“Awas Jangan Terlewat Malam Nisfu Sya’ban!

Berdasarkan kalender Hijriah Tahun 2026 Nisfu Sya'ban jatuh pada Hari Selasa (3 Februari), sementara malam Nisfu Sya'ban adalah Senin, 2 Februari usai Maghrib malam ini. (Foto: Istimewa)

WANITAINDONESIA.CO – Malam Nisfu Sya’ban di pertengahan bulan Sya’ban merupakan momen penting dalam kalender Islam.

Berdasarkan kalender Hijriah Tahun 2026 Nisfu Sya’ban jatuh pada Hari Selasa (3 Februari), sementara malam Nisfu Sya’ban adalah Senin, 2 Februari usai Maghrib malam ini.

Nisfu Sya’ban memiliki makna mendalam dalam kehidupan umat Islam. Umat dianjurkan untuk terus melakukan introspeksi diri dengan merenungkan perbuatan baik, dan buruk setahun lalu.

Islam menuntut pertanggungjawaban pribadi terutama ihwal perbuatan buruk yang kelak akan dinilai, serta mendapatkan ganjaran setimpal oleh Allah SWT.

Malam Nisfu Sya’ban dikatakan sebagai malam penuh keutamaan, di mana Rahmat Allah SWT akan dicurahkan, dosa-dosa diampuni, serta doa-doa akan dikabulkan.

Baca Juga :  Ruben Onsu Beberkan Perjuangannya Mengenal Islam Dimulai dari Empat Tahun Silam

Rasullullah SAW pada malam Nisfu Sya’ban akan melaksanakan sholat, berzikir, dan berdoa.

“Sesungguhnya Allah SWT memperhatikan hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, maka Dia akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya Kecuali orang musyrik, dan orang yang bermusuhan.” (HR.Ibnu Majah, dan Ath-Thabrani).

Ada banyak risalah atau literatur keislaman seputar penjelasan ulama terkait kemuliaan, serta kemuliaan malam Nisfu Sya’ban yang juga dikenal sebagai Lailatul bara’ah (malam penuh kesucian). Dikatakan malam Nisfu Sya’ban bertabur kebaikan, kemudahan rezeki, dan pengampunan dosa.

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan malam Nisfu Sya’ban yang artinya, “Ketika malam Nisfu Sya’ban, maka beribadahlah di malam harinya, serta berpuasa di siang hari. Sungguh Rahmat Allah akan turun ke dunia ketika tenggelamnya matahari. Kemudian Ia berfirman: “Ingatlah orang yang memohon ampunan kepada-Ku maka Aku ampuni. Ingatlah orang yang meminta rezeki, kesehatan kepada-Ku maka Aku berikan hingga menjelang fajar”. (HR. Ibnu Majah).

Baca Juga :  Memaknai Musibah: Jalan Menuju Kesabaran dan Pahala

Namun demikian ada sebagian umat Islam yang meyakini, bahwa di malam Nisfu Sya’ban catatan amal manusia akan diangkat ke langit. Namun sesungguhnya tak ditemukan hadis sahih yang menjelaskan hal tersebut.

Para ulama lebih sering menyebutkan pencatatan amal, serta pengangkatan amal manusia terjadi di waktu lain, bukan hanya pada malam Nisfu Sya’ban.

Baca Juga :  Konflik AS-Israel vs Iran Memanas, Din Syamsuddin: Hentikan Debat Sunni-Syiah, Saatnya Umat Islam Bersatu!

Dalam ajaran Islam keyakinan tersebut terjadi pada waktu yang berbeda. Untuk catatan amal akan dilakukan setiap hari di waktu pagi, dan sore.

Setiap Hari Senin, dan Hari Kamis catatan amalan harian manusia tersebut akan dilaporkan kepada Allah SWT. Dan pada setiap tahun, ketetapan tahunan manusia akan ditentukan di Malam Lailatul Qadar.

Lantas apa yang harus dilakukan umat Islam untuk meraih keutamaan Nisfu Sya’ban?

  1. Taubat, dan perbanyak Istighfar.
  2. Melaksanakan shalat malam.
  3. Membaca Al-Qur’an.
  4. Berpuasa Sunnah di hari ke -13, 14, dan 15 termasuk setelah Nisfu Sya’ban. (*)