghimpun beragam kelezatan nan primarasa.

Testimoni para tamu positif karena mereka kerap mengulang untuk datang, dan makan kembali beragam menu yang menjadi ikon Skye sejak pertama kali berdiri.

Pun kreasi menu barunya tak kalah menggoda. Tawarkan instrumen kelezatan berbalut seni, dan kreativitas paripurna.

“Kami memiliki perbedaharaan resep terbaik yang menggunakan daging premium sebutlah Wagyu Jepang, dan Australia namun tetap menghadirkan kearifan lokal. Juga hadir bahan premium yang seasonal seperti white truffle, dan black truffle, selain foie gras.

Diakuinya varian menu mereka tak banyak namun satu dengan lainnya senantiasa terhubung, memiliki cerita ihwal keunikan treatment, serta teknik memasak, dan sudah pasti jaminan kelezatan nan istimewa.

Lewat pendekatan Kuliner terbaru & Western Temporary Grill’, Skye terdepan dalam memuaskan selera tamu. (Foto: Istimewa)

Makan Bagian dari Perayaan

Di Skye makanan itu ditinggikan, tak hanya berkutat dengan masalah perut. Namun ada perayaan dari setiap persona pengunjung, ambience, semangat pelayanan, serta hiburan dari pemandangan memukau di ketinggian di Jakarta, serta hiburan dari seniman ternama.

Tak main-main untuk mendapatkan cita rasa spesial yang sulit ditandingi dari tempat lain, Chef berpembawaan ramah ini harus melakukan beragam eksperimen.

“Aku memilih teknik memanggang tradisional dengan memanfaatkan kayu rambutan lho, “cetusnya. Omongannya itu langsung direspon para sahabat media dengan perasaan kaget. Dikarenakan teknik memasak tradisional itu butuh waktu, kesabaran serta ketelitian. Dan rasanya sulit untuk dipercaya fine dining sepopuler Skye masih menggunakan teknik masak tersebut.

Baca Juga :  19th ICA Anniversary & Indonesian Chef Day 2026

“Proses masak tentunya menjadi tak mudah dong, tanya sebagian jurnalis penasaran. Chef Adam lugas menjawab, sama sekali tidak kok. Kuncinya hanya pada feeling akan ketepatan waktu ketika memanggang. Harus tepat waktu. Bila terlalu cepat, efek smoky tak tercium, namun bila kelamaan aroma, serta rasa smoky akan menyengat. Ini dapat merusak cita rasa natural daging, selain banyak orang yang tak menyenangi efek smoky berlebih, “terangnya.

Chef Adam menerangkan, “Aku sengaja memilih, dan menggunakannya kayu rambutan karena menghasilkan efek smoky yang sempurna. Lebih lembut di indera penciuman, serta di lidah. Selain tak merusak rasa steak, justru akan menghasilkan cita rasa masakan yang lezat, dibandingkan dengan jenis kayu lain seperti kayu dari pohon jambu.”

Pramusaji mengaduk stater inovasi Chef Adam dari keju panna cotta yang tak biasa. (Foto: Wanitaindonesia.co)

Untuk sajian steak, Skye membuat treatment khusus. Daging disimpan dengan teknik dry aging, mengandalkan suhu 0-4 derajat Celsius hingga satu bulan! Hasilnya?, mamamia, tekstur daging lembut kenyal. Ketika dimasak, dan disajikan, khas di bagian luarnya kering, namun bagian dalam daging tetap lembut juicy.

Tak usah disangsikan seporsi sajian Braised Short Ribs dengan smoky Chipotle, dan charred spring onion relish, crispy beef brisket disajikan dengan wortel mini dan jus miso yang dikaramelisasi terasa istimewa. Lezatnya tiada dua.

Walau disajikan secara terbatas, satu porsi hidangan diperuntukkan untuk empat jurnalis, setelah di foto untuk dokumentasi liputan, langsung habis dalam sekejap.

Sulit merasakan sensasi efek dari rasa smoky yang dijelaskan oleh Chef, karena sepotong kecil daging iga premium tersebut benar-benar lezat. Ketika disantap dengan keadaan perut lapar, tentu logika berpikir kita akan dikalahkan rasa lapar yang mendera. Terlupakan deh efek smoky-nya. “He…he…he.

Garam Kusamba Laut Denpasar

Bersama Chef Adam perayaan bersantap di ambience baru Skye nan hangat, terus berlanjut dengan hidangan Sir Harry Orange, Fed Wagyu Steak. Sajian steak primarasa ini menggunakan sapi organik dari Australia yang diternak, serta diberi pakan khusus berupa jeruk, dan gandum.

Baca Juga :  Segarnya Kreasi Hidangan Penutup Mangga ala Chef untuk Cuaca Panas

Tekstur daging sangat lembut, ikonik dari cita rasa sedikit manis khas jeruk, buttery dengan marbling berupa lemak baik. Marbling merupakan istilah yang digunakan Chef untuk menggambarkan kondisi lemak baik. Lemak berbentuk menyerupai serat-serat halus yang tersebar di dalam serat daging.

Semakin banyak kandungan marbling pada steak, artinya daging steak tersebut memiliki kualitas yang tinggi. Ketika dimasak lemak akan cair yang akan membuat daging terasa lebih lembut, dan rasa yang semakin gurih lezat.

Warna-warni, dan beragam rasa garam kusamba sempurnakan cita rasa steak. (Foto: Istimewa)

Tapi pembaca Wanitaindonesia.co harus percaya, walau hanya diberi sedikit, cita rasanya benar-benar sangat spesial. Lezat, dan sulit untuk dideskripsikan dengan susunan kata.

Kejeniusan Chef Milenial aset terbaik Ismaya Group berlanjut dengan kepiawaian memilah, lalu memilih beragam bahan pangan lokal, dan luar.

Selain steak premium dengan ragam pilihan, mereka menyediakan dried fish hasil tangkapan nelayan di Pulau Bali. Menu ikan menjadi salah satu signature dish di Skye. Setiap 2 hingga 3 hari sekali, dried fish didatangkan dari Bali.

Pun dengan penggunaan garam. Istimewa dari varian garam Kusamba yang dipasok dari Bali, dan Lombok. Garam organik yang banyak digunakan oleh Chef luar, khasnya dari rasa asin tak sekuat garam biasa, juga hadir rasa gurih. Oleh Chef Adam Kusamba dicustome dengan varian warna, serta rasa.

4 kreasi dari 5 varian garam seperti rasa truffle, bawang putih, anggur merah, dan rempah-rempah menjadi bumbu sajian di Skye. Satu varian lagi mempertahankan rasa original bewarna putih.

Fungsi garam Kusamba tersaji sebagai dipping bersama OP Ribs, untuk meningkatkan sensasi kelezatan iga sapi premium tersebut. Namun disarankan untuk tetap berhati-hati, jangan menambahkan secara berlebihan. Walau diklaim rasa asinnya tak sekuat garam biasa, lekat dengan rasa gurih, namun yang namanya garam tentu lekat dengan rasa asin yang dominan.

Eksplorasi Panna Cotta

Inovasi menjadi DNA, Chef selalu menginginkan aspek kuliner di Skye, tersaji dengan memperhatikan aspek dari hulu ke hilir. SOP dijalankan ketat diantaranya tepat waktu ketika dimasak, dan disajikan. Jadi kerja sama antara tim dapur dengan pramusaji harus harmoni, karena bila tidak akan mempengaruhi kualitas sajian spesial di Skye.

Walau tak semua harus tersaji panas seperti pada menu starter atau hidangan pembuka, kejeniusan Chef Adam terlihat dari kreasi ‘Herlom Tomato Salad’.

Baca Juga :  SKYE Siap Mengudara Lagi: Ikon Rooftop Jakarta Hadir Awal Desember dengan Cita Rasa dan Wajah Baru

Ikonik dengan penggunaan keju panna cotta yang lekat dijadikan olahan dessert. “Kenapa tidak?, hanya di Skye tamu-tamu bisa diajak berkelana rasa. Keluar sejenak dari zona lezat, namun tetap akan selalu terhubung dengan kelezatan paripurna, untuk merasakan sensasi kelezatan olahan keju panna cotta.

Penutup sempurna jamuan istimewa, Chocolate Fondant ‘sedap sekejap’. (Foto: Istimewa)

“Salad ini favoritku lho, karena menarik dari tawaran kompleksitas rasa yang wow. Ada rasa asin, manis, asam yang diracik dengan keju panna cotta yang diberi flavour bawang putih. Selain tomat panggang, basil pessy, serta frozen dari granita yang dijadikan topping, “terang Chef Adam.

“Frozen granita harus segera dikunyah untuk mendapatkan sensasi rasa, serta tekstur dikarenakan mudah cair. Sebelum disantap, sajian istimewa ini harus diaduk rata, “saran Chef Adam.

“Hmmm, terbukti rasanya lezat, segar tiada dua. Sekilas tekstur salad menyerupai kembang tahu (bubur kedelai yang kenyal lembut). Sajian istimewa ini juga langsung licin tandas dari piring saji.

Chef Adam Rizal mengaku untuk merayakan tampilan ambience, dan semangat baru Skye, ia melakukan pendekatan kuliner yang disebutnya sebagai Western Contemporary Grill.

Ini menjadi pendekatan kuliner yang sederhana, dan praktis.
Utamanya menggunakan bahan premium dari dalam, serta luar negeri yang dikerjakan oleh team work yang handal. Mereka bekerja dengan tingkat kehati-hatian tinggi. Peduli detail yang kesemuanya dilakukan secara berkelanjutan, apapun tantangan yang dihadapi.

Skye juga menawarkan salah satu signature dish menu pairing yang banyak dicari tamu-tamunya sebutlah itu Aburi Miazaki, steak wagyu yang di dalamnya diisi dengan foie gras (ati angsa) truffle, caviar yang bisa dipairing dengan bubble. Selain menu lainnya Seafood Amiloti.

Penutup jamuan hadir dessert Chocolate Fondant yang menawarkan kemewahan cita rasa cake cokelat mewah. Rasa manis, dan pahit cokelat berpadu sempurna dengan es krim dengan flavour liquer nan istimewa.

Bagi pengunjung yang ingin menyantap hidangan ringan, sambangi Lounge. Di sini hadir Cheese Stall aneka sajian berbahan dasar keju, dan Triple Cook Cheese. Olahan spesial ini menggunakan produk keju dari artisan di Yogyakarta. (*)