Band Reggae Tropical Forest ‘Sentil’ Kesadaran Publik Lewat MV “Mikro Plastik”

Lagu "Micro Plastic" yang didendangkan Tropical Forest" mengajak masyarakat lebih peduli lingkungan. WI/Youtube

WANITAINDONESIA.CO – Ancaman mikroplastik bukan lagi sekadar teori ilmiah, melainkan kenyataan pahit yang mulai menyusup ke rantai makanan manusia. Merespons darurat lingkungan tersebut, band reggae asal Jawa Timur, Tropical Forest, berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) meluncurkan video musik (MV) bertajuk “Mikro Plastik”.

Karya ini bukan sekadar rilisan musik biasa, melainkan sebuah manifestasi edukasi lingkungan yang dikemas secara kreatif melalui program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya dalam keterangan tertulis, Rabu, menegaskan bahwa program AKTIF Musik dirancang untuk memperkuat ekosistem musik daerah agar memiliki daya tawar nasional sekaligus menjadi corong isu-isu krusial.

Baca Juga :  KI Berpesan Agar Media Jadi Penjaga Transparansi dan Hak Informasi bagi Publik

“AKTIF Musik mencakup dukungan pendanaan produksi video musik, fasilitasi kontrak untuk memastikan perlindungan hak cipta, serta penguatan promosi. Kami ingin ekosistem musik lokal semakin kokoh dan mampu bersaing, sembari membawa pesan yang bermakna bagi masyarakat,” ujar Teuku Riefky.

“Luka” Alam

Video musik yang dijadwalkan rilis serentak pada Sabtu, 24 Januari 2026 ini digarap oleh sutradara bertangan dingin, Eko Poleng, bersama rumah produksi Hypno Creative Media.

Proses syuting mengambil latar di kawasan Coban Talun, Kota Batu, Jawa Timur. Lokasi ini dipilih untuk memberikan visualisasi kontras antara keindahan alam dengan dampak nyata pola hidup instan dan konsumtif manusia. MV “Mikro Plastik” menggambarkan bagaimana relasi manusia dan alam mulai rusak akibat akumulasi sampah plastik yang tak terkelola.

Baca Juga :  Bunda Iffet, 'Bunda Slankers', Berkontribusi Besar dalam Sejarah Slank

Peluncuran ini terasa kian spesial karena bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Internasional. Momentum ini dimaknai sebagai upaya mengedukasi publik secara luas mengenai bahaya mikroplastik bagi kesehatan manusia dan keberlangsungan ekosistem.

Tropical Forest menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh dari pemerintah. Menurut mereka, kehadiran negara sangat krusial dalam mendorong kampanye isu lingkungan melalui pendekatan seni yang lebih mudah diterima masyarakat.

Baca Juga :  Melly Goeslaw Raih Ratusan Juta Rupiah dari Distribusi Royalti Wahana Musik Indonesia (WAMI)

“Peran negara sangat penting untuk mendorong kampanye lingkungan lewat pendekatan kreatif. Kami mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan lebih peduli pada pengelolaan sampah,” tulis Tropical Forest dalam pernyataannya.

Kementerian Ekraf melalui Direktorat Musik, Deputi Bidang Kreativitas Media, berharap integrasi antara musik dan visual ini menjadi sarana komunikasi yang efektif. Selain menyuarakan pesan keberlanjutan (sustainability), program ini diharapkan memperluas dampak ekonomi kreatif di daerah melalui penguatan talenta dan distribusi karya berbasis kreativitas. (Gdi)