Begini Cara Tepat Mencuci Buah dan Sayur Menurut Pakar

Cara mencuci sayur terbaik adalah menggunakan air yang mengalir. Gdi

WANITAINDONESIA.CO – Mengonsumsi buah dan sayur segar setiap hari merupakan langkah hebat untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, sebelum menggigit apel renyah atau mengolah selada segar menjadi hidangan lezat, ada satu kebiasaan kecil yang sering kali diabaikan: cara mencucinya. Banyak orang menganggap sekadar membilas bahan pangan di bawah kran sudah cukup untuk membuang kotoran. Padahal, di balik kesegaran warna dan tampilannya, terdapat ancaman mikroorganisme yang dapat memicu foodborne illness (penyakit akibat kontaminasi makanan).

Laporan dari media kesehatan health.com mengungkapkan bahwa produk pertanian segar tumbuh di lingkungan terbuka yang terpapar berbagai unsur alam. Hal ini membuat permukaan bahan pangan rentan dihinggapi bakteri berbahaya seperti Escherichia coli (bakteri E. coli) dan Salmonella, serta sisa pesticide (pestisida) yang digunakan selama masa tanam.

Meredith Carothers, Spesialis Urusan Publik di Kementerian Pertanian Amerika Serikat (United States Department of Agriculture / USDA), menjelaskan bahwa proses pembersihan bahan pangan tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Baca Juga :  "Lho Kok Bisa, Zaskia Adya Mecca Mencuci 1000 Piring 30 Menit?

“Produk pangan berasal langsung dari lingkungan alam. Anda bisa menemukan tanah hingga bakteri yang tidak kasat mata menempel di permukaannya,” tegas Meredith Carothers sebagaimana dikutip dari health.com. Oleh karena itu, kebiasaan membersihkan produk segar secara benar menjadi benteng pertahanan utama keluarga dari risiko gangguan kesehatan.

Meski demikian, timbul pertanyaan baru mengenai kapan waktu paling tepat untuk mencuci produk tersebut. Sebagian masyarakat terbiasa mencuci seluruh stok buah dan sayuran begitu selesai berbelanja sebelum menyimpannya di dalam refrigerator (lemari pendingin). Sayangnya, kebiasaan ini justru dapat menjadi bumerang. Kadar kelembapan berlebih yang tersisa setelah pencucian dapat mempercepat proses pembusukan serta memicu pertumbuhan jamur dan bakteri saat disimpan. Pakar menyarankan agar proses pencucian hanya dilakukan sesaat sebelum bahan pangan tersebut siap diolah atau dikonsumsi.

Kesalahan lain yang kerap terjadi adalah penggunaan bahan pembersih tambahan. Karena terlalu khawatir akan kuman, tidak sedikit orang yang nekat mencuci buah menggunakan sabun cuci piring atau commercial produce wash (cairan pembersih bahan pangan komersial).

Baca Juga :  Anak Makan Buah Berlebihan, Ancaman Enggak Betul?

Dr. Donald Schaffner, Pakar Ilmu Pangan dan Profesor di Universitas Rutgers (Rutgers University), memperingatkan bahaya di balik tindakan tersebut. Beliau menegaskan bahwa permukaan buah dan sayur memiliki pori-pori alami yang dapat menyerap zat kimia dari sabun maupun larutan pembersih.

“Saya sangat tidak menyarankan mencuci bahan pangan segar dengan sabun atau larutan pemutih (bleach), karena residunya dapat terserap dan memicu rasa tidak nyaman pada lambung serta gangguan pencernaan,” ungkap Dr. Donald Schaffner.

Lantas, bagaimana metode pembersihan yang paling aman dan efektif? Para ahli sepakat bahwa metode terbaik sebenarnya sangat sederhana dan terjangkau, yakni memanfaatkan running water (air mengalir). Menggosok permukaan buah secara perlahan dengan tangan di bawah air mengalir sudah cukup untuk merontokkan sebagian besar kotoran dan residu kimia. Untuk bahan pangan berkulit keras seperti kentang, wortel, atau apel, penggunaan sikat khusus berbulu halus dapat membantu membersihkan celah-celah yang sulit terjangkau.

Baca Juga :  Salad Buah yang Menyegarkan

Sementara itu, penggunaan bahan alami seperti vinegar (cuka) atau baking soda (soda kue) memang kerap menjadi tren di media sosial, namun membilasnya kembali dengan air bersih mengalir tetap menjadi prosedur wajib untuk memastikan tidak ada residu asam yang tertinggal.

Mulai hari ini, mari ubah cara pandang kita terhadap kebersihan bahan pangan di dapur. Mengubah kebiasaan kecil saat mencuci buah dan sayur bukan sekadar rutinitas dapur biasa, melainkan langkah nyata dalam melindungi kesehatan tubuh dan menjaga kualitas nutrisi yang masuk ke dalam tubuh setiap harinya. Langkah sederhana ini adalah investasi kesehatan jangka panjang yang dapat dimulai dari dapur rumah Anda sendiri. (Gdi)