
WANITAINDONESIA.CO – Kerja keras tidak pernah sia-sia, asalkan dijalani dengan tekun. Ibu Nevi Rusyati adalah contohnya. Dari keterbatasan ekonomi dan pengalaman yang minim, ia berhasil membangun usaha kecil yang kini dikenal banyak orang, hanya dengan ide sederhana, kacang goreng bawang.
Perjalanan Ibu Nevi sendiri dimulai pada tahun 2017. Saat itu kondisi ekonomi keluarga sedang sulit, tapi semangatnya untuk mencoba hal baru tak pernah padam.
“Awal mulai usaha, ekonomi saya sedang sulit. Ada teman yang menyarankan saya coba bikin kacang goreng bawang dan dibungkus plastik kecil, lalu titipkan di warung. Saya mulai dari empat warung saja,” ujar Ibu Nevi kepada WanitaIndonesia.co
Perlu diketahui, langkah awal itu tidak mudah. Banyak bungkus kacang yang tidak laku, karena rasa yang belum pas dan adanya persaingan dengan produk lain, seperti kacang telur, yang membuat Ibu Nevi harus berpikir keras.
“Awalnya kacang saya hanya laku 4 dari 15 bungkus yang saya titipkan. Tantangan terbesar adalah memperbaiki rasa agar lebih gurih dan enak, supaya diminati pembeli,” kata Ibu Nevi.

Namun, ia tidak menyerah. Berbekal bantuan teman dan niat belajar, Ibu Nevi terus menyempurnakan resepnya. Perlahan, usahanya mulai mendapat sambutan hangat, dan semangatnya pun kembali membara.
“Pelan-pelan, semua upaya itu mulai terlihat hasilnya. Lega rasanya,” tambahnya.
Ibu Nevi menuturkan, peluang sukses kian terbuka ketika dirinya bergabung dengan BAZNAS.
Di sana, ia mendapatkan pinjaman modal tanpa bunga sekaligus kesempatan mengikuti bazar. Dari sini pula, jaringan dan pesanan pun mulai berkembang pesat.
“Setelah bergabung dengan BAZNAS, saya bisa ikut bazar dan dapat banyak pesanan dari teman-teman UMKM serta pembeli luar. Produksi pun semakin banyak dan lancar,” ujarnya dengan bangga.
Bagi Ibu Nevi, kesuksesan tidak hanya soal modal, tetapi juga tentang semangat kebersamaan.

Dukungan sesama pelaku UMKM menjadi energi tambahan yang membuatnya tetap teguh menghadapi tantangan.
“Yang paling dibutuhkan adalah semangat bersama dan modal yang cukup tapi tanpa riba. Sesama UMKM saling mendukung, dan itu membuat kami tetap semangat,” jelasnya.
Kini, Ibu Nevi menjadi contoh nyata bahwa kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk memulai sesuatu dari nol bisa membuka jalan menuju keberhasilan.
Ia membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang, tapi justru bahan bakar untuk terus maju.
“Harapan saya, saya ingin bisa produksi jenis kacang yang lain dan punya toko yang isinya berbagai jenis kacang goreng lain,” kata Ibu Nevi sambil tersenyum, menatap masa depan dengan penuh semangat.
Perjalanan Ibu Nevi menginspirasi banyak wanita dan pelaku UMKM lainnya. Dari ide sederhana dan kerja keras yang konsisten, ia menunjukkan bahwa tekad dan ketekunan selalu membuahkan hasil, dan tidak ada usaha yang sia-sia. (GIE)




