
WANITAINDONESIA.CO – Di kalangan media era 80-an sosok wanita pengusaha, pendidik serta pemimpin dr. Martha Tilaar adalah pribadi yang hangat, baik hati, penuh perhatian.
Persona Wanita Indonesia yang menjalankan peran multitasking ini, bagi kami pekerja media adalah sosok seorang “ibu” yang lekat dengan perhatian serta kasih-sayang.
Tentu saja setelah sekian lama tak berinteraksi dengan beliau, berita wafatnya Srikandi penerima berbagai penghargaan tertinggi dari Pemerintah Republik Indonesia
atas dedikasi, dan jasanya dalam melestarikan budaya, memajukan industri kosmetik herbal tradisional, serta pemberdayaan perempuan, diantaranya Bintang Budaya Parama Dharma, Pioneer in Technology Award, menjadi kabar duka yang memilukan. Membuat kami serta industri aesthetic Indonesia patah hati.
Pemilik nama asli Martha Handana tutup mata dalam kondisi kematian terindah, saat tertidur sekitar pukul: 06.00 WIB, di usianya yang ke -89 Tahun, di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Martha Tilaar dirawat selama 9 hari, karena menderita penyakit asma, dan pendarahan di saluran pencernaan.
Wanita kelahiran Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, 4 September 1937 layak dijadikan role model Wanita Indonesia inspiratif, karena lakon kehidupan, perjuangan, gerak serta langkahnya dalam menuntut ilmu, mengasah keterampilan diri serta keuletan menjadi pelaku usaha kreatif di industri aesthetics yang sukses.
Martha Tilaar mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah global lewat perjuangannya yang luar biasa, bagi industri kecantikan Indonesia lewat kosmetik, seni perawatan tubuh berbasis kearifan lokal, serta dihormati kaumnya lewat program pemberdayaan.
Wartawan lifestyle senior tentu sudah tak asing bila menghadiri undangan acara yang diadakan oleh Sari Ayu Martha Tilaar. Mantan guru SD yang terampil mematut diri ini, terlihat stand-out dari tampilan wajah, rambut, busana serta aksesoris pelengkap.
Sebelum diwawancarai, beliau selalu menanyakan kabar, berlanjut ke pertanyaan berikut, sudah makan belum? Bila dijawab sudah, dia akan tersenyum bahagia, sebaliknya jika belum, tak ada tawar-menawar pasti akan disuruh makan terlebih dahulu.

Perhatian personal seperti ini sangat membekas di hati kami, karena sebagai wanita yang berperan multitasking, beliau tak melupakan sahabat media yang menjadi mitra kerja, juga sebagai individu bahkan kerap dianggap bagian dari keluarga.
Tipikal pengusaha yang adaptif ini sukses mengembangkan brand Sari Ayu Martha Tilaar serta perusahaan Martha Tilaar Group dengan pertumbuhan serta inovasi yang sangat membanggakan Indonesia.
Beragam lini usaha di bidang kosmetik yang membidik
sekmen wanita remaja, dewasa hingga yang berusia senior juga ditujukan kepada para profesional di industri, telah hadir untuk mengakomodir kebutuhan mereka.
Produk perawatan kulit serta kosmetik yang diproduksi dengan memanfaatkan keberagaman kearifan lokal, dipadukan dengan teknologi serta inovasi berkelanjutan mampu menjawab setiap tantangan zaman.
Wanita prigel ini berharap
agar kaumnya tak kehilangan jati diri dari tampilan anggun paripurna, terampil merawat diri, sukses dalam karir serta berguna, dan mampu menginspirasi sesama beserta masyarakat.
Walau berada di posisi pucuk pada level tertinggi dari perusahaan besar rintisannya, para jurnalis merasa nyaman, tak berjarak terlebih sekat yang penuh basa-basi saat berinteraksi dengannya. Ibu Martha bisa melucu ketika berkomentar.
Salah satu yang masih kami ingat dengan baik, ketika tren pewarnaan rambut masuk ke Indonesia, dan digemari oleh kelompok wanita.
Saat dimintakan komentar dengan tampilan rambut yang terlihat pirang seperti orang Eropa, Martha berkata dengan kalimat jenaka. “Maaf setelah kami pertimbangkan, komentarnya tersebut tak kami tuliskan.”
Intinya, Martha Tilaar tak anti dengan yang namanya tren. Ia berpesan, bahwa sebuah tren terlebih dari luar, harus disikapi dengan bijak. “Apakah tren semusim itu cocok dengan tipikal wajah, warna kulit, jati diri orang Indonesia?”
“Jangan sampai tren membuat kita terlihat aneh serta
jadi “korban” tren, dikarenakan tak cocok dengan kondisi kulit wajah, kepribadian maupun jati diri sebagai bangsa Indonesia, “jelasnya.
Berhati lembut, penyayang, namun Martha Tilaar memiliki prinsip ihwal esensi kecantikan diri. Dia pernah bercerita di hadapan rekan media, dirinya kerap mendapat masukkan dari teman-temannya.
Cantik Selaras Usia Perawatan Alami Paripurna
“Saya disuruh facelift agar kulit wajah terlihat lebih muda, tak kendur. Dagu harus indah berbentuk lonjong. Juga mempercantik batang hidung agar lebih menarik,” “ujarnya.
“Kesemua saran tersebut saya tampik. Saya kan sering mengajak kaum ibu, untuk menjadikan perawatan diri seperti kulit wajah itu, bagian dari lifestyle keseharian. Agar aging tak muncul lebih cepat dengan rutin membersihkan wajah, pagi sebelum beraktivitas, dan malam hari sebelum tidur. Juga saya anjurkan untuk rutin meminum jamu.”
“Nah apa kata dunia bila saya abai, tak mencontohkannya? Eh malah melakukan hal-hal yang kontra dari kampanye saya tersebut. Sudah tentu hal ini tak jujur, dan tabu untuk saya lakukan, “tegas Martha.”
Martha Tilaar bangga dengan kecantikan alami anugerah Tuhan, yang terus ia jaga serta rawat, dengan menggunakan produk yang diproduksinya.
Perawatan yang ia lakukan head-to-toe yang kemudian dihadirkan lewat beragam produk Sari Ayu serta lini usahanya.
Catatan Redaksi: Martha Tilaar memiliki banyak brand kosmetik yang berbasis kekayaan alam serta jamu tradisional Nusantara seperti brand Sariayu, Biokos, PAC, Dewi Sri Spa yang bernaung di bawah perusahaan PT Martina Berto Tbk.
Adapun pengembangan lini usahanya tersebut terdiri dari PT Martina Berto Tbk, perusahaan pemasaran, dan produksi, PT Cedefindo, perusahaan produksi, dan maklon, PT SAI Indonesia, perusahaan distributor, dan logistik, PT Martha Beauty Gallery, Sekolah, dan Pendidikan Kecantikan, Puspita Martha International School, PT Cantika Puspa Pesona, perusahaan jasa spa, salon, dan waralaba, PT Creative Style Mandiri, perusahaan agensi periklanan, PT Kreasi Boga Primatama, perusahaan penyedia tenaga kerja.
Baginya kecantikan selaras alam itu adalah kecantikan hakiki Wanita Indonesia yang khas dengan bentuk wajah, warna kulit yang terawat sesuai dengan usia.
Kerut serta kendur itu proses alami yang tak bisa dihindarkan seiring bertambahnya usia. Tugas kita sebagai Wanita Indonesia adalah merawat serta mencegah agar tak terjadi aging yang datang lebih awal. Karena itu untuk semuanya, Martha menyarankan untuk melakukan perawatan harian kulit wajah beserta tubuh di pagi hari serta malam sebelum beristirahat, memakai produk yang tepat.
Ada momen berkesan saat sejawat media diperkenankan untuk membuat liputan khusus di rumah mantan Guru SD ini. Rumah indah nan hommy karena ditata dengan memperhatikan setiap detail, peruntukkan terlihat cozy dengan elemen interior budaya Indonesia.
Martha memiliki selera seni tinggi dari tampilan koleksi pribadinya sebutlah wastra sculpture dari karya perupa Wanita Indonesia, Dolorosa Sinaga, warisan adati tempat sirih maupun peranti saji perak antik, yang dihiasi dengan ukiran rumit nan indah dari maha karya pengrajin.
Sebagian dari koleksinya tersebut menjadi “pertunjukan” seni pada table setting jamuan Natal & Tahun Baru di keluarganya yang bergaya aristokrat.
Wanita pecinta anggrek bulan ini sukses memukau pewarta, terlebih yang menjadi sajian utama di perjamuan Natal keluarganya merupakan menu Nusantara yang berasal dari daerah suaminya, Prof. Dr. Henry Alexis Rudolf Tilaar yang merupakan pria Kawanua.

Legacy Emas Berlanjut ke Wulan Tilaar
Kecintaan terhadap budaya Indonesia serta pengabdian kepada suami yang berasal dari Manado, juga pernah ditampilkan pada dekorasi pernikahan putrinya Wulan Maharani
Theresa Tilaar dengan Bernadus Kunto W. Widarto.
Martha Tilaar mengeksplorasi sebuah kampung di Manado sebagai konsep dekorasi pernikahan tersebut. Kala itu hadir suasana pantai yang lekat dengan pemikat pandang berupa pohon-pohon kelapa, juga sebuah miniatur kolam yang berisi ikan dan bebek putih.
Tak hanya di ranah pribadi, cinta, rasa bangga serta hormatnya kepada bangsa, dan negaranya diwujudkan lewat keberadaan Roemah Martha Tilaar di daerah Gombong, Kebumen, yang dibuka untuk umum, Desember 2014. Rumah antik bergaya kolonial ini merupakan rumah bersejarah keluarganya yang dibangun sejak tahun 1920.
Cita-cita mulia sebagai baktinya untuk negeri diwujudkan oleh putri terkasihnya Wulan Tilaar. Martha Tilaar ingin membangun tanah kelahirannya Gombong serta memperkenalkan talenta muda berbakat di sana kancah nasional maupun global melalui Roemah Martha Tilaar.
Kolaborasi ibu, dan anak ini menghadirkan ruang temu lintas disiplin ilmu yang menggagas beraga. kegiatan seperti diskusi, lokalatih, festival, seni pertunjukan maupun pameran seni.
Untuk ide, gagasan serta kreativitas, Martha Tilaar sedikit dari banyaknya Wanita Indonesia yang dianugerahi semesta dengan limpahan energi kreatif.
Jiwa seninya seolah tak terbendung, dan membuat setiap karyanya terlihat detail, menarik serta indah yang mampu memesona masyarakat Indonesia serta dunia.
Ihwal penampilan, Wanita Indonesia yang telah mencatatkan namanya dengan tinta emas bagi perkembangan industri aesthetic Indonesia, dikenal dengan gaya busana yang stand-out.
Ibu dari empat orang anak ini yakni Wulan Maharani Theresa Tilaar, Kilala Esra Tilaar, Bryan Emil Tilaar, dan Pingkan Engeline Tilaar,
tak pernah gagal menghadirkan tampilan yang matching, dari paduan busana, aksesoris serta make-up yang membuatnya menjadi penambat pandang orang-orang yang melihatnya.

Kembali ke cerita pemotretan table setting di rumahnya. Usai foto jamuan Natal dengan angle meja makan yang ditata cantik, dengan dominasi harmoni warna putih, emas serta merah,
kami-pun segera berpamitan.
Namun Martha Tilaar melarang, dan mengajak kami untuk menyantap sajian yang telah ditata menarik, dari wadah porselen cantik tersebut. Karena sungkan, tak satupun yang berinisiatif untuk mengambil aneka sajian lezat tersebut.
“Anda tahu apa yang kemudian terjadi? Ibu Martha dengan cekatan mengambilkan kami semua makanan yang tersaji dengan porsi yang cukup banyak.”
“Sehabis bekerja, kalian harus mencicipi juga makanan ini. Masak hanya untuk kebutuhan foto saja. Ini semuanya dimasak spesial, dengan ragam cita rasa otentik lho, “jelasnya.
Tak sopan untuk menolak, kami segera menikmati sajian istimewa tersebut. Terbukti cita rasanya lezat, membuat kami tak sungkan untuk segera menghabiskannya.
Nyata bukti cinta kasih seorang ibu bangsa yang menginginkan keluarganya maju, dengan tak serta- merta meninggalkan circle, masyarakat serta bangsanya.
Tekad pejuang kemerdekaan ekonomi bagi kaumnya ini satu, ingin terus mewujudkan kemerdekaan finansial bagi circle-nya dengan berpedoman bahwa kesuksesan keluarga besar Martha Tilaar, harus berimbas kepada seluruh karyawan, juga masyarakat Indonesia.
“Selamat jalan ibu…
Terima kasih telah hadir di kehidupan kami dalam peran mulia, dan untuk memuliakan sesama.”
“Sebab semua yang telah ibu lakukan,
telah ibu lakukan dengan segenap hati, dan pikiran seperti untuk Tuhan.” (rp)




