WANITAINDONESIA.CO — Andika Mahesa memilih tetap profesional di tengah polemik internal yang sedang terjadi di tubuh Kangen Band. Meski mengaku terpukul secara batin dan berencana vakum sementara, Andika memastikan seluruh tanggung jawab manggung yang telah disepakati tetap akan dijalankan.
Keinginan untuk mengambil jeda tersebut muncul setelah gitaris Kangen Band, Dodhy, mengumumkan pembubaran grup melalui media sosial pada 12 September 2026. Di tengah situasi tersebut, Andika mengatakan dirinya tidak langsung mengambil keputusan untuk meninggalkan band yang telah membesarkan namanya.
Ia justru memilih menyelesaikan terlebih dahulu seluruh agenda pekerjaan hingga akhir tahun, termasuk perayaan malam tahun baru.
Andika mengatakan keputusan untuk vakum lebih berkaitan dengan keinginannya menenangkan diri. Ia mengaku kondisi internal Kangen Band membuat dirinya merasa tidak dihargai.
“Kayaknya saya trauma banget, seperti kayak saya enggak dihargai, kayak diinjak-injak aja gitu,” kata Andika.
Pria yang akrab disapa Babang Tamvan itu menegaskan bahwa vakum berbeda dengan mundur. Ia masih mempertimbangkan masa depan Kangen Band sekaligus memikirkan dampak keputusan tersebut terhadap keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
“Saya pengin bukan mundur lah, vakum dulu lah saya mikir dulu. Saya pengin vakum dulu, kasihan anak-anak saya, keluarga saya, orang-orang yang tersakiti kan,” ujarnya.
Di sisi lain, Andika juga masih memikirkan personel Kangen Band lainnya. Ia mengatakan tidak ingin keputusan yang diambilnya justru mengecewakan pihak-pihak yang selama ini bekerja bersama mereka.
“Saya pengin menenangkan diri saya lah. Saya mental sama batin kena juga sih sebenarnya, cuma ya saya masih pikir saudara-saudara kita ini, personel-personel yang lain kan kasihan,” tutur Andika.
Selain persoalan hubungan antarpersonel, Andika turut menyinggung status kepemilikan nama Kangen Band. Ia berharap persoalan tersebut dapat dibicarakan bersama dan diselesaikan melalui perundingan.
Menurut Andika, Kangen Band sejak awal merupakan hasil perjalanan bersama para personelnya. Karena itu, ia menginginkan adanya pembahasan yang melibatkan seluruh pihak mengenai status nama tersebut.
“Jadi band ini namanya Kangen Band ini dipunyai oleh Tama, Andika, Izzy, Bebe, Dodhy, gitu kan sama-sama,” katanya.
Andika juga menilai apabila ada personel yang sudah tidak nyaman dengan kondisi grup, keputusan untuk berpisah tetap bisa dilakukan secara baik-baik.
“Kalau memang sudah enggak nyaman ada saya atau ada teman-teman saya atau siapa, enggak nyaman, ya boleh diungkapkan, diuraikan gitu. Saya tahu diri kok untuk pamit,” ujarnya.
Untuk saat ini, Andika masih menjalankan kewajiban profesionalnya sembari mengambil waktu untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya. Polemik mengenai masa depan Kangen Band dan kepemilikan nama grup tersebut pun masih menunggu pembicaraan lebih lanjut antara para personel. (GIE)

