Menembus Lorong Waktu Borobudur Lewat Keajaiban Teknologi Imersif Berbasis Kecerdasan Buatan di Jakarta

Galeri Indonesia Kaya secara resmi menyajikan ruang pengalaman imersif (interaktif) bertajuk Purwacarita Borobudur: Jelajah Sejarah dalam Ruang dan Rasa yang berlangsung sejak September hingga Desember. Galeri Indonesia Kaya

WANITAINDONESIA.CO – Keagungan Bangunan Suci Borobudur yang berdiri megah sejak abad kedelapan kini hadir dalam wujud yang jauh lebih hidup di tengah dinamika metropolitan. Tanpa perlu melangkah jauh ke Magelang, masyarakat kini dapat merasakan sensasi melintasi sejarah panjang penciptaan candi monumental tersebut melalui ruang interaktif berbasis teknologi mutakhir. Galeri Indonesia Kaya secara resmi menyajikan ruang pengalaman imersif (interaktif) bertajuk Purwacarita Borobudur: Jelajah Sejarah dalam Ruang dan Rasa yang berlangsung sejak September hingga Desember. Perpaduan antara narasi sejarah kuno, nilai kebudayaan, dan sentuhan kecerdasan buatan etis (ethical AI) ini siap membawa pengunjung menyaksikan rekam jejak masa lalu secara nyata dan memikat.

Inovasi visual yang mutakhir ini sengaja dihadirkan sebagai jembatan komunikasi budaya agar peristiwa sejarah puluhan abad silam dapat dicerna dengan mudah oleh generasi muda masa kini. Kecenderungan masyarakat modern yang lebih menyukai sajian visual interaktif ketimbang teks konvensional menjadi alasan utama di balik pengemasan pameran ini.

Direktur Program Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, dalam konferensi pers di Jakarta menjelaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini membuka peluang besar untuk memperkenalkan warisan budaya dengan cara yang lebih segar. Pihaknya menyadari bahwa minat membaca masyarakat secara umum, khususnya generasi muda, cenderung lebih tertarik pada format visual. Oleh karena itu, ketika konsep penyajian berbasis teknologi kecerdasan buatan ini ditawarkan, ruang galeri memanfaatkannya secara maksimal untuk menyambungkan benang merah sejarah masa lalu dengan generasi saat ini.

Baca Juga :  Libur Lebaran, Waktu yang Tepat untuk Berkualitas dengan Keluarga

Penyusunan narasi pameran ini tidak dibuat secara sembarangan karena tetap berpatokan kuat pada akurasi sejarah. Melalui kolaborasi bersama Bening Digital Indonesia dan Curaweda, seluruh konten visual yang ditampilkan bertumpu pada hasil riset dan fakta sejarah yang telah tervalidasi oleh para ahli.

Pendiri dan Chief Executive Officer Curaweda, Azhfar Muhammad Fuad, menegaskan pada kesempatan yang sama bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pameran ini bertindak sebagai sarana pendukung visualisasi cerita yang sepenuhnya berbasis pada riset mendalam oleh para pakar.

Melalui delapan ruang interaktif yang tersedia, pengunjung diajak menyelami asal mula nama asli candi yaitu Kāmulan i Bhūmisambhāra sebagaimana tertera dalam prasasti kuno, sekaligus memahami kemegahan kosmologi (ilmu alam semesta) Borobudur. Petualangan dimulai dari zona Sapa Borobudur yang memberikan pengantar visual mengenai lanskap dan latar zaman berdirinya candi. Langkah dilanjutkan menuju zona Karmawibhangga dan Avadana yang menghidupkan kisah relief candi ke dalam teater interaktif.

Baca Juga :  Menatap Masa Depan Lewat Dana Abadi Kecerdasan Buatan

Pengalaman berinteraksi terasa makin hidup di zona Batu Carita, tempat pengunjung dapat berkomunikasi langsung dengan 4 tokoh sejarah dan legenda, yaitu Raja Samaratungga, Putri Pramodhawardhani, Sudhana, dan Manohara. Pada zona Mandala, pengunjung diajak mengitari area Borobudur melalui gawai pribadi sembari menapaki rute sakral peziarah purba dari Candi Mendut dan Candi Pawon menuju Stupa Induk.

Petualangan berlanjut pada zona Jelajah Borobudur yang menyajikan petualangan menuju candi-candi di sekitar kawasan. Sementara itu, zona Buku Carita mengisahkan perjalanan emosional Putri Pramodhawardhani dalam memahami cita-cita sang ayah, Raja Samaratungga, ketika membangun bangunan megah tersebut.

Sensasi unik dihadirkan di zona Harmoni Borobudur, di mana gambaran alam sekitar Borobudur masa lalu beserta fauna khas seperti burung merak, rusa Jawa, dan gajah dapat merespons setiap gerakan pengunjung melalui sensor khusus. Sebagai puncak pengalaman, penonton disuguhkan tontonan utama di Auditorium Galeri Indonesia Kaya berupa Asal Mula Borobudur The Movie yang mengungkap secara mendalam kisah di balik penciptaan candi beserta ukiran reliefnya.

Baca Juga :  Memaknai Keagungan Borobudur Melalui Kolaborasi Seni Pertunjukan dan Desain Perhiasan

Seluruh rangkaian pengalaman sejarah yang mengagumkan ini dapat dinikmati di Galeri Indonesia Kaya yang berlokasi di Grand Indonesia West Mall Lantai 8, Jalan M.H. Thamrin No. 1, Jakarta Pusat. Pameran ini terbuka untuk umum setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.30 WIB mengikuti jam operasional pusat perbelanjaan.

Menelusuri jejak peradaban bangsa kini tidak lagi terasa membosankan atau sekadar hafalan angka tahun di buku pelajaran. Kehadiran Purwacarita Borobudur membuktikan bahwa warisan leluhur mampu tampil relevan, mempesona, dan menyentuh jiwa ketika berpadu dengan keajaiban teknologi modern. Luangkan waktu Anda untuk melangkah masuk ke dalam ruang imersif ini dan biarkan setiap sudutnya membawa Anda bertualang melintasi keagungan sejarah Nusantara yang tak lekang oleh waktu. (Gdi)