
WANITAINDONESIA.CO – Di balik dapur setiap keluarga Indonesia, ada satu bahan yang hampir tidak pernah absen: kecap manis. Tapi di balik kelezatannya, tidak banyak yang tau bahwa sedikit pemakaiannya bisa buat lonjakan gula darah yang tinggi.
Dari situlah yang menjadi titik awal dirilisnya Kecap Manis Bumbu Bunda. Satu-satunya Kecap Manis yang hadir bukan hanya rasa yang lezat, tapi juga dengan jawaban ilmiah yang lengkap dan terukur. Bumbu Bunda menghadirkan ruang diskusi yang membahas hal ini secara terbuka melalui kegiatan KIDS NUTRITION TALKS bertajuk “Menjaga Gula Harian Anak dari Hal Kecil”, berlangsung di Aminta Hall, Jakarta, pada Minggu (31/5).
Bukan sekadar peluncuran produk, acara ini mengangkat satu hal yang selama ini jarang dibahas secara serius: pilihan bumbu sehari-hari ternyata punya dampak langsung pada asupan gula anak. Selama ini, belum ada yang secara resmi mengumumkan berapa nilai Glycemic Index (GI) pada kecap manis, apakah bebas kandungan rekayasa genetika, atau apakah formulanya sudah ditinjau oleh tenaga ahli gizi bersertifikat.
Para ibu hanya bisa mengandalkan label kemasan yang sering kali tidak cukup menjawab kekhawatiran mereka. Di sinilah Bumbu Bunda mengambil langkah yang berbeda. Produk ini lahir dari proses yang panjang: melibatkan ahli gizi dalam formulasi, menjalani serangkaian uji laboratorium independen yang komprehensif, dan membuka semua hasilnya secara transparan kepada publik.
dr. Miza Afrizal, Dokter Spesialis Anak, yang hadir sebagai pembicara, membagikan pengalamannya dan mempertimbangkan penting bagi Ibu untuk mulai menyadari bahwa jangan hanya fokus ‘yang penting anak saya mau makan, tidak apa-apa kasih anak tinggi gula dan tinggi natrium’. “Akhirnya organ liver dan ginjal bekerja keras setiap harinya, seperti mesin yang dipaksa kerja keras setiap hari nanti bisa rusak. Less ini bisa berarti berbeda, less ini akan lebih bagus jika ada angka pastinya.
Kita bisa pilih kecap manis yang diyakini kadar gula dan garam minim,” jelasnya lugas. Sementara itu, dr. Diana Suganda, Dokter Spesialis Gizi Klinik, menambahkan bahwa dengan kondisi seperti ini, banyak ibu-ibu yang panik dan akhirnya asal memberikan makan tanpa melihat gizi dan komposisi, padahal itu akan menentukan masa depan anak.“Prefensi ke depan akan menentukan anak akan tumbuh seperti apa, kita wajib kenalkan semua jenis makanan.
Menurut penelitian, anak itu baru mau mencoba sesuatu yang baru setelah 15-20 kali baru anak akan paham dia suka atau tidak” ungkapnya.
Menurutnya, penting bagi ibu untuk mulai mempertimbangkan aspek keamanan dan bukti ilmiah. “Bumbu Bunda adalah satu-satunya brand lokal yang mempunya uji Low GI, setara dengan standar luar negeri yaitu Singapore. Antara lain, 50 persen lebih rendah gula dan tiga kali lebih rendah natrium sehingga lebih aman digunakan untuk anak-anak dan keluarga,” ujarnya.
MakanLahap Saja Tidak Cukup, Cek Kandungan Gizinya Sementara Founder Bumbu Bunda, Lia Amalia, diskusi tersebut terasa personal.
Ia mengingat kembali pengalamannya saat mengalami anaknya yang tiba-tiba menolak makan atau Gerakan Tutup Mulut (GTM) dan track record penyakit keluarganya. “Anak pertama saya diumur 6-14 bulan sangat tentram makannya, begitu diumur 15 bulan tiba-tiba dia tidak mau makan sama sekali.
Berhari-hari saya putar otak dan mencoba bumbu-bumbu di dapur. Rupanya ketika saya tambah kecap manis, dia mau. Tapi disitu saya bimbang, karena banyak kecap diluar sana yang tinggi gula dan natrium, dari situ saya berpikir bisa tidak ya saya buat kecap manis yang rasanya tetap enak tapi gula dan garamnya rendah” kenang Lia, mengutarakan pengalamannya.
Dari pengalaman tersebut, Lia mulai menyadari bahwa anak lahap makan saja tidak cukup, tapi produk dan informasi yang jelas agar bisa merasa lebih tenang dalam menjalani proses MPASI. Karena itulah, Kecap Manis Bumbu Bunda hadir sebagai bentuk solusi permasalahan anak MPASI. “Proses pengembangannya yang sangat panjang, Maka dari itu, setiap produk kami uji lab, baik dari sisi keamanan maupun kandungan gizinya, kami juga berdiskusi dengan para dokter ahli untuk memastikan semuanya benar-benar sesuai kebutuhan anak dan keluarga,” katanya.
Olivia Allan Sumargo, istri dari Aktor dan YouTuber Denny Sumargo, yang datang menjadi karena menjadi panelis kecap manis ini juga menyampaikan, bahwa ia sangat bangga kepada Bumbu Bunda bisa membuat produk seperti kecap manis, yang banyak orangtua tidak sadari akan jangka panjang dari komposisi tersebut.
“Saya sangat bersyukur ikut dalam panelis kecap manis ini, pertama kali tau Bumbu Bunda dari rekomendasi teman karena anak saya, Biell mengalami GTM yang berkepanjangan.
Tapi waktu coba pakai kecap manis ini saya skeptis masa iya sehat gini tetap bisa enak? Rupanya beneran tetap enak. Saya sebagai ibu juga gak khawatir lagi karena sudah di uji klinis dan di rekomendasi para dokter ahli,” ungkap Ibu dari Gabriella Allan Sumargo (2) ini. Olivia menambahkan dampak yang paling terasa setelah memakai kecap manis dari Bumbu Bunda ini adalah anak lebih gampang untuk fokus dan tidak mudah rewel. “Ya karena ini sudah teruji Low GI jadi lonjakan gula darahnya lebih stabil, jadi Biell gak cuma lahap saja tapi lebih fokus, gak rewel, bonusnya karena masakan lebihvariatif jadi nafsu makan meningkat sampai BB-nya Puji Tuhan selalu bagus,” paparnya.
Melalui produk baru kecap manis enak dan sehat ini, Bumbu Bunda selalu ingin menghadirkan produk yang tidak hanya membuat anak makan enak dan lahap, tetapi juga memberikan dampak yang lebih baik untuk anak menjadi lebih aktif, pintar, dan sehat.
Dengan langkah kecil ini, Bunda-bunda bisa lebih tenang dalam memilih produk, dan merasa lebih yakin bahwa apa yang diberikan setiap hari adalah pilihan yang lebih baik untuk keluarga. (SRV)




