Banyak Komunitas Untuk Ibu. Pilih Yang Mana? - Wanita Indonesia <
PARENTING

Banyak Komunitas Untuk Ibu. Pilih Yang Mana?

wanitaindonesia.co – Menjadi seorang ibu tidak mudah. Banyak tantangan yang dihadapi setiap hari. Apalagi, ketika Anda menjadi ibu, tidak ada buku panduan atau manual yang dibawa anak tentang bagaimana mengasuhnya atau cara menjadi ibu untuknya, bukan.

Anda perlu support system, Ma, untuk menghadapi berbagai tantangan menjadi ibu. Selain suami dan keluarga, Anda perlu teman sesama ibu. Bergabung dengan komunitas untuk ibu merupakan salah satu cara untuk mendapat dukungan-dukungan. Anda bisa berbagi pengalaman, dan mendengarkan pengalaman ibu-ibu lainnya, sehingga Anda tidak merasa sendirian. Manfaat utama yang terasa dengan bergabung dengan komunitas ibu adalah mendapatkan support system yang kuat.

Dalam sebuah komunitas, seorang ibu semestinya tak perlu khawatir dihakimi karena sesama ibu cenderung akan menguatkan dan memberi dukungan satu sama lain. Informasi yang diberikan oleh ibu-ibu lain juga berdasarkan pengalaman nyata mereka ketika mengurus anaknya.

Respons positif yang diberikan teman-teman di komunitas tersebut akan membuat Anda merasa mendapat dukungan. Bergabung dengan komunitas juga untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk bicara. Perempuan punya kebutuhan yang tinggi untuk bicara, khususnya ibu. Mengapa? Karena ibu butuh interaksi dengan orang dewasa setelah seharian penuh berinteraksi dengan anak.

“Sangat penting bagi ibu untuk bergabung dengan ibu lainnya untuk mendapatkan perasaan bahwa mereka tidak sendirian bergelut dengan pertanyaan-pertanyaan, rasa tidak aman, dan ketidakpastian,” ujar Fran Walfish, Psy.D., psikolog anak dan keluarga, sekaligus penulis buku.

Lyss Stern, CEO dan pendiri Divalysscious Moms (DivaMoms.com), sebuah grup jejaring sosial untuk para ibu di New York, AS, setuju. “Hal yang paling menghibur adalah mempunyai ibu lain yang bisa menjadi tempat untuk berbagi. Teman yang bukan berpredikat ibu mungkin juga akan selalu berusaha membantu, tetapi mereka tidak mengalami hal yang serupa. Komunitas ibu yang tepat dapat membantu Anda berbagi dan membantu mencari solusinya.”

 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menentukan untuk masuk dalam komunitas ibu. Bagaimana pula cara memilihnya?

1. Sesuai dengan Kebutuhan.
Misal, bila Anda sering menghadapi kesulitan dalam menghadapi anak yang mengalami gangguan belajar atau anak dengan autisme, maka pilihlah komunitas yang fokus membahas gangguan belajar pada anak atau komunitas ibu yang memiliki anak dengan autisme.

2. Menyediakan Informasi yang Dapat Dipercaya.
Di era digital, bermacam informasi semestinya bisa dengan mudah Anda dapatkan. Namun, karena Anda butuh teman bicara dan mendapat informasi langsung dari sesama ibu, maka itu menjadi alasan Anda masuk komunitas, bukan? Namun, Anda harus pintar memilih komunitas agar informasi yang diterima bukan sekadar opini, tapi juga solusi yang baik, apalagi jika berdasarkan penelitian para ahli. Karena opini atau pengalaman individu, belum tentu berhasil diterapkan oleh satu orang akan berhasil juga diterapkan oleh orang lain.

3. Memiliki Nilai, Keyakinan dan Minat yang Sama dengan Anda.
Komunitas yang sehat adalah yang bisa memberikan wadah bagi anggotanya untuk berbagi serta bisa mendatangkan kenyamanan bagi anggotanya. Hal tersebut bisa terwujud jika nilai-nilai yang dianut komunitas selaras dengan nilai-nilai Anda, juga memiliki keyakinan serta minat yang sama.

4. Keragaman Anggota.
Ini bisa menjadi salah satu pertimbangan Anda, karena penting untuk memperkaya pegalaman belajar. Memang, Anda perlu mencari komunitas yang memiliki kesamaan dalam nilai, keyakinan, dan minat, namun jika anggotanya cukup beragam (profesi, latar belakang pendidikan, dan sebagainya), maka Anda bisa mendapatkan banyak pandangan, masukan, dan pengalaman yang memperkaya wawasan Anda.

4. Berada dalam Area yang Mudah Diakses.
Dalam kondisi ‘normal’, bukan di masa pandemi, ini berarti anggota komunitas berada dalam area yang mudah diakses terhadap satu sama lain, agar komunikasi juga bisa dilakukan secara tatap muka langsung.  Namun, di era digital saat ini, dan di masa pandemi, keterjangkauan bukan semata bermakna fisik. Banyak komunitas-komunitas yang bergerak di ranah digital. Anda bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan anggota-anggotanya lewat bermacam aktivitas virtual.

Menampilkan lebih banyak

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button