WANITAINDONESIA.CO – Ada 3 saat indah di hidup Desainer Billy Tjong.
Saat pertama, kala terpuruk tapi kemudian bangkit menebar vibes positif dengan transfer ilmu.
Saat kedua, tingginya permintaan pasar serta keinginan membuat Wanita Indonesia tampil cantik paripurna dengan karyanya, teristimewa hadir support system dari circle untuk terus produktif menjadi penguatnya.
Saat ketiga, ketika Platform JF3 Fashion Festival memberikan panggung untuknya, Billy Tjong menggelorakan warna fuchsia penanda kembali dirinya berkarya.
Panggung megah JF3 penanda kembalinya Billy Tjong ke ekosistem mode Indonesia setelah 6 tahun vakum, hadir lewat tema “FUCHSIA: A Journey of Growth”.
Menampilkan 28 looks koleksi terbaiknya. Lekat dengan DNA fuchsia, warna favorit desainer yang juga seorang pendidik.
Menyala karena karyanya malam itu lekat dengan aura keindahan yang memukau. Koleksi atas nama perayaan passion, dan cinta khusus dipersembahkan untuk Ibundanya yang telah memasuki usia hampir satu abad! “Wow.
“Tak tahu mengapa aku terpikat dengan keindahan fuchsia. Kerap disebut magenta atau shocking pink. Saat kecil menjaga toko kosmetik kakakku Marcella, aku terpikat dengan kemasan kosmetik bewarna fuchsia.”
“Bagian dalam produk juga berwarna fuchsia, aku gurat sedikit di bagian tangan, kemudian dipindahkan ke atas kertas. Hasilnya mampu mengusik hati serta pikiran. Kelak setelah dewasa itu abadi.”
Karena senang, setiap rancangan pasti memasukkan unsur warna yang kerap membiaskan aura keindahan, look elegan serta mampu menyihir audience. Khusus di JF3 ia mengusung keelokan korset. Mengapa korset? Billy berkeyakinan korset dengan potongannya yang unik, nyata membuat tampilan Wanita Indonesia terlihat lebih cantik.
Wanita Indonesia & Korset
“Percaya deh setiap aku melihat tubuh seorang wanita, terbayang mereka itu akan jadi lebih terlihat cantik bila memakai korset. Pun halnya sebagai pendidik Billy mengaku melihat sebagian besar muridnya memiliki ketertarikan yang tinggi dengan materi korset.
Sejumlah looks “FUCHSIA: A Journey of Growth” dibuat dengan menggandalkan keahlian tangan tingkat tinggi seperti Cocktail dress. Mencuri lewat detail apik tak terlupakan serta potongan asimetris.
Karya terbarunya ini sangat direkomendasikan sebagai busana pesta, sebagian dapat dipakai menemani aktivitas sehari-hari karena terkesan ringan.
Bagi penikmat karya ko Billy, fuchsia bisa ditemui di bagian luar busana, namun kesan ‘nakal’ juga bisa menjadi penanda, bila Anda menemukan sentuhan warna fuchsia di bagian dalam tersembunyi, yang tak butuh pengakuan.
Fuchsia juga berarti kemerdekaan, lewat warna Billy melaju untuk menciptakan kreasi terbaru, tak hirau komentar publik. Selain itu Fuchsia juga menjadi media baginya untuk menginspirasi sebanyak- banyaknya enthusiast mode, ihwal kekuatan warna yang layak dijadikan warna favorit ini.
Flashback karirnya di industri mode, setelah lebih dari 25 tahun berkarya, saat usia bertambah tiba-tiba badai pandemi Covid -19 menghantam para pelaku kreatif, Billy pun terdampak.
“Aku, karyaku terpuruk. Sempat bertekad tak akan lagi berkarya, melanjutkan inpirasi lewat sehelai pakaian di panggung megah.”
“Aku memilih transfer ilmu secara daring ke beberapa asa yang hendak melebur ke dalam industri. Awalnya hanya 5 murid lalu berkembang menjadi lebih dari 3.000 peserta. Kelas desain yang aku rancang terdiri dari kelas mendesain, menbuat pola serta kelas menjahit.”
Karunia Tuhan “Viva” Fuchsia
“Berkat karunia Tuhan, energi kreatifku menyala. Kembali berkarya di industri lewat panggilan JF3 Fashion Festival. Untuk ini aku mengucapkan terima kasih ke bro Albert Yanuar yang telah merekomendasikan diriku menjadi bagian dari platform JF3 Fashion Festival.”
“Ucapan yang sama juga aku tujukan kepada bro Eris yang telah memberikan koleksi kain terindahnya. Dukunganmu sangat bernilai untuk karyaku malam ini, “ucap Billy.
“Walau telah berkarya lebih dari 25 tahun, tapi aku tak pernah berhenti total dari industri yang turut berkontribusi membesarkan namaku.
Aku masih memenuhi permintaan klien, hanya layar panggungnya saja yang aku tutup, “ujarnya.
Saat tampil di runway JF3, Billy disupport circlenya.
Mereka hadir dari berbagai kota di Indonesia serta dari luar negeri khusus untuk kembalinya seorang Billy Tjong. Teristimewa sang Ibunda, dan keluarga yang menjadi sumber kekuatan inspirasi terbesar dalam berkarya.
Juga tuan rumah para petinggi JF3 Fashion Festival Soegianto Nagaria, dan Theresia Mareta yang telah memberikan Pintu baginya untuk kembali.
“Dari 28 looks koleksiku, 12 diantaranya merupakan karya terbaik muridku, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, “ucap Billy bangga.
“Atas berkat cinta, dan kasih-Nya semoga pertunjukan ini menginspirasi semua yang hadir, dari perjuanganku di industri mode Indonesia setelah masuk ke hitungan lebih dari 25 tahun!”
“Maafkan bila nanti karyaku ini tak sesuai ekspektasi, mungkin bisa lebih baik atau sama saja, bahkan kurang apik. Tapi aku tetap bersyukur serta mengucapkan terima kasih ke persona-persona baik malam ini. “Terima kasih untuk kehadirannya, karenanya aku jadi lebih berharga, ” pungkas Billy.
Ketika panggung JF3 malam itu dipenuhi oleh beragam busana yang meneriakkan warna fuchsia, lenggang-lenggok peragawati yang lebur dalam setiap maha karya anak bangsa, momen Juli di JF3 Fashion Festival “Recrafted: Shaping The Future menjadi penanda kembalinya aset bangsa di industri mode Tanah Air, Billy Tjong.
Persona Billy dengan ilmu padi menjadi salah satu upaya JF3 sebagai platform ekosistem mode terdepan Indonesia untuk mengejawantahkan semangat saling mendukung, menginspirasi, bisa belajar dalam suasana guyub untuk kemajuan industri fesyen Indonesia. (*)

