Bahas Kerahasiaan Umur Panjang, Putri Mahkota Swedia Terperangah Cicipi Teknologi Genomika Indonesia

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Duta Kehormatan Program Pembangunan Bangsa-Bangsa (UNDP), Putri Mahkota Swedia, Victoria (dua kiri) saat mengunjungi Pusat Biomedis dan Genomika Kesehatan di Gedung Eijkman, Jakarta, Jumat (4/9/2026). Kemenkes

WANITAINDONESIA.CO – Putri Mahkota Swedia, Victoria, tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya saat bertandang ke Pusat Biomedis dan Genomika Kesehatan di Gedung Eijkman, Jakarta, Jumat. Sebagai Duta Kehormatan Program Pembangunan Bangsa-Bangsa (UNDP), sang bangsawan eropa tersebut disuguhkan lompatan sains canggih Indonesia yang tengah mengembangkan pemetaan genetik manusia demi kedokteran presisi dan penanganan penyakit masa depan.

Inisiatif canggih bernama Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) milik Kementerian Kesehatan ini terbukti mampu menyedot perhatian sang Putri secara mendalam. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa kekaguman tamu negaranya itu muncul lantaran tidak menyangka Indonesia telah melangkah sejauh ini dalam mengadopsi teknologi yang lazimnya didominasi negara-negara berpendapatan tinggi.

“Dia tertarik karena dia tidak sadar Indonesia sudah melakukan ini. Ini kan inisiatif yang dilakukannya di Eropa, Amerika, UK, UAE. Negara-negara kaya kan mereka ingin usia panjang kan? Orang kaya nggak ingin meninggalnya cepat, ingin umurnya 120 tahun, 130 tahun,” kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga :  FTI Penjaga Keberlanjutan Teater Indonesia

Melalui kemajuan sains modern, para peneliti kini dapat menyelami cara kerja tubuh manusia hingga level terkecil, yakni asam deoksiribonukleat (DNA). Pemahaman mendalam terhadap struktur genetik ini membuka jalan bagi para tenaga medis untuk memetakan risiko penyakit secara individual, sehingga langkah pencegahan maupun pengobatan di masa mendatang dapat disesuaikan dengan kondisi biologis tiap orang secara sangat akurat.

Langkah berani ini menandai transformasi besar dalam pemanfaatan teknologi pengurutan genom (genome sequencing). Jika sebelumnya metode tersebut dominan dipakai untuk mengurai kode genetik mikroorganisme sederhana seperti virus, kini fokusnya beralih pada struktur genetik manusia yang jauh lebih rumit dan memiliki tantangan tersendiri.

Baca Juga :  Pikat Busana Desainer Indonesia - Perancis "PINTU Participants X Ecole Duperre"

“Virus kan cuma 30 ribu base pair. Kalau manusia itu ada 2 miliar. Jadi kalau misalnya ginjalnya rusak, ya salah satu DNA-nya itu ya mesti dibenarkan, yang mana, kita mesti cari,” kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Strategi pengumpulan data tidak hanya mengandalkan sampel dari para pasien di rumah sakit. Pemerintah telah melangkah lebih jauh dengan menyertakan sampel dari masyarakat yang sehat guna membangun basis data genetik nasional yang tangguh dan komprehensif.

Langkah strategis ini tentu menuntut ruang penyimpanan data yang sangat masif. Kapasitas data yang kini telah menyentuh angka 4,5 petabita diproyeksikan bakal melonjak hingga mencapai 10 petabita seiring bertambahnya sampel populasi yang terdata.

Dukungan kuat dari organisasi dunia UNDP semakin memperkokoh program BGSi dengan berdirinya 10 pusat genomik khusus serta 29 laboratorium pengawasan (surveilans) nasional. Fasilitas modern ini memikul target besar untuk menuntaskan pemetaan terhadap 400.000 genom manusia hingga tahun 2030 mendatang.

Baca Juga :  "Ssst..., Parfum Heritage Kebanggaan Indonesia Hadir dengan Formula Baru Tahan Lama

Kedatangan Putri Mahkota Victoria ke tanah air sendiri merupakan bagian dari agenda kunjungan resmi selama 4 hari yang mencakup wilayah Jakarta dan Lombok. Sepanjang perjalanannya, beliau menyaksikan secara langsung geliat pembangunan Indonesia, mulai dari pilar sains genomik, digitalisasi layanan kesehatan, ekosistem kelautan, perlindungan hutan adat, hingga ketahanan komunitas lokal.

Pengembangan teknologi genetik ini menegaskan bahwa masa depan dunia medis yang presisi kini bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang tengah dibangun di tanah air. Perkembangan sains ini membawa harapan baru bagi kualitas hidup yang jauh lebih baik dan masa depan kesehatan yang jauh lebih tangguh untuk generasi mendatang. (Gdi)