WANITAINDONESIA.CO — Polemik internal Kangen Band belum berakhir setelah gitaris Dodhy mengumumkan pembubaran grup melalui media sosial. Vokalis Andika Mahesa kini menyampaikan pandangannya mengenai kepemilikan nama Kangen Band yang menurutnya seharusnya menjadi kesepakatan seluruh personel.
Andika berharap persoalan tersebut dapat dibicarakan secara terbuka dengan melibatkan semua pihak. Menurutnya, Kangen Band merupakan grup yang dibangun bersama sejak awal, sehingga status kepemilikan nama juga perlu dibicarakan bersama.
“Saya minta sih ada keinginan sama Dodhy itu manajemennya menyampaikan bagaimana caranya band ini kan kita bangun dengan sama-sama. Bagaimana kita harus panggil notaris, nama band ini bersama-sama. Jadi band ini namanya Kangen Band ini dipunyai oleh Tama, Andika, Izzy, Bebe, Dodhy, gitu kan sama-sama,” ujar Andika saat dikonfirmasi secara daring, Rabu (16/9/2026).
Andika menilai persoalan internal semestinya tidak langsung berujung pada pembubaran grup. Ia berharap masih ada ruang untuk melakukan perundingan sebelum keputusan besar diambil.
“Jadi tidak ada kata misalnya kayak ada masalah sedikit, bubar. Itu kan enggak enggak etis juga. Jadi itu jadi perundingan kita sama-sama. Sementara sampai saat ini kan kita belum ketemu sama Dodhy, gitu,” katanya.
Bagi Andika, hubungan sebagai sesama personel yang telah melewati perjalanan panjang menjadi hal yang tetap ingin dijaga. Ia mengatakan apabila memang sudah tidak ada kesepakatan, perpisahan seharusnya dapat dilakukan dengan cara yang baik.
“Kalau saya kan prinsipnya persaudaraan. Kalau memang sudah tidak ada yang memang bisa baik-baik, ya menurut saya kan bisa apa, melepaskan secara baik-baiklah. Karena kan kita awalnya saudara nih, untuk apa masih ribut masalah nama,” ujarnya.
Andika juga mengaku terbuka jika ada personel yang merasa sudah tidak nyaman melanjutkan kebersamaan di Kangen Band. Menurutnya, hal tersebut dapat disampaikan secara langsung agar semua pihak mengetahui posisi masing-masing.
“Kalau memang sudah enggak nyaman ada saya atau ada teman-teman saya atau siapa, enggak nyaman, ya boleh diungkapkan, diuraikan gitu. Saya tahu diri kok untuk pamit, pamit undur diri atau siapa yang pamit undur diri, saya tahu diri,” tutur Andika.
Ia kemudian kembali mengingat perjalanan Kangen Band yang dimulai bersama-sama di Lampung. Andika bahkan menyatakan siap menghadirkan pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan mengenai sejarah perjalanan grup apabila hal tersebut diperlukan. (GIE)

