Era Baru Transportasi Ibu Kota, Transjakarta Bakal Layani Kepulauan Seribu Mulai 2027

Ilustrasi layanan kapal Transjakarta untuk melayani transportasi ke pulau-pulau Kabupaten Kepulauan Seribu. Gdi

WANITAINDONESIA.CO – Langkah besar untuk menyatukan daratan dan lautan Jakarta resmi dimulai. Mulai tahun 2027, pengelolaan transportasi laut menuju dan di kawasan Kepulauan Seribu tidak lagi berada di bawah kendali Dinas Perhubungan DKI Jakarta, melainkan dialihkan sepenuhnya kepada BUMD pengelola moda terpadu, PT Transportasi Jakarta. Kebijakan strategis ini diambil guna menghapus kesenjangan layanan publik serta mewujudkan integrasi armada secara menyeluruh bagi seluruh warga ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa perpindahan wewenang ini merupakan wujud keadilan sosial bagi seluruh masyarakat, tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

Baca Juga :  Masyarakat Mulai Pesan Tiket Libur Nataru, KAI Ajak Rencanakan Perjalanan Lebih Awal Lewat Access by KAI

“Mulai tahun depan, dari seluruh kota maupun Kepulauan Seribu, transportasinya harus lebih mudah dan efisien. Pengelolaannya tidak lagi dikelola oleh Dinas Perhubungan, tetapi akan diberikan kepada BUMD, dalam hal ini Transjakarta,” ujar Pramono di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu.

Melalui integrasi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertekad menghadirkan kesetaraan aksesibilitas. Warga Kepulauan Seribu kelak menikmati fasilitas konektivitas yang setara, nyaman, dan efisien sebagaimana yang telah dirasakan oleh penduduk di lima wilayah kota administrasi Jakarta lainnya.

Baca Juga :  Setelah FOX-R, Polytron Siap Luncurkan Motor Listrik Baru yang Hadirkan Desain Lebih Ergonomis untuk Mobilitas Urban

“Kita harus adil bagi semua warga Jakarta, termasuk di Kepulauan Seribu. Maka saya sudah memutuskan, dari seluruh kota yang ada di Jakarta mau ke Kepulauan Seribu itu transportasinya harus lebih mudah, lebih efisien, dan warga Kepulauan Seribu merasa memiliki serta menjadi bagian dari Jakarta,” tutur Pramono.

Kemudahan mobilitas ini dirancang berlaku dua arah secara simultan. Kebijakan tersebut tidak cuma menyasar wisatawan atau warga daratan yang hendak menyeberang ke pulau, tetapi juga menjamin kenyamanan penuh bagi warga kepulauan ketika hendak beraktivitas ke pusat kota. Penguatan jaringan antarmoda ini sekaligus menjadi agenda prioritas pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan moda angkutan umum (konektivitas) serta menekan kemacetan lalu lintas secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Penandatanganan MOU Uji Coba Mikrotrans/Bus Kecil Transjakarta dengan Foton eTruckmate

Langkah berani memindahkan urusan penyeberangan ke tangan pengelola transportasi profesional ini membawa harapan baru bagi efisiensi perjalanan warga. Apakah Anda sudah siap menikmati kemudahan menjelajah indahnya Kepulauan Seribu cukup dengan satu sistem transportasi terpadu? (Gdi)